Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Hento2008

Praktisi Ayur Hypnotherapy dan Neo Zen Reiki. Menulis adalah upaya untuk mengingatkan diri sendiri. Bila selengkapnya

Apa yang Dimaksud Suara Hati??????

OPINI | 28 October 2011 | 15:28 Dibaca: 4052   Komentar: 3   2

Ketika orang dalam keadaan bingung untuk menentukan pilihan atau mengambil keputusan, sering diberikan nasehat: IKUTI SUARA HATIMU. Namun kebanyakan orang masih juga bingung, suara hati yang bagaimana?

Tanyakan nuranimu sendiri. Ini pun masih membingungkan. Lantas apa patokan bahwa kita sudah mengikuti suara hati?

Dalam setiap hati manusia bersinggasana Dia yang Maha Kuasa. Teori ini sudah banyak diberikan oleh para suci, avatar, dan para nabi. Namun orang masih saja bingung. Sulit memang membedakan antara gemuruhnya pikiran dan suara hati nurani yang sangat halus. Dalam keseharian, pikiran yang dipenuhi oleh keinginan yang menyamankan badan dan selalu ingin menang jauh lebih kuat dari nurani dimana Dia Yang Maha Agung bertahta. Bahkan cenderung tenggelam dalam gemuruh keserakahan dan keinginan untuk menang dan memiliki kelebihan dari sesama manusia. Baik pujian, ketenaran, dan kekuasaan lebih dari yang lain.

Namun jika lebih diteliti dengan seksama, semestinya suara hati nurani yang bening akan terdengar jelas. Lantas bagaimana membedakannya?

Suara yang bening identik dengan suara alam. Suara yang senang berbagi kebaikan, bukan mengutamakan kenikmatan duniawi. Perhatikanlah sifat matahari. Ia senantiasa berbagi, tidak memilah kepada siapa ia memberikan cahayanya. Sifat matahari yang demikian selaras dengan sifat semesta. Matahari adalah alat Dia Yang Mahapemberi untuk menerangi kegiatan manusia. Banyak sekali manfaat cahaya ataupun panas matahari membantu aktivitas manusia. Berbagilah demi keuntungan banyak orang. Itulah suara hati yang murni.

Sifat air yang senantiasa mengalir ke tempat yang lebuh rendah berarti memberikan kehidupan terhadap sesama. Ini pula suara hati. Hiduplah selaras dengan sifat alam. Berbagilah kehidupan terhadap sesama. Penuhilah kehausan sesama dan lingkungan dengan berbagi kesenangan. Berikanlah kesejukan bagi sesama ketika sahabat atau temanmu membutuhkannya.

Sifat bumi adalah senantiasa memberikan manfaat untuk memberikan hasil bumi yang dibutuhkan manusia untuk melangsungkan kehidupan. Ia senantiasa memberi walaupun diinjak oleh manusia. Ia senantiasa memberikan makanan untuk menunjang kehidupan manusia. Ia berada di bawah kaki kita, namun ia begitu murah berbagi. Tirulah sifat bumi yang senantiasa berbagi walaupun dihinakan. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Balaslah kejahatan dengan kasih. Jika tidak bisa, upayakanlah paling tidak, tidak menyakiti.

Sifat laut yang luas. Laut bersifat mendaur ulang. Air bagaimanapun kotornya, begitu masuk laut, akan didaur ulang kembali menjadi air yang bersih melalui proses penguapan. Jadilah air hujan yang sudah dimurnikan. Sifat lautan yang memurnikan berarti kapabilitas manusia untuk senantiasa memaafkan. Dan itu bukan hal yang mustahil. Tergantung sifat keilahian yang begema dalam diri manusia.

Itulah sifat yang selaras dengan alam. Jadi yang dimaksud dengan suara hati adalah keselarasan hidup dengan sifat-sifat alam. Sifat yang lebih mengutamakan kepentingan umum. Bukan golongan, kelompok atau diri sendiri…. Karena kita hidup dalam lautan energi kebersamaan. Bukan pulau-pulau yang terpisah tanpa disatukan oleh lautan energi…

Itulah sifat yang dimuliakan oleh Tuhan………….

Itulah pula suara nurani kita……….

Itulah juga suara hatimu…………..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 6 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 12 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 12 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 14 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 8 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 8 jam lalu

Menimba Ilmu bersama Komunitas Media di JMR …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kapan Tahun Baru 1436 H? …

Kasmui | 8 jam lalu

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: