Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ismail Elfash

orang biasa yang sedang belajar menulis, mengungkapkan isi hati dan sekedar berbagi

Pengalaman Menggandakan Uang, Berhasil!

OPINI | 17 February 2012 | 06:57 Dibaca: 5568   Komentar: 0   0

Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Munafik, kalau ada orang bilang; “saya tidak butuh uang”.  Uang tidak pernah mengenal kata cukup, apalagi lebih. Yang ada adalah selalu kurang uang. Salah satau penyebabnya adalah, karena sifat manusia yang gready, alias serakah. Besar pasak daripada tiang. Tapi anehnya, kok, hidup kita tidak bangkrut? Padahal, secara matematik, kita ini selalu rugi, besar pengeluaran daripada penghasilan. Disinilah kita harus yakin bahwa ada peran Tuhan pemberi, penjamin, rezeki setiap makhluknya.

Banyak pendapat para ahli tentang peternakan uang, alis pengembangbiakkan uang. Diantaranya melalui 1. Hasil bisnis yang dikelola orang lain  2. Investasi  3. Royalti 4. Saham 5. Deposito.  Tapi untuk berhasil dalam bidang ini perlu ilmu, pengalaman, ketelatenan dan kerja keras. Dan pastinya memerlukan modal awal. Bidang ini agak sulit untuk mendapatkan uang secara instan, cespleng.

Jadi, bagaimana cara menggandakan uang secara cepat? Mmm.. sabar dulu ya!

Suatu sore, dalam keaadaan yang memprihatinkan, hanya memegang uang 1.000 perak.  Haus di perjalanan terpaksa membeli air mineral seharga 500 rupiah. “Kembalinya Bu 500″, kataku pada tukang warung di pinggir jalan. Kuambil kembaliannya dan ku masukkan ke dalam saku. Jam 5.00 sepulangnya dari suatu tempat, ku mampir di sebuah mall. Kuberjalan melewati pengemis tua yang kucel. Kumasukkan uang 500 tersebut, kedalam wadah plastiknya. Habis sudah, uang yang ada di tanganku. Dan itulah uang terakhirku dihari itu.

Jam 6.00 ada SMS masuk, “kak, Ibunya sudah bayar Rp 100.000. Ambil ya, uangnya. Saya tunggu”. Subhanallah, hampir tidak percaya, kalau Tuhan membalasnya secara cepat hanya 1 jam dengan jumlah 20 kali lipatnya. Ku ambil uangnya, bersyukur kepada Allah, bahwa inilah hikmah sedekah 500. 500 dibayar 100.000.

Malamnya, ada orang ke rumah. Kesulitan dana buat melunasin ke sekolah. Dari uang yang 100.000 itu, ku berikan pada dia 50.000. Fikirku, aku sedang menjajal janji Tuhan yang akan mengembalikan minimal 10 lipatnya. Tidak berselang lama, ada orang mengorder bisnisku. Dari sana keuntunganku Rp 550.000. Wow, ternyata Tuhan menepati janjinya. 50.000 dibalas 550.000. 11 lipat balasannya.

Di lain hari, setelah sholat Ashar, ku masukkan uang receh 500 ke dalam kotak amal di mesjid. Saya melanjutkan pekerjaan rutin. Pas pulangnya jam 17.30, dihadang oleh seorang ibu, sambil menyodorkan sebuah amplop. Kuberusaha untuk menolaknya, karena rasanya bukan hakku. Tapi Ibunya memaksa. Akhirnya kuterima. Dan setelah dibuka isinya Rp 200.000. Alhamdulillah. 500 dibalas 200.000. 40 kali lipatnya.

Sungguh kini, kupercaya akan keajaiban sedekah yang bisa melipatgandakan kekayaan kita. Jadi, ayolah… kalau mau kaya, jangan dihitung-hitung, jangan difikir-fikir, jangan di sayang-sayang, SEDEKAH saja. Pasti Allah balas minimal 10 kali lipat.

Kalau Allah mau memberi kita uang, maka sedekahkanlah uang kita. Sedekah senyum, Allah balas dengan 10 senyuman. Kalau sedekah doa, Allah akan balas dengan 10 orang yang mendoakan kita. Tapi kalau kita sedekah uang, maka ornag yang diberinya akan tersenyum, akan mendoakan kita dan malaikat akan mengamini doa orang yang kita beri sedekah.

Sedekah itu tidak mesti ikhlas, tapi harus rutin. Sebab kalau rutin sudah pasti ikhlas. Sedekah bisa dengan apa saja, kepada siapa saja, dan kapan saja. Sedekah wajib dikeluarkan pada saat kita berkecukupan, pas-pasaan maupun kekurangan.

Selamat bersedakah. Dan tunggulah balasan Tuhan dengan minimal 10 kali lipat. Bukankah sedekah ini bisa menggandakan uang? Setidaknya, saya sudah membuktikan. Sekarang giliran anda. Dan saya tunggu cerita anda tentang keajaiban dan balasannya.

Salam Sedekah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | | 18 September 2014 | 23:42

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | | 19 September 2014 | 07:39

Masukan Untuk Petugas Haji Indonesia …

Rumahkayu | | 19 September 2014 | 07:37

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 4 jam lalu

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 5 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Timnas U23 Sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 8 jam lalu

Tetangga …

Pm Susbandono | 8 jam lalu

Elpiji 12 kg Naik & Solusi Hemat …

F Tanjung | 8 jam lalu

Mogok Sekolah …

Yuni Cahya | 8 jam lalu

[Tips Haji] Bawalah Sabar Sebanyak Bulu di …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: