Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Arbi Sabi Syah

Follow @ArbySyah THE TRANSLATOR BBM me 7F95FF00

Temanku, Cinta Adalah Impian Yang Butuh Perjuangan Panjang

OPINI | 06 July 2011 | 06:39 Dibaca: 745   Komentar: 17   3

1310448882680786598

Ilustrasi/Google

Menemukan dirimu yang kini bersamaku adalah perjuangan tanpa henti. Ibarat seorang pejuang yang telah sekian lama ingin bangsanya terbebas dari belenggu penjajahan dan kini setelah kemerdekaan dirasakan seakan semua pengorbanan yang telah didedikasikan sekian lama dengan segala nyawa sebagai taruhannya pastilah sangat bergembira, terharu, dan merasa bahagia sekali. Begitulah kini yang kurasakan setelah menemukan dirimu setelah berlari kesana kemari, dari sebuah tempat yang dekat hingga ke tempat yang tak mungkin mampu dijangkau orang lain. Kau kini hadir begitu indah. Bahkan keindahanmu tak pernah kubayangkan sama sekali sebelumnya akhirnya bisa kudapatkan.

Begitulah sebait ilustrasi yang merupakan perjalanan panjang menemukan Cinta. Perjuangan tanpa mengenal lelah dalam upaya mendapatkan Cinta bukanlah cerita biasa semudah menghisap jempol tangan kita. Banyak kesulitan sebagai bagian dari proses yang harus dilalui onak durinya. Air mata seakan tak pernah berhenti meski jutaan sekaan dilakukan. Perih dan ngilu rasanya bila luka yang belum sembuh dilukai kembali dan dipaksakan berdarah. Inilah bentuk dari pengorbanan seorang manusia sejati, pejuang tanpa henti di muka Bumi yang selalu berlari, bangun kembali bila terjatuh, dan berlari lagi. Untuk apa harus berhenti bila impian yang ingin dikejar ada di depan mata? Dan mungkin duri yang ada dihadapan kita itu adalah duri terakhir yang menjadi penghalang sebelum sampai pada tujuan yang ingin dicapai yaitu Cinta. Mengapa harus takut menginjaknya?

13104489251165037550

Ilustrasi/Google

Temanku, sulit sekali memenuhi hati dengan kegembiraan. Aku tak pernah membantah itu. Namun, tak ada keindahan sejati tanpa kerja keras. Takkan pernah hadir Cinta seperti yang kau harapkan bila keluhan, umpatan kekecewaan, dan menghukum diri sendiri dengan menganggapnya tak mampu itu terus kau lakukan. Segeralah bangkit dari tidur panjangmu selama ini untuk kembali berlari menemukan Cinta. Hidup tanpa Cinta tak mudah, bukan?!!

Cinta adalah impian yang butuh perjuangan panjang. Tak percaya??! Duh!!! Coba tanyakan temanmu yang berhasil menemukan Cinta itu. Apakah mudah menemukan Cinta? Jika ia mudah, tak ada berita televisi yang mengabarkan seorang mahasiswi ditemukan gantung diri dalam kamar kosnya. Dan jika Cinta itu mudah, tak ada kuli tinta yang memberitahukan kita lewat beritanya seorang Ayah beranak tiga ditemukan tak bernyawa setelah minum racun serangga. Dan kalau memang mendapatkan Cinta itu semudah membalikkan telapak tangan, maka tak akan ada tulisan-tulisan picisan yang menggambarkan keinginan besar mendapatkan Cinta, hingga ada kata-kata “menunggu janda” itu.

13104489872026644496

Ilustrasi/Google

Cinta adalah impian yang tak sekedar cukup butuh semangat besar dalam upaya meraihnya. Apa artinya semangat berkobar dan mengangkasa bahkan kolosal bila tak pernah ada upaya menemukannya? Tetap saja Cinta adalah Impian yang butuh pengorbanan besar untuk bisa dibawa pulang dalam kehidupan dunia yang singkat ini. Cinta pada sesama, Cinta pada makhluk di sekitar kita, dan terakhir adalah Cinta menemukanNya untuk bekal menghadapi pengadilan akhirat. Bila tak bisa temukan Cinta itu selama kita hidup di dunia ini, maka Neraka dengan bahan bakar utamanya diri kita dan bebatuan akan setia membakar dan membuat Anda abadi di dalamnya.

Semoga berkenan dan memenuhi harapanmu temanku.

Salam Kompasiana.[BA]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: