Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Siti Swandari

terbuka, ingin bersahabat dengan siapapun dan dimana saja,with heartfelt wishes. gemini, universitair, suka baca, nulis , selengkapnya

Sultan Harun Al-Rasyid Tiada, Media Gantinya

OPINI | 30 June 2011 | 17:56 Dibaca: 727   Komentar: 0   0

13094132351037565554

Harun Al-Rasyid versi Indonesia

Didalam dongeng 1001 malam ada kisah tentang Sultan Harun Al-Rasyid.
Kalifah satu ini terkenal karena bijaksana, arif dan adil dalam pemerintahannya.

Rakyat dinegara itu heran, karena Sultan bisa benar mengerti seluk beluk keadaan rakyatnya.
Jika ada pejabat dinegara yang melaporkan keadaan suatu masalah , sang baginda tidak langsung percaya , tetapi kemudian mengerti kalau laporan itu bohong, dimanipulasi atau direkayasa oleh pejabat yang bersangkutan.
Dan pejabat yang suka “ ASS “ ( Asal Sultan Senang ) akan dikenai sanksi dengan pidana yang semestinya.

Semua rakyat mengira kalau sang Sultan itu mempunyai Jin - jin Bhagdad yang terkenal disetiap kisah 1001 malam.
Konon mereka makin takut dan amat menghormati kalifahnya, tidak berani berbuat kecurangan atau kesalahan yang sudah menjadi aturan di wilayah itu, karena pasti bakal ketahuan Jin Baghdad .

Tetapi sebenarnya Harun Al-Rasyid mempunyai trik tertentu dalam menjalankan pemerintahannya.
Dia tidak percaya begitu saja dengan segala laporan manis pejabat-pejabat dinegara itu, yang konon suka berbohong untuk keuntungan dan kepentingannya sendiri.

Jadi diam-diam, menurut dongeng, Sultan sering menyelinap pergi malam hari menyamar dan keluar istana, kemudia bercampur dan bergaul dengan rakyatnya., sebagai rakyat biasa.
Sehingga dengan nongkrong santai bersama para penduduk, beliau faham benar dan mengerti kehendak dan kebutuhan rakyatnya serta sas-sus yang beredar.
Kebobrokan para pembantu-pembantunyapun bisa diketahui oleh beliau,

Tetapi itu cuma dongeng, meskipun setelah dikaji, dipikir dan ditelaah, ada benarnya juga dan bisa diterapkan untuk masa kini meskipun dengan cara yang lain.

Seorang kepala Pemerintahan jangan hanya percaya pada segala laporan anak buahnya saja, lebih-lebih jika bawahannya suka “ menjilat “, jadi dia harus turun tangan sendiri untuk mengerti keadaan rakyat yang sebenarnya.

Dan dijaman mbah Google yang canggih ini, seorang Presiden tidak usah repot seperti dongengnya Harun AL-Rasyid, pakai keluar malam-malam menyamar guna mendekati rakyat, dan mengetahui kebutuhan rakyatnya.

Apalagi Indonesia Negara yang amat luas dan besar, pasti ribet jika memakai metode itu, belum beli pesawat Kepresidenan, pasti anggarannya jadi berlipat.

Juga tidak perlu panggil Jin Baghdad, atau Jin yang lain, Tetapi cukup dengan
M-E-D-I-A, bisa media slektronik atau media cetak.
Sekarang media sudah demikian majunya, dalam hitungan menit apapun yang terjadi dibelahan bumi manapun bisa segera terpantau.

Jangan curiga dahulu jika ada laporan yang kurang berkenan dari kinerja pejabat bawahannya.
Juga jangan medianya yang dicurigai atau malah mau di-block atau dibreidel.

Harus dicheck dahulu, baru mengambil keputusan. Jika suatu media terus menerus melaporkan dan mengulang-ulangnya suatu “ penyimpangan “ itu karena Pemerintah belum juga tanggap dengan laporan itu,

Memang ada media yang sok kebablasan jika mengekspos sesuatu, ini karena untuk menarik pejabat yang terkait, yang menangani masalah itu untuk segera ditangani dengan tuntas. Contoh : Lumpur Lapindo.

Jangan terulang lagi seperti Ruyati, yang sesudah dipancung, baru Pemerintah seperti kebakaran jenggot, padahal media sudah mengulasnya berbulan sebelumnya.

Meskipun hanya dongeng, tokoh HarunAl- Rasyid bisa menjadi inspirasi , meskipun
dengan versi, jaman yang lain tetapi dengan inti yang sama.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 9 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 16 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 12 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 12 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 12 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 12 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: