Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Alphan Danny

Oliphan "School of Art" merupakan tempat serta cara berfikir sederhana dalam menelaah pengertian hidup, sehingga selengkapnya

Hidup Itu ‘Adanya Apa? bukan Apa Adanya’

REP | 16 January 2012 | 03:08 Dibaca: 520   Komentar: 0   0

Jika ada dua buah statement tentang kehidupan yakni ‘hidup itu apa adanya’ dan ‘hidup itu adanya apa’, maka kamu akan memilih yang mana?, Beberapa orang akan memilih ‘hidup itu apa adanya’, karena dari kalimat tersebut menandakan bahwa orang tersebut ‘nrimo’ (istilah bahasa jawa) dalam bahasa Indonesia berarti ‘menerima’. Mereka menerima akan apapun itu yang diberikan oleh Tuhan, apakah itu baik maupun buruk. Sebagian orang mengartikan kata ‘hidup itu apa adanya’ adalah salah satu tanda syukur keikhlasan kita kepada Tuhan yang telah memberikan apapun itu terhadap makhluk-Nya. Namun sebaliknya, menurut beberapa orang kata-kata ‘hidup itu adanya apa’, lebih bersifat konotatif yaitu dekat dengan materialistis. Hal tersebut merupakan salah satu pandangan yang sangat sempit karena jika kita fikir ulang kata-kata ‘hidup itu apa adanya’ maka akan muncul makna ‘KEIKHLASAN dengan rasa PESIMIS yang menyertai. Kata-kata tersebut cenderung menerima apa adanya, tanpa ada perlakuan yang lebih lanjut agar perbaikan hidup tetap berjalan setiap harinya. ‘Hidup itu adanya apa’,kata-kata tersebut memberikan pengertian bahwa hidup itu harus IKHLAS dan SELALU OPTIMIS. Misalnya, ada dua orang yaitu A dan B kita ingin memberi atau menginfakan harta kita untuk keperluan orang lain, maka A (hidup itu apa adanya) akan memberikan apa adanya, dan B (hidup itu adanya apa) akan mengupayakan apapun yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang tersebut. Memang kalau kita fikir-fikir makna kedua kalimat tersebut sangatlah berdekatan, namun kita perlu ingat pula bahwa ‘mirip itu tak sama’

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dutch Bucket System, Narasi Hidup Sebuah …

Dean | | 28 April 2015 | 01:17

Financial Inclusion Index Indonesia Masih …

Faisal Basri | | 28 April 2015 | 00:30

Ada Bahaya Mengintai di (Facebook) …

Giri Lumakto | | 27 April 2015 | 22:13

Kupu-kupu, Juga Burung Dodo …

Hikmat Darmawan | | 27 April 2015 | 21:53

Jangan Biarkan Rutinitas Membunuhmu! …

Diana Santi | | 27 April 2015 | 12:44


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 9 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 10 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 11 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 12 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: