Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Heri Purnomo

Rasulullah SAW bersabda “Khairunnas anfa'uhum linnas” “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yg paling banyak bermanfaat bagi selengkapnya

Sholawat dan Syair Gus Dur yang Menyentuh Hati

OPINI | 02 December 2011 | 22:06 Dibaca: 23167   Komentar: 4   1

1322816744819486941

Ternyata Gus Dur dulu sering menyenandungkan sholawat saat hidupnya. Dan sholawat itu telah memberi kekuatan pada dirinya dalam menjalani hidup sebagai guru bangsa, pemimpin NU, pemimpin Umat dan pemimpin manusia Indonesia meskipun banyak hal-hal “kontroversial” yang dilakukan.

Sepeninggal Gus Dur menghadap Tuhan, banyak hal yang ditinggalkan berupa pikiran-pikirannya yang sering dikritisi dan dibilang “nyleneh”, baru penulis sadari banyak kebenarannya. Prinsip hidupnya yang sangat menjunjung tinggi perdamaian, melindungi minoritas dari kesewenang-wenangan mayoritas, melindungi orang-orang yang didzolimi dan pluralisme berbangsa sering menjadi santapan orang-orang yang tidak menyukai aktifitasnya tersebut. Keberpihakannya terhadap Pancasila, ketidaksetujuannya dengan negara Agama, kesetiaannya terhadap NKRI kadang dinilai oleh sebagian penganut Islam tidak menyuarakan aspirasi masyarakat Islam. Namun seiring kepergian beliau, nilai-nilai dan gagasan pikirannya ternyata sangat aktual , realistis dan seharusnya memang menjadi nilai-nilai dasar bagi kehidupan berbangsa dengan masyarakat yang plural baik secara fisik maupun kultur.

Sosok Gus Dur ternyata mampu menjembatani berbagai elemen etnis, agama, strata sosial dalam masyarakat Indonesia. Bahkan lintas dunia. Dengan tidak bermaksud mengkultuskan beliau, belum ada tokoh sekaliber beliau saat ini yang bisa menjadi mediasi dalam pertikaian-pertikaian yang terjadi di dunia politik maupun kehidupan sosial saat ini.

Pemikiran, perenungan  dan keprihatian Gus Dur dalam kehidupan ini, salah satunya tertuang dalam syairnya yang tidak pernah sengaja dipublikasikan secara luas. Maknanya sungguh dalam, dan sanggup membuka pikiran kita dari keterkungkungan berpikir dan cara beragama yang  sempit.

Berikut ini saya kutipkan syairnya berikut terjemahannya, cukup panjang memang.

Untuk edisi rekamannya bisa diunduh di sini :

http://www.youtube.com/watch?v=JrmrAWOIMt4
Semoga bermanfaat.

SHOLAWAT DAN SYAIR GUSDUR
SYAIR TANPO WATON : (SYAIR YANG BELUM ADA JUDULNYA)

Astaghfirullah robbal baroya..
Astagfirullah minal khotooya..
Robbi zidni ilmannaafiia..
Wawaffikni amalan soliha..

//aku mohon ampun pada Allah,
tuhan sekalian makhluk..
//Aku mohon ampun pada Allah,
dari segala kesalahan..
//Tuhanku tambahkan aku ilmu
yang bermanfaat..
//Dan berikan taufiq kepadaku
untuk beramal sholeh..

Ya rosulallah salammunalaik..
yaa rofiasaaniwaddaaroji..
atfatayaji rottal aalami..
Yauhailaljuu diwaalkaromi..
//Wahai utusan Allah, semoga
keselamatan tetap padamu..
//Wahai yang berbudi luhur
dan bermartabat tinggi..
//Rasa kasihmu wahai
pemimpin tetangga
//Wahai ahli dermawan
dan pemurah hati

Ngawiti ingsun nglara syiiran
Kelawan muji maring pangeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pritungan 2x
//Kuawali dengan melantunkan syair
//Dengan memuji kepada Tuhan
//Yang memberi rahmat dan kenikmatan
//Siang dan malam tanpa perhitungan 2x

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syareat bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2x
//Wahai sahabat pria dan wanita
//Jangan hanya mengaji hukum saja
//Hanya pandai bercerita menulis
dan membaca
//Akhirnya hanya akan sengsara2x

Akeh kang apal Quran haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2x

//Banyak yang hafal Quran dan Haditsnya
//Senang mengkafirkan orang lain
//Kekafirannya sendiri tak diperhatikan
//Kalo masih kotor hati akalnya

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2x
//Mudah tertipu nafsu angkara
//Dalam hiasan gebyarnya dunia
//Iri dan dengki kekayaan tetangga
//Maka hatinya gelap dan nista2x

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhidnya
Baguse sangu mulyo matine 2x
//Mari saudara jangan lupakan
//Kewajiban mengaji dan tingkatannya
//Bagusnya bekal mulia matinya 2x

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2x
//Yang disebut orang baik itu
bagus hatinya
//Karena sempurna seri keilmuannya
//Melakukan thariqat dan ma’rifatnya
//Juga hakekat sampai terasa 2x

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo2x
//Alquran qodim wahyu yang mulia
//Tanpa ditulis bisa dibaca
//Itu wejangan guru waskita
//Ditancapkan ke dalam dada2x

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mujizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2x
//Tertempel di hati dan pikiran
//Merasuk ke dalam badan dan tubuh
//Mujizat rasul jadi pedoman
//Sebagai jalan meniti iman 2x

Kelawan Allah kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
ditirakati diriyadhohi
dzikir lan suluk jo nganti lali 2x
//Karena Allah yang maha suci
//Harus mendekatkan diri siang dan malam
//Diusahakan dan dilatih
//Dzikir dan suluk jangan dilupakan 2x

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pangeran 2x
//Hidupnya tentram dan merasa aman
//Itulah perasaan tanda beriman
//Sabar menerima meski pas pasan
//Semua yang ditakdirkan dari Tuhan 2x

Kelawan konco, dulur lan tonggo
Kang padha rukun….
Iku sunnahe rasul kang mulya
nabi Muhammad panutan kita2x
//Terhadap teman, saudara dan tetangga
//Yang saling rukun…
//Itu sunnah Rasul yang mulia
//nabi Muhammad suri tauladan kita-2x

Ayo nglakoni sekabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2x
//Mari melakukan semuanya
//Allah yang akan mengangkat derajatnya
//Meskipun rendah secara lahiriah
//Namun mulia kedudukan derajatnya 2x

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2x
//Saat tiba pada akhirnya
//Tidak tersasar roh dan sukmanya
//Disanjung Allah surga tempatnya
//Utuh mayatnya juga kafannya 2x


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Catatan dari Batam …

Farchan Noor Rachma... | | 24 July 2014 | 17:46

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Rumah “Unik” Majapahit …

Teguh Hariawan | | 24 July 2014 | 15:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: