Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Tvespasianus

An eagle-scorpion, a provocative mystic, and a happy single-living magnet

Perbedaan Nubuat, Ramalan, & Analisa

OPINI | 07 August 2011 | 15:12 Dibaca: 568   Komentar: 2   1

Banyak yang masih rancu dalam membedakan antara 3 (tiga) hal : Nubuat, Ramalan, dan Analisis Nubuat. Ketiganya sekilas nampak mirip karena sama-sama berbicara tentang masa depan, tapi sejatinya adalah 3 hal yg sangat berbeda.

13126865442080333783

Nubuat atau jongko adalah sesuatu yg pasti terjadi atas ijin Allah. Ada 2 (dua) jenis nubuat, yaitu nubuat yang terdapat dalam kitab suci dan nubuat yang tidak dituliskan di kitab suci, berupa wahyu yang disampaikan oleh Allah pada para utusan Tuhan dan waliuallah. Contoh nubuat yang bukan kitab suci adalah nubuat yang terdapat pada hadits.

Sedangkan meramal adalah  kegiatan memprediksikan masa depan  berdasarkan pola sebuah perilaku, tanda-tanda dan fenomena tertentu. Termasuk dalam kegiatan meramal adalah menggambarkan masa depan atau mengabarkan hal-hal gaib berdasar wangsit. Yang terakhir ini biasanya tak bisa dituliskan runtutannya.

Nah, berbeda dengan ramalan, analisis nubuat adalah melakukan kajian atas nubuat yang sudah ada,meliputi  olah tafsir dan atau olah hitung atas konten nubuat. Analisis nubuat dengan jelas dapat dijabarkan runtutan proses pikir dan asumsi-asumsinya. Jadi analisis nubuat berbeda dengan ramalan. Akurasi hasil analisis bergantung pada ketepatan interpretasi atas nubuat (disebut tafsir nubuat) serta bergantung pada akurasi perhitungan. Kegiatan ini menggunakan berbagai analyical tools, termasuk di dalamnya etimologi serta gatologi, sah digunakan.

Jadi, jangan menyebut ikhtiar Harold Camping tentang kiamat yang meleset 21 Mei 2011 lalu sebagai nubuat dan ramalan, jelas-jelas dia bukan nabi dan bukan peramal. Itu hanya sebuah analisa. Mengapa meleset? Bisa jadi karena keliru tafsir, kurang cermat dalam menghitung, dan lain-lain.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: