Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Kuncoro Toro

Menulis adalah pekerjaan mudah yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang, namun percayalah dengan membuat selengkapnya

Lebih Baik Menunggu 1 Jam daripada terlambat 1 Menit

OPINI | 13 March 2012 | 01:18 Dibaca: 742   Komentar: 13   0

1331601448778152676

Banyak orang yang belum menghargai waktu dalam hidupnya. Dan sepertinya prinsip “Lebih Baik Saya Menunggu 1 Jam daripada Terlambat 1 Menit” belum menjadi pegangan. Menghormati waktu adalah ciri dari orang yang ingin maju dan sukses dalam meraih segala cita-cita dalam hidupnya.

Sebagai contoh disaat ada undangan rapat, pukul 10.00 WIB, waktu sudah menunjukan pukul 09.50 WIB, saya mengajak seorang kawan untuk segera berangkat, jawaban teman saya selalu berkata “Nanti sajalah, paling-paling jadwalnya mundur, nanti juga mulainya juga jam 10.30 WIB”.

Mendengar jawaban tersebut saya berfikir, apakah budaya tidak tepat waktu waktu sudah sedemikian membudaya ditengah masyarakat? Ataukah budaya tepat waktu belum menjadi sesuatu yang dianggap penting dalam sebuah budaya kerja?

Keteraturan hidup selalu dilihat dari seberapa besar seseorang dalam menghargai waktu. Ada ciri orang yang selalu menghargai waktu, yaitu orang selalu menggunakan jam tangan. Dengan menggunakan jam tangan seseorang kecenderungan untuk selalu memperhatikan waktu disetiap langkahnya dan tindakannya.

Dengan menghormati waktu maka tidak ada waktu yang terbuang percuma, waktu akan termanfaatkan dengan maksimal dan produktivitas akan meningkat, kesuksesanpun akan diraih.

Belakangan ini sedang diwacanakan untuk adanya penyatuan zona waktu di seluruh Indonesia. Salah satu bukti bahwa waktu sudah menjadi perhitungan dalam hitungan bisnis dan produktivitas nasional. “Untungnya banyak, bisa menghemat triliunan, hemat energi dan lebih cepat kita terkonek dengan dunia luar dalam melakukan bisnis,” kata Hatta di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (12/3/2012), demikian yang dikutip detik.com.

Jadi kembali ke laptop, “Lebih baik Menunggu 1 Jam daripada terlambat 1 Menit”, contoh lain jika kita akan bepergian dengan pesawat Udara, waktu Chekin dibuka 2 Jam sebelum keberangkatan dan ditutup 30 Menit sebelum takeoff, kalau kita terlambat? Apa yang terjadi? Kita akan ditinggal pesawat dan tiket akan hangus, kerugianpun bukan hanya waktu tapi juga Materi karena Uang tiket kita hangus karena tertinggal pesawat. Artinya terlambat 1 Menit akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Marilah kita menghormati dan menghargai waktu untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 4 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Inaq Marhaeni, Cerita Lain dari Pulau Seribu …

Maya Rahmayati | 7 jam lalu

Mungkinkah Takdir Itu Bisa Dirubah? …

Jejen Al Cireboni | 7 jam lalu

4 Keunikan Krisna Pusat Oleh-oleh Khas Bali …

Rizky Febriana | 7 jam lalu

Menyambut Harapan Baru dengan Kerja Nyata …

Saikhunal Azhar | 7 jam lalu

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: