Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Andi Sukmaputra

Baru belajar Nulis

Benarkah Iblis Makhluk Paling Taat?

OPINI | 01 September 2011 | 05:27 Dibaca: 743   Komentar: 11   0

Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasanya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri.Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun!

Tak ada tempat tersisa di langit dan di Bumi dimana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengna pemujaan yang benar, engkau buat menjadi hina dan buruk rupa.Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya atas dunia ini. Lihatlah betapa monster itu melakukan semuanya hanya untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya ternoda! Jika ada yang manis, Dia buat masam! Jika ada yang bernilai, dibuat-Nya jadi sampah! Dia tak lebih dari sekadar Badut dan Pesulap Murahan, Pembohong Gila! Dan Kegilaan-Nya masih terus membuatku lebih gila lagi!

Ini adalah sebagian kecil dari buku berjudul Iblis Menggugat Tuhan : The Madness of God karangan Daud Ibrahim Swami. Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. Shawni meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel ini terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.

Setelah Membaca Buku ini (dengan sangat hati-hati), pikiran saya sempat “bertempur” dengan keyakinan saya. Sangat provokatif, karena kita dibawa pada situasi yang memang bertentangan keyakinan manusia pada umumnya. Saya pun sempat bertanya benarkah Iblis Makhluk Tuhan yang paling taat, dia rela untuk ditendang dari surga dan menjalankan misi untuk menjerumuskan anak-anak adam menemaninya kedalam neraka.

Pengorbanan Iblis yang rela dibuang ke Neraka sebagai wujud taatnya kepada Tuhan. Namun terlepas dari segala konflik yang diciptakan oleh Penulis buku ini makin membuat keyakinan saya akan keEsaan Tuhan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 13 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 15 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 17 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 19 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: