
Lelaki.Memiliki Awal dan Menuju Akhir,Humoris Normatif dan hidup apa adanya. Senang Memberikan Komentar @kompasiana
Dibaca: 35
Komentar: 0
Nihil
Semakin maraknya sikap para pejabat pejabat negeri ini yang sudah berani dengan tegas mengatakan yang sesungguhnya dalam hal yang semestinya dalam aturan baku bernegara mungkin banyak permasalahan , ini bukan hanya itu saja , ini dapat dilihat dari sikap mantan Wakalpolri Adang Daradjatun dalam Menguraikan keterangan ”masih banyak yang lainya yang mesti diperiksa dan dijamah terlebih dahulu , mengapa istri saya didahulukan kan ada yang lebih besar masalahnya dari ini, kasus ini hanya kasus teri dibandingkan dengan lainya yang besar yang lebih besar dari ikan paus yang dalam intinya , banyak inti permasahanya akan dapat dibuka dalam lembaran apabila ditelusuri. karena biasanya ikan paus banyak mengandung minyak dan tinggi pengaruh proteinya serta banyak penikmatnya sudah menikmatinya jadi ada aturan ulur ulur tarik nantinya sedikit. ini adalah salah satu sikap yang memberikan pencerahan yang sebenaarnya dalam keadaan yang semestinya.mungkin karena para pelaku merasa akan diikut sertakan apabila dibuka secara terang berderang.
Mengapa akhir akhir ini banyak pejabat ingkar dari dilema suatu permasalahan yang dialami, mungkin karena tidak ada rasa kepuasan atau keadilan yang patut diterima seadanya bila mematuhi pemanggilan, Rasa keadilan yang diberikan masih banyak didasari karena hubungan kongsi kongsi atau hubungan kekeluargan dan merambah ke pengaruh suatu kepentingan partai untuk mencuci muka di publik agar kelihatan bersih dan mulus , jadi keadilan yang diberikan pemerintah masih bersifat janggal dalam memutuskan suatu keputusan itu bila dianalisa secara logika menganalisa . karena semua keputusan diambil dari hal kecil sampai kehal besar masih memiliki berpengaruh pada wewenang kekuasan dan ditambah pengaruh dana dalam bentuk apapun juga turut serta sebagai penentu suatu kebenaran dalam berkeadilan , jadi sudah kecelakaan kena celaka lagi kurang lebihnya sama Hasilnya akhirnya.
Jadi selama masih ada wewenang kekuasan dalam menentukan keputusan suatu keadilan dalam bentuk kongsi aturan akan niscaya banyak yang akan menuruti suatu pemanggilan dalam bentuk apapun.Karena yang dipanggil juga merasa ada keterbatasan keterlibatan dalam masalah.dan memiliki pemahaman dari permasalah sebelumnya juga tidak pernah selesai .Termasuk pernah melihat dan menangani permasahan yang sama atau dengan kata lain Mantan mulai dari permasalahan yang dibawah sampai keranah yang lebih tinggi dan bercermin dari permasalahan itu juga bisa menjadi acuan dari pengingkaran adalah hal yang lumrah.
Jadi apakah akan banyak yang mengingkar atau menuruti aturan pemanggilan .kita hanya bisa melihat keadaan kenyataan kedepanya dalam bentuk nyata atau suatu bentuk sandiwara ke masyarakat.karena yang menentukan semua adalah para pemikul tanggung jawab dibidang hukum untuk memutuskan dengan berkeadilan dan bidang lainya . Rakyat hanya sebagai pemerhati dari berbagai kejadian permasalahan dalam menyelesaikan bagaimana yang dilakukan atau dengan kata lain melihat dari segi tanggung jawab moral Pejabat kenegeri ini.
Apakah masih ada Pejabat memiliki moral atau lagi disimpan dalam Hati ( dikandangkan) . Menunggu kambing Hitam selanjutnya yang akan memberikan keterangan ngawur ( palsu ) yang jauh dari penjelasan inti suatu permasalahan yang tidak akan menyelesaikan suatu permasalahan yang berakibat Masalah berkepanjangan . Semoga tidak sedemikian .
semoga yang terbaik kedepanya adanya, itu yang kita harapkan