Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Rizal B Kurniawan

Tak pernah berhenti untuk selalu belajar menjadi pribadi yang sabar & ikhlas :)

Membentuk Karakter yang Lebih Baik

OPINI | 26 January 2012 | 20:39 Dibaca: 1405   Komentar: 0   1

Setiap manusia diciptakan dengan karakter masing-masing yang jelas berbeda satu dengan yang lain walaupun hanya tipis perbedaannya. Sebuah karakter sangat diperlukan untuk kita dalam berinteraksi dengan sesama, karena orang sangat mudah menilai karakter orang lain walaupun mereka akan kesulitan menilai karakter mereka sendiri.

Kita bisa saja termasuk orang yang berkarakter sombong atau angkuh jika kita selalu menganggap remeh orang lain, & menganggap kita lebih dari mereka. Kita juga bisa termasuk orang yang berkarakter pemarah, yang mudah sekali marah, dan tak pandang bulu sehingga sering menyakiti hati orang lain. Dan banyak lagi karakter-karakter buruk lainnya.

Ini adalah karakter - karakter yang harus di jauhi, ditinggalkan dan dirubah dengan karakter yang lebih baik, yang mampu menghargai sesama, menghormati sesama, melakukan hal baik dan bermanfaat untuk semua orang, & menjadi karakter yang disukai banyak orang dan tentu saja disukai oleh Tuhan. Yang kita lakukan pertama kali untuk membentuk sebuah karakter yang baik adalah dengan memahami diri kita lebih dalam (introspeksi), lihat apa yang selama ini kita lakukan dan pikirkan, apakah itu termasuk sifat dan karakter yang baik? Apakah orang-orang menyukai karakter kita itu? Apakah kita menyukai orang lain yang mempunyai karakter yang sama dengan kita?. Pahami dan gali lebih dalam diri kita sehingga kita mengerti seperti apa kita saat ini.

Setelah kita memahami diri kita sendiri, kemudian kita lanjutkan dengan memahami orang lain disekitar kita atau yang sering berinteraksi dengan kita, apakah karakter mereka baik? Apakah kita menyukai karakter mereka? Apakah kita nyaman dengan karakter mereka? Terus gali dan lihat mereka lebih dalam sehingga kita dapat memahami karakter apa yang baik dan buruk untuk diri kita.

Kemudian tanamkan dalam hati kita mana karakter yang baik dan buruk kemudian yakinkan diri kita bahwa kita ingin menjadi pribadi yang berkarakter baik, lalu lakukan hal-hal baik untuk sesama, semisal tersenyum dan menyapa setiap orang, membantu setiap orang yang butuh bantuan semampu kita, menjadi pendengar yang baik disaat orang lain ingin bercerita, tetap menghargai dan menghormati pendapat orang lain yang sekiranya tidak cocok dengan pendapat kita, menjauhi kesombongan dan sifat pamer, tetap sabar dan ikhlas saat ada orang lain mencela kita dan kita cukup membalasnya dengan senyuman, dan lakukan hal-hal baik lainnya secara terus menerus sehingga kita akan terbiasa melakukan hal-hal baik dan sedikit demi sedikit mampu merubah karakter kita menjadi lebih baik.

Sabar & Ikhlaskan hati kita jangan turuti ego kita, ingatlah bahwa Tuhan menyukai umatNya yang selalu berbuat baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa karakter buruk lama kita pasti tidak akan hilang dan berubah sepenuhnya maka disaat karakter itu ingin keluar tahanlah dengan kesabaran & keikhlasan, dan ingatlah selalu Tuhan yang jelas tidak menyukai karakter buruk kita sehingga kita akan mampu menahan karakter buruk kita dan tetap menjadi pribadi dengan karakter yang lebih baik.

Semoga kita mampu merubah karakter kita menjadi lebih baik dan berguna bagi setiap orang.. :)

Semarang, 19 Juli 2011 – 11.29 WIB

Rizal B Kurniawan
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Senayan Berduka: Wajah Baru Caleg Misterius …

Saefudin Sae | | 25 April 2014 | 08:37

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Selamat Hari Malaria Sedunia 2014 …

Avis | | 25 April 2014 | 11:08

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: