Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Titus

An eagle-scorpion, a provocative mystic, and a happy single-living magnet

Perbedaan Nubuat, Ramalan, & Analisa

OPINI | 07 August 2011 | 15:12 Dibaca: 692   Komentar: 2   1

Banyak yang masih rancu dalam membedakan antara 3 (tiga) hal : Nubuat, Ramalan, dan Analisis Nubuat. Ketiganya sekilas nampak mirip karena sama-sama berbicara tentang masa depan, tapi sejatinya adalah 3 hal yg sangat berbeda.

13126865442080333783

Nubuat atau jongko adalah sesuatu yg pasti terjadi atas ijin Allah. Ada 2 (dua) jenis nubuat, yaitu nubuat yang terdapat dalam kitab suci dan nubuat yang tidak dituliskan di kitab suci, berupa wahyu yang disampaikan oleh Allah pada para utusan Tuhan dan waliuallah. Contoh nubuat yang bukan kitab suci adalah nubuat yang terdapat pada hadits.

Sedangkan meramal adalah  kegiatan memprediksikan masa depan  berdasarkan pola sebuah perilaku, tanda-tanda dan fenomena tertentu. Termasuk dalam kegiatan meramal adalah menggambarkan masa depan atau mengabarkan hal-hal gaib berdasar wangsit. Yang terakhir ini biasanya tak bisa dituliskan runtutannya.

Nah, berbeda dengan ramalan, analisis nubuat adalah melakukan kajian atas nubuat yang sudah ada,meliputi  olah tafsir dan atau olah hitung atas konten nubuat. Analisis nubuat dengan jelas dapat dijabarkan runtutan proses pikir dan asumsi-asumsinya. Jadi analisis nubuat berbeda dengan ramalan. Akurasi hasil analisis bergantung pada ketepatan interpretasi atas nubuat (disebut tafsir nubuat) serta bergantung pada akurasi perhitungan. Kegiatan ini menggunakan berbagai analyical tools, termasuk di dalamnya etimologi serta gatologi, sah digunakan.

Jadi, jangan menyebut ikhtiar Harold Camping tentang kiamat yang meleset 21 Mei 2011 lalu sebagai nubuat dan ramalan, jelas-jelas dia bukan nabi dan bukan peramal. Itu hanya sebuah analisa. Mengapa meleset? Bisa jadi karena keliru tafsir, kurang cermat dalam menghitung, dan lain-lain.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mempertanyakan Sinkronisasi Token BCA …

Fidelis Harefa | | 05 March 2015 | 23:38

Begalnomics: Kenapa Begal Tetap Ada Meski …

Yoga Ps | | 05 March 2015 | 16:36

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 6 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32

Cara Mudah Download Video dari Youtube Tanpa …

Gunawan | | 05 March 2015 | 15:56

Kalajengking dan Wanita Berbisa …

Pical Gadi | | 05 March 2015 | 22:07


TRENDING ARTICLES

Lulung The Godfather …

Bayu Ertanto | 2 jam lalu

Ahok Budayawan Calon Pemimpin Bangsa …

Abang Rahino | 3 jam lalu

Aksi Bungkam Buwas Ketika Begal Merajalela …

Axtea 99 | 7 jam lalu

Jokowi Mengubah Mitos Lama, Setuju? …

Pratiwi Cristin Har... | 8 jam lalu

Kisruh APBD DKI Jakarta Gegara Siluman …

Syukri Muhammad Syu... | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: