Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Adam Adam

Ah, saya hanya orang bodoh. Call me : 081380122204-081567953337

Setiap Anak Membawa Rejeki

REP | 15 August 2011 | 13:03 Dibaca: 889   Komentar: 28   0

Anindya, Adam dan Ararya

Setiap anak membawa rejeki masing-masing. Ah, ini memang ungkapan kuno yang selalu didengungkan oleh orang-orang tua yang memang belum bisa “mengerem” kelahiran anak. Tidak berlebihan kalau orangtua jaman dahulu  mempunyai anak berjibun. Orangtuaku misalnya, mempunyai  9 anak. Kakek dan nenek juga mempunyai 9 anak. Mertuaku, tidak ketinggalan mempunyai 9 anak. Paman dan bibiku malah lebih brilian dalam soal memproduksi anak, samping. Bisa dibayangkan betapa penuh sesak rumahnya. Tapi tunggu dulu, bukankah pada jaman dahulu rata-rata mereka mempunyai lahan yang cukup luas untuk sebuah rumah?.

Ungkapan tersebut, untuk kehidupan “kekinian” makin kehilangan maknanya. Manusia “sekarang” telah kehilangan “roh” dalam mewarisi ajaran para leluhur. Setiap anak, membawa rejeki masing-masing. Hmm.., entah kebetulan atau tidak, ternyata masing-masing anak dilahirkan oleh istriku memang membawa rejeki, karena masing-masing telah membawa kebahagiaan sejati, bagi keluarga kami. Kebahagiaan adalah rejeki, dan tidak bisa diperbandingkan dengan rejeki  berupa materi.

Tapi secara konkrit mengenai definisi “setiap anak membawa rejeki”, aku alami beberapa waktu ini. Anak kedua (perempuan), kebetulan mempunyai sifat “pede” habis. Dia selalu tampil didepan, tidak mau menjadi “follower“. Beberapa waktu yang lalu, setelah berjalan-jalan di mall, kebetulan ada  lomba fashion trendy anak. Dia memaksa ikut. Dengan penuh keraguan, terpaksa aku daftarkan. Ternyata pada waktu lomba, tanpa diduga dia bisa juara III, dari sekitar 25 peserta usia 5-12 tahun. Padahal anakku tidak mempunyai pengalaman sama sekali berlenggok-lenggok diatas panggung. Hadiahnya lumayan, uang tunai plus piagam. Pokoknya, hadiah  impas dengan modal.

Kalau anak ketiga, karena keisengan istri mengirimkan foto bayi, anak saya mendapatkan hadiah…100 pengirim pertama voucher Rp. 100.000,-. Anak pertama lebih sering sebagai “supporting”. Ketika acara Bukber Telkomsel-Kompasiana tanggal 13 Agustus 2011 yang lalu, sebenarnya saya  malas datang, selain  cuaca  panas, saya juga mengantuk berat. Tapi anak sulung saya bilang: “Ayah datang saja, siapa tahu dapat hadiah.” Ternyata benar, puasa membawa berkah, saya dapat hadiah HP HT G76 Link yang cantik buat istri. Hehehe… Sesuatu yang disyukuri adalah rejeki.

Jadi ternyata, ungkapan orangtua benar juga, tiap anak membawa rejeki masing-masing.

(Telkomsel Ramadhanku)

Tags: ramadhanku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 11:15

Si Gagah yang Terlelap …

Findraw | | 03 September 2014 | 09:17

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | | 03 September 2014 | 08:39

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | | 03 September 2014 | 08:10

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 3 jam lalu

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 5 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 8 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Transparansi Pengadaan Alutsista di TNI …

Putra Perkasa | 8 jam lalu

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ala Backpacker menuju Negri di Atas Awan …

Wilda Hikmalia | 8 jam lalu

Krisis Kesetiaan …

Blasius Mengkaka | 9 jam lalu

Hadiah Istimewa Dari Pepih Nugraha …

Tur Muzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: