Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Hariyadi

Ingin ikut berbagi meskipun blm bisa memberikan yang terbaik...

Filsafat Air

OPINI | 21 June 2011 | 01:33 Dibaca: 592   Komentar: 8   0

Lihatlah air dia akan terbentuk sesuai wadahnya, kalau wadahnya bulat maka dia akan ikut menjadi bulat, kalau wadahnya segitiga dia akan ikut menjadi segitiga, kalau wadahnya kotor airnya yang bersihpun akan ikut menjadi kotor dan seterusnya. Artinya lingkungan akan mempengaruhi karakter kepribadian seseorang.

Kalau seseorang tinggal di suatu negara, taruhlah dia tinggal di negara-negara moderen seperti, Amerika, Jerman, prancis dll. Maka lambat laun ‘Mindset’nya akan berubah sesuai dengan adat istiadat, budaya dan habit di negara tersebut, mulai dari cara bicaranya, cara berpikirnya, cara berpakaiannya bahkan cara makannya sekalipun, bagi yang tidak pandai memilahnya maka orang tersebut akan menjadi korban ‘Stereo type’.

Kalau di Indonesia jika seseorang ingin memanggil orang yang lebih tua maka dia akan menambahkan kata; Mbak/Mas, Abang/None, Akang/neng dll tapi kalau di Eropa dan Amerika karena alasan persamaan gender besar maupun kecil akan di panggil namanya, kalau di Amerika orang makan pakai tangan kiri itu biasa tapi kalau di Indonesia yang menganut paham ketimuran akan mengatakan itu: Tidak sopan, Mboten Apik jare wong jowo, Acha Nehi kata orang India, Walang Maganda kata orang filipin, ma fi zein kata orang Arab dll silahkan tambah sendiri…

Salah satu budaya Amerika yang lain kalau ada seseorang yang ulang tahun, justru teman-temannya lah yang harus mentraktirnya, kebalikan dari kita orang Asia yang ulang tahun harus mentraktir, saya membayangkan kalau budaya ini di terapkan di Indonesia maka pas hari ulang tahun saya, di jamin saya akan kesepian karena semuanya bakal kabur takut di minta mentraktir, Begitu juga di perancis jika seorang perempuan menyukai kebaikan anda dia akan memberikan hadiah special buat anda yaitu French kiss.

Lihatlah teman-teman kita yang kerja di Hongkong, Taiwan, jepang, Korea banyak yang meniru cara berpakaian ala mereka maksudnya fashionnya bukan pakaian adatnya, cara makan pun begitu  di Indonesia biasa pakai sendok di sana pakai sumpit.

Namanya juga budaya artinya hasil budi dan daya serta cipta karsa manusia itu sendiri, setiap bangsa akan mengklaim budayanya lah yang paling bagus, di butuhkan kearifan dan kebijaksanaan dalam menyikapinya, prinsip di mana bumi berpijak di situ langit di jungjung tetap harus di pegang, artinya jangan ngotot untuk membenturkan budaya kita dengan bangsa lain, ambil yang baik buang yang jelek, hingga tidak terjadi yang namanya ‘Shock Culture’, seperti yang di alami teman saya dia sudah bertahun-tahun kerja di Jerman di bidang konstruksi perkapalan ketika mendapat proyek di UAE, dia mencak-mencak melihat orang arab kalo ngomong keras terus klo manggil orang dari luar hanya mencet klakson, ya saya jawab aja ini negara mereka ya terserah meraka mo ngapain alias kagak usah sewot. Peace….

Intinya hiduplah di lingkungan yang bersih agar anda juga ikut bersih, peganglah paham serta budaya kita sendiri, jangan terpengaruh oleh budaya dan paham bangsa lain yang tidak cocok dengan kepribadian kita bangsa Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 8 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 8 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 18 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 19 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: