Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Mukjizat Nabi Yunus

OPINI | 04 August 2011 | 22:58 Dibaca: 4398   Komentar: 0   1

MUZIZAT NABI YUNUS,………

Nabi Yunus adalah nabi yang realistis, menggunakan akal sehatnya menerima wahyu dari alam gaib. Dia disuruh menyampaikan berita kepada penduduk bahwa kota itu akan dihancurkan. Yunus menolak printah itu dengan alasan Allah tidak mungkin memusnahkan kota yang padat penduduknya itu.

Yunuspun pergi meninggalkan kota itu. Dalam perjalanannya itu dia menumpang kapal yang dihadang oleh badai yang tidak lazim. Yunus menyampaikan kepada anak buah kapal bahwa penyebab badai itu adalah dirinya, dia minta supaya anak buah kapal membuangnya ke laut, oleh karena itu anak buah kapal membuang Yunus kelaut.

Yunuspun ditelan oleh ikan iyu, kemudian dimuntahkan kembali kedarat. Menyadari bahwa dia tidak bisa menolak printah itu, diapun menyampaikan ancaman Allah itu kepada penduduk kota.

Penduduk yang mendengar ramalan nabi itu mulai betobat, berpuasa, dan berdoa agar Allah mengampuninya sehingga musibah itu terhindar darinya.

Mendengar pertobatan penduduk, Allah tidak jadi memusnahkan kota itu, Yunuspun kesal dan merasa malu, dan mengatakan pada Allah “ aku sudah katakan bahwa kamu tidak akan memusnahkan kota itu “

Jawab Allah : “Hanya akulah yang tahu apa yang akan aku lakukan “.

Apa arti Muzizat Nabi Yunus,…?

Waktu orang parisi, dari kelompok penentang Yesus minta diperlihatkan muzizat, Yesus katakan “ bagi kamu tidak akan diperlihatkan muzizat, kecuali muzizat nabi Yunus “.

Cukup lama aku mencari arti perkataan Yesus itu, apa perbedaan muzisat nabi Yunus dengan muzisat yang lainnya,.? Seperti muzisat yang dilakukan Yesus,..?

Nabi Yunus di buang ke laut, di telan ikan iyu dan di muntahkan kembali ke darat,..itulah muzisat. Seseorang yang mengingkari Allah, dibuat menderita dulu sampai dia bertobat, sesudah itu baru ditolong Allah. Itulah muzizat nabi Yunus.

Banyak diantara umat Kristen atau umat lainnya yang mengalami seperti itu. Misalnya seseorang hidup seenaknya, tidak percaya Tuhan, suka mabuk, judi dll. Pada puncaknya di kena kasus berat, masuk penjara. Dipenjara dia bertobat, mulai rajin sembahyang. Suatu ketika terjadi keajaiban, dia dibebaskan karena disangka salah tangkap. Allah juga mencobai orang dengan penyakit, karena bertobat dia mendapat kesembuhan secara muzizat. Itulah yang disebut muzisat Nabi Yunus.

Apakah ada muzisat lainnya ,..? tentu ada misalnya seseorang yang mendengar bisikan Allah, dan selalu mengikuti apa kehendak Allah, dia juga akan banyak mengalami muzisat. Misalnya, dia mau berangkat dgn kapal laut. karena suatu sebab dia batal berangkat, sehingga dia tidak mengalami bencana waktu kapal yang akan ditumpanginya tenggelam. Orang semacam ini selalu terhindar dari bencana, itulah muzizat yang di ajarkan Yesus yaitu mengikuti kehendak Allah akan selalu mendapatkan muzizat dalam hidupnya.

Apakah ada manusia semacam ini,.? Tentu ada bahkan lebih banyak dari manusia yang mengalami muzisat nabi Yunus, tetapi semuanya tidak nampak karena mereka jauh dari publikasi masyarakat. Seperti anda lihat di laut, air yang berada dalam laut jauh lebih banyak dari air yang ada di permukaan. Demikian pula manusi yang berada dalam ketenangan jauh lebih banyak dari mereka yang berada dalam alam opini masyarakat. Mereka yang sering muncul di TV, koran dan sarana media lainnya jumlahnya tidak lebih dari 1 % jumlah penduduk, tetapi yang menikmati hidup tentram dengan sarana seadanya jauh lebih banyak, dan moralitas mereka juga jauh lebih baik dari pada mereka yang mengajarkan moralitas tetapi bertindak amoral.

Kalau anda bisa selalu mendengar bisikan Allah, setiap hari anda akan mengalami muzisat Allah, bukan muzisat nabi Yunus. ( made.teling@yahoo.com)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 10:12


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 18 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 20 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Di Bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 13 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 13 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 13 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 13 jam lalu

Peniti Community, Wadah Kompasianer …

Isson Khairul | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: