Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Hengki Hendrawan

bersama hengkimedia, kita jalin kebersamaan

inilah aku, dan inilah kekuranganku.

FIKSI | 05 March 2012 | 08:17 Dibaca: 498   Komentar: 4   0

inilah aku, dan inilah kekuranganku.
kata kata seperti itu mungkin bisa membuat jenuh jika kita sebutkan kepada pacar kita. namun tanpa kita sadari, ternyata kata kata tersebut mampu melambangkan betapa merendah dan menghargainya kita.
dalam kata tersebut sebenarnya memiliki makna yang cukup untuk menggugah.
maknanya adalah.
inilah aku yang apa adanya diriku tanpa ingin melebih lebihkan, mengunggul unggulkan, berbangga, dan sombong.
sementara tujuannya adalah membuat kita sebagai orang yang mendengar, bisa menerima, mencintai, menyayangi, dan bahkan memahami apa yang seharusnya kita sadari.
inilah aku, dan inilah kekuranganku.
aku lemah, aku tak berdaya, dan aku tak punya apa apa!
namun aku punya cinta yang menguatkan aku, aku punya sayang yang menyadarkan aku, dan aku punya kamu yang menyemangatiku.

motivasi dalam diri kita bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
dengan kata lain, jangan pernah malu untuk mengatakan “inilah aku, dan inilah kekuranganku” kepada orang yang kita cintai.
karna dengan itulah mereka akan belajar mengerti, menyayangi, mencintai, dan memahami kita jauh dari kekurangan kita, bukan dari kelebihan kita.

salam spirit.
hengki hendrawan febriansyah
(R. Febri indra permadi)

Tags: catatanku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Kapal Feri Karam, 300-an Siswa SMA Hilang …

Mas Wahyu | | 17 April 2014 | 05:31

Tawuran Pasca-UN, Katarsis Kebablasan …

Giri Lumakto | | 17 April 2014 | 09:09

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 4 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 5 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 6 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: