Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Arbi Syah Sabi

Kalo kata @Sheilaon7 "menikmati indahmu dari sisi gelapku..." #always4U270185

Temanku, Cinta Adalah Impian Yang Butuh Perjuangan Panjang

OPINI | 06 July 2011 | 06:39 Dibaca: 752   Komentar: 17   3

1310448882680786598

Ilustrasi/Google

Menemukan dirimu yang kini bersamaku adalah perjuangan tanpa henti. Ibarat seorang pejuang yang telah sekian lama ingin bangsanya terbebas dari belenggu penjajahan dan kini setelah kemerdekaan dirasakan seakan semua pengorbanan yang telah didedikasikan sekian lama dengan segala nyawa sebagai taruhannya pastilah sangat bergembira, terharu, dan merasa bahagia sekali. Begitulah kini yang kurasakan setelah menemukan dirimu setelah berlari kesana kemari, dari sebuah tempat yang dekat hingga ke tempat yang tak mungkin mampu dijangkau orang lain. Kau kini hadir begitu indah. Bahkan keindahanmu tak pernah kubayangkan sama sekali sebelumnya akhirnya bisa kudapatkan.

Begitulah sebait ilustrasi yang merupakan perjalanan panjang menemukan Cinta. Perjuangan tanpa mengenal lelah dalam upaya mendapatkan Cinta bukanlah cerita biasa semudah menghisap jempol tangan kita. Banyak kesulitan sebagai bagian dari proses yang harus dilalui onak durinya. Air mata seakan tak pernah berhenti meski jutaan sekaan dilakukan. Perih dan ngilu rasanya bila luka yang belum sembuh dilukai kembali dan dipaksakan berdarah. Inilah bentuk dari pengorbanan seorang manusia sejati, pejuang tanpa henti di muka Bumi yang selalu berlari, bangun kembali bila terjatuh, dan berlari lagi. Untuk apa harus berhenti bila impian yang ingin dikejar ada di depan mata? Dan mungkin duri yang ada dihadapan kita itu adalah duri terakhir yang menjadi penghalang sebelum sampai pada tujuan yang ingin dicapai yaitu Cinta. Mengapa harus takut menginjaknya?

13104489251165037550

Ilustrasi/Google

Temanku, sulit sekali memenuhi hati dengan kegembiraan. Aku tak pernah membantah itu. Namun, tak ada keindahan sejati tanpa kerja keras. Takkan pernah hadir Cinta seperti yang kau harapkan bila keluhan, umpatan kekecewaan, dan menghukum diri sendiri dengan menganggapnya tak mampu itu terus kau lakukan. Segeralah bangkit dari tidur panjangmu selama ini untuk kembali berlari menemukan Cinta. Hidup tanpa Cinta tak mudah, bukan?!!

Cinta adalah impian yang butuh perjuangan panjang. Tak percaya??! Duh!!! Coba tanyakan temanmu yang berhasil menemukan Cinta itu. Apakah mudah menemukan Cinta? Jika ia mudah, tak ada berita televisi yang mengabarkan seorang mahasiswi ditemukan gantung diri dalam kamar kosnya. Dan jika Cinta itu mudah, tak ada kuli tinta yang memberitahukan kita lewat beritanya seorang Ayah beranak tiga ditemukan tak bernyawa setelah minum racun serangga. Dan kalau memang mendapatkan Cinta itu semudah membalikkan telapak tangan, maka tak akan ada tulisan-tulisan picisan yang menggambarkan keinginan besar mendapatkan Cinta, hingga ada kata-kata “menunggu janda” itu.

13104489872026644496

Ilustrasi/Google

Cinta adalah impian yang tak sekedar cukup butuh semangat besar dalam upaya meraihnya. Apa artinya semangat berkobar dan mengangkasa bahkan kolosal bila tak pernah ada upaya menemukannya? Tetap saja Cinta adalah Impian yang butuh pengorbanan besar untuk bisa dibawa pulang dalam kehidupan dunia yang singkat ini. Cinta pada sesama, Cinta pada makhluk di sekitar kita, dan terakhir adalah Cinta menemukanNya untuk bekal menghadapi pengadilan akhirat. Bila tak bisa temukan Cinta itu selama kita hidup di dunia ini, maka Neraka dengan bahan bakar utamanya diri kita dan bebatuan akan setia membakar dan membuat Anda abadi di dalamnya.

Semoga berkenan dan memenuhi harapanmu temanku.

Salam Kompasiana.[BA]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 4 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 4 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tipe-tipe Tamu Undangan Pernikahan …

Hanindya Wardhani | 8 jam lalu

Maraknya Pelecahan Seksual Terhadap Anak di …

Widia Wati | 8 jam lalu

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | 8 jam lalu

So-SIAL Media: Interaksi tanpa Intonasi …

Zulkifli Taher | 8 jam lalu

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: