Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ludfi

Pencinta NKRI dg Pancasila sbg dasar Negara. Cinta damai dalam jalinan persaudaran sebangsa dan setanah selengkapnya

Pergantian Siang dan Malam

OPINI | 09 November 2011 | 14:38 Dibaca: 2799   Komentar: 3   0

Siang berganti malam

Malampun berganti siang

Adakah artinya bagi orang yang mau berfikir….?

Adakah tanda -tanda atau makna  dari terjadinya pergantian siang dan malam….?

Mengapa dan bagaimana keteraturan pergantian itu terjadi…..,

Bukankah itu mustahil jika terjadi atau terprogram dengan sendirinya….

Bagi yang mau berfikir, tentu faham dan yakin kalau terjadinya pergantian siang dan malam adalah ada yang mengaturnya, ada yang menciptakannya, ada yang memprogram, ada yang menjaganya.

Bagi yang mau berfikir, tentu tak yakin kalau itu adalah proses alam semata yang terjadi dan berproses dengan sendirinya.

Siapakah yang memprogramnya, siapakah yang menciptakan, siapakah yang berkehendak atas pergantian siang dan malam itu ?

Jika siang…., matahari menerangi alam, memancarkan sinar kehangatan dari kala terbit dipagi hari hingga sampai waktu terbenam di kala petang.

Jika malam….., kegelapan menyelimuti alam, sesekali tanpak  adanya cahaya bulan menggantikan gemerlap cahaya bintang yang bertaburan yang tak terhitung jumlahnya.

Maha Suci, Maha Kuasa Sang Pencipta alam semesta, yang memperogram pergantian siang dan malam.

Yaa… Tuhan kepadaMu aku menyembah, kepadaMu aku berserah, kepadaMu aku memohon pertolongan.

Aku yakin haqqul yakin, Engkaulah yang melapangkan rizki setiap hambaNya, dan Engkau pulalah yang menyempitkan rizki setiap hambaNya. Tak patut aku sebagai hambanya menyombongkan diri dengan kemampuanku.

Dan jika karena kesombonganku, karena ketakabburanku maka lalu Engkau memberi sanksi aku, memberi azab diriku, mencabut nikmat yang kubanggakan tentulah Engkau sangat bisa kapanpun Engkau menimpakannya. Mohon ampun ya Tuhan dari segala salah dan dosa.

Yaa Tuhan Pencipta alam semesta; manusia adalah salah satu mahluq ciptaanMu, adalah mahluq yang lemah tiada kekuatan tanpa kuasaMu. Manusia adalah mahluq yang lemah, tak patut sombong, tak patut congkak kepadaMu; lebih-lebih ingkar akan wujud dan keKuasaanMu…..,

Ampunilah aku hambamu, aku manusia, semua  manusia hambamu  yang senantiasa mengikatkan pertalian perjalanan hidup hanya pada diriMu; yang dalam setiap hembusan nafas detak jantung mengingatMu.

Tags: tuhan allah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 4 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 5 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 6 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: