Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Dwi Asih

hanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik

HIDUP ADALAH PILIHAN

OPINI | 16 October 2011 | 03:46 Dibaca: 1977   Komentar: 1   1

Hidup adalah pilihan. Kata-kata ini sering didengar tapi sulit untuk menjalaninya. Kalau benar hidup adalah pilihan seharusnya takkan ada kata duka, nestapa, sedih, sengsara dan kata-kata lain yang mewakili kegelapan.

Kala hidup terasa gelap dan tak mampu mengatasinya maka manusia akan mengatakan itulah takdir. Jadi bagaimana kita harus menghadapi kehidupan? Sebagai pilihan ataukah sekadar takdir yang harus dijalani dengan kepasrahan?

Saya rasa hidup adalah keduanya. Karena takdir adalah sebuah pilihan dalam menjalani dan menikmati hidup. Kala kemalangan datang, maka kala kita bangkit, mengamati keneaa kemalangan menimpa kita lalu kita memperbaiki hidup kita dengan belajar mengatasi kemalangan maka itulah menghadapi takdir yang sesungguhnya. Kala kita hanya berduka dan menyalahkan sesuatu yang kita tuduh dengan kata takdir maka itu adalah keterpurukan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 7 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 9 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 10 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: