
Lelaki.Memiliki Awal dan Menuju Akhir,Humoris Normatif dan hidup apa adanya. Senang Memberikan Komentar @kompasiana
Dibaca: 63
Komentar: 4
Nihil
Sikap tenang dan Tegar adalah salah satu taktik atau alat untuk mengecoh keadaan, biarpun dalam alam kenyataan hanya dalam sebuah penampakah wajah yang tidak kelihatan ada masalah yang menimpa didalam yang apabila dikupas oleh permasalahan ,ahli hipnotis atau ahli kejiwaan masalah itu luar biasa besar , mungkin setiap individu hidup pernah mengalaminya mungkin hanya kadang kadang tidak secara merata.
Melihat permasalahan permasalahan yang lagi oleh pemimpim dan mantan mantan pejabat negeri ini didepan mata yang kadang kadang apabila kita memiliki pikiran ,masalah ini sudah masalah akut berbelit belit ,banyak lendir lendir yang rela melepaskan dan mengamankan diri dari jeratan Berbagai masalah.Tapi apa daya semuanya sudah diumbar keranah publik mentah mentah dan dengan pertimbangan agar supaya ada titik terang diantara gelap gelap gulita . Apakah masalah ini karena ada masalah keterkaitan emosional-kepentingan dan dendam terpendam, Bukan kah kita secara individu setiap hari keagamaan turut serta ikut dan memiliki pendidikan serta pengalaman yang lumayan lumayan , tapi apakah keyakinan itu adalah bagian luar dari jabatan,apakah nurani sudah mati bangai mati suri di dalam alam kenyataan.
Karena melihat permasalahan sudah masuk kategori : permasalahan pusaran putaran dan cara untuk menyelesaikan permaalahan perlu keberanian yang luar amat sangat luar biasa , bukan hal mudah menyelesaikan masalah yang sedang komplikasi secara menyeluruh , perlu Ahli yang mumpungi yang belum ternoda tapi apakah ini ada atau barang langka yang sulit dicari dibelantara katulistiwa ,dukungan luar biasa serta didukung oleh publik apakah memberikan jalan kearah kenyataan ,Apabila tidak maka akan macet ditengah belantara rimba yang tidak tau dimana?.
Jadi sebelum masalah makin klimaks perlu ketenangan,kesabaran,kehati hatian ,nurani dan analisa logika hidup dalam kenyataan.
Bukan suatu ketenangan yang fiktif yang dibalut dalam suatu kenyataan yang Jamak .Karena permasalahan letaknya diatas bukan masalah kelas marginal/ bawah.