Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Alphan Danny

Oliphan "School of Art" merupakan tempat serta cara berfikir sederhana dalam menelaah pengertian hidup, sehingga selengkapnya

Hidup Itu ‘Adanya Apa? bukan Apa Adanya’

REP | 16 January 2012 | 03:08 Dibaca: 517   Komentar: 0   0

Jika ada dua buah statement tentang kehidupan yakni ‘hidup itu apa adanya’ dan ‘hidup itu adanya apa’, maka kamu akan memilih yang mana?, Beberapa orang akan memilih ‘hidup itu apa adanya’, karena dari kalimat tersebut menandakan bahwa orang tersebut ‘nrimo’ (istilah bahasa jawa) dalam bahasa Indonesia berarti ‘menerima’. Mereka menerima akan apapun itu yang diberikan oleh Tuhan, apakah itu baik maupun buruk. Sebagian orang mengartikan kata ‘hidup itu apa adanya’ adalah salah satu tanda syukur keikhlasan kita kepada Tuhan yang telah memberikan apapun itu terhadap makhluk-Nya. Namun sebaliknya, menurut beberapa orang kata-kata ‘hidup itu adanya apa’, lebih bersifat konotatif yaitu dekat dengan materialistis. Hal tersebut merupakan salah satu pandangan yang sangat sempit karena jika kita fikir ulang kata-kata ‘hidup itu apa adanya’ maka akan muncul makna ‘KEIKHLASAN dengan rasa PESIMIS yang menyertai. Kata-kata tersebut cenderung menerima apa adanya, tanpa ada perlakuan yang lebih lanjut agar perbaikan hidup tetap berjalan setiap harinya. ‘Hidup itu adanya apa’,kata-kata tersebut memberikan pengertian bahwa hidup itu harus IKHLAS dan SELALU OPTIMIS. Misalnya, ada dua orang yaitu A dan B kita ingin memberi atau menginfakan harta kita untuk keperluan orang lain, maka A (hidup itu apa adanya) akan memberikan apa adanya, dan B (hidup itu adanya apa) akan mengupayakan apapun yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang tersebut. Memang kalau kita fikir-fikir makna kedua kalimat tersebut sangatlah berdekatan, namun kita perlu ingat pula bahwa ‘mirip itu tak sama’

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluar Negeri? Isilah Formulir Ebola untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 05 March 2015 | 09:17

Masih Adakah Suami Bervisi Surga? …

Cahyadi Takariawan | | 05 March 2015 | 08:05

Menakar Kesadaran Etis Ahok …

Efron Dwi Poyo | | 05 March 2015 | 08:03

Lika-liku Mencari ART …

Ariyani Na | | 04 March 2015 | 19:03

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 5 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 5 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 7 jam lalu

Ekuivokasi di Sekitar Kisruh Ahok-DPRD …

Nararya | 11 jam lalu

Ahok Vs. M. Taufik dan Kutukan Kulminasi …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: