Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Titus

An eagle-scorpion, a provocative mystic, and a happy single-living magnet

Perbedaan Nubuat, Ramalan, & Analisa

OPINI | 07 August 2011 | 15:12 Dibaca: 635   Komentar: 2   1

Banyak yang masih rancu dalam membedakan antara 3 (tiga) hal : Nubuat, Ramalan, dan Analisis Nubuat. Ketiganya sekilas nampak mirip karena sama-sama berbicara tentang masa depan, tapi sejatinya adalah 3 hal yg sangat berbeda.

13126865442080333783

Nubuat atau jongko adalah sesuatu yg pasti terjadi atas ijin Allah. Ada 2 (dua) jenis nubuat, yaitu nubuat yang terdapat dalam kitab suci dan nubuat yang tidak dituliskan di kitab suci, berupa wahyu yang disampaikan oleh Allah pada para utusan Tuhan dan waliuallah. Contoh nubuat yang bukan kitab suci adalah nubuat yang terdapat pada hadits.

Sedangkan meramal adalah  kegiatan memprediksikan masa depan  berdasarkan pola sebuah perilaku, tanda-tanda dan fenomena tertentu. Termasuk dalam kegiatan meramal adalah menggambarkan masa depan atau mengabarkan hal-hal gaib berdasar wangsit. Yang terakhir ini biasanya tak bisa dituliskan runtutannya.

Nah, berbeda dengan ramalan, analisis nubuat adalah melakukan kajian atas nubuat yang sudah ada,meliputi  olah tafsir dan atau olah hitung atas konten nubuat. Analisis nubuat dengan jelas dapat dijabarkan runtutan proses pikir dan asumsi-asumsinya. Jadi analisis nubuat berbeda dengan ramalan. Akurasi hasil analisis bergantung pada ketepatan interpretasi atas nubuat (disebut tafsir nubuat) serta bergantung pada akurasi perhitungan. Kegiatan ini menggunakan berbagai analyical tools, termasuk di dalamnya etimologi serta gatologi, sah digunakan.

Jadi, jangan menyebut ikhtiar Harold Camping tentang kiamat yang meleset 21 Mei 2011 lalu sebagai nubuat dan ramalan, jelas-jelas dia bukan nabi dan bukan peramal. Itu hanya sebuah analisa. Mengapa meleset? Bisa jadi karena keliru tafsir, kurang cermat dalam menghitung, dan lain-lain.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Anggota DPR Ini Seperti Preman Pasar Saja …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

SBY Ngambek Sama Yusril, Rahasia Terbongkar, …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 11 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 11 jam lalu

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Bait Rindu untuk Bapak …

Rizko Handoko | 7 jam lalu

PKB Inisiasi Aksi Walk Out di Sidang …

Nada Dwinov | 8 jam lalu

Mari Melek Sejarah Perlawakan Kita Sendiri …

Odios Arminto | 8 jam lalu

Titik Pijat untuk Masuk Angin …

Radixx Nugraha | 8 jam lalu

Harapan Muhaimin Iskanddar Kandas …

Agus Salim | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: