Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Anthy Archi

Saya, saya tonji

Ketidakjujuran

REP | 23 December 2011 | 18:20 Dibaca: 74   Komentar: 0   0

Kejujuran sejatinya merupakan sendi nilai kebenaran. Apakah jadinya bila nilai kejujuran tercampakkan dari kehidupan kita ?

Mungkin anda pernah menghadapi orang yang tidak jujur? Kalau anda mengerti bahwa orang yang anda hadapi tidak jujur, berarti orang tersebut tidak pandai mengelabui orang sehingga anda tahu ketidakjujurannya.

Betapa menderitanya jiwa ini karna menerima kenyataan yang ada, marah, jengkel, pedih, sebal, dan lain-lainlah yang merasuk dalam sanubari sehingga perasaan negatiflah yang timbul. Kadang kala sampai menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan,

sebenarnya bukan soal kebohongannya, Namun justru soal bagaimanakah sikap kita dalam menghadapinya apabila kita mengetahuinya bahwa kita telah dibohongi. Kalau kita mengetahuinya, kita dapat saja memilih untuk jengkel, sebal, sakit hati atau dendam berkepanjangan.

Betapa indanya, jikalau kejujuran dan berjiwa besar untuk mengakui ketidakbenaran yang terjadi didepan mata setiap saat dan Jangan sampai kesalahan ditutupi lagi dengan kesalahan.

Caranya tutuplah keburukannya dengan kebaikannya yang pernah ia lakukan kepada kita atau ingat-ingatlah kebaikannya, sehingga dapat menghilangkan atau dapat menutupi kejahatannnya. Apabila hal itu dibiasakan pada diri kita, maka kasih sayang kita kepada sesama hidup tidak pernah surut.

Mengetahui atau tidak mengetahui apakah dia lagi bohong ataukah dia lagi jujur, sebaiknya kita tetap mencintainya, menghormatinya, dan persatukanlah diri kita dengan penuh kasih, oleh karena ia adalah bagian dari kita.

Kalau saya pribadi, kutak butuh bukti kebenaran karna itu dapat dimanipulasi yang saya butuhkan adalah kejujuran.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heni Sri Sundani: Mantan Buruh Penggerak …

Okti Li | | 04 May 2015 | 00:36

Diplomasi Ibu Negara Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 04 May 2015 | 06:05

[JNE MALANG] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:10

Telapak Kaki Emas di Negeriku …

Mhina Lezta | | 03 May 2015 | 20:05

Apa Beda Pasangan Bahagia dan Pasangan Tidak …

Cahyadi Takariawan | | 04 May 2015 | 06:21


TRENDING ARTICLES

Mengenal Kehebatan Keluarga Baswedan …

Muthiah Alhasany | 6 jam lalu

Mana yang Kriminalisasi, Mana yang …

Galaxi2014 | 9 jam lalu

Negara Tak Boleh Kalah Dalam Kisruh PSSI ? …

Hery | 12 jam lalu

“Saya Dukung Buwas, Asal Tidak …

Gatot Swandito | 13 jam lalu

Bangga Menjadi Orang Indonesia …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: