Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Titus

An eagle-scorpion, a provocative mystic, and a happy single-living magnet

Joyoboyo Code: Tanggal Lahir Satrio Piningit

REP | 11 June 2011 | 09:44 Dibaca: 8253   Komentar: 33   3

13555542352131138155

Shree Khalki Avatar

“Moral Hazard” melanda bangsa, menuju titik kritis. Ya! Bangsa ini sedang di-nol-kan. Saat ini kita berada di siklus Kaliyuga, dark ages; dimana jamak manusia memandang martabat ditentukan oleh uang dan jabatan, maraknya kemunculan para pencuri berjas berdasi, mencuri di siang hari, yang memergoki malah terbirit takut setengah mati, lebih aman diam mulut terkunci, menjamurnya pemimpin amnesia, isuk dele sore tempe. Namun di sisi, lain manusia jujur justru tersisih, terpenjara, Inilah masa prihatin, masa sakit. Bila kita mampu melaluinya dengan hikmat dan sabar, masa prihatin tak lain adalah sebuah proses menuju kemenangan, bagai puasa menuju fitri, gugur menuju semi, perih bangsa menuju lahirnya pemimpin sejati.

Penantian panjang datangnya pertolongan Maha Kuasa melalui sesosok manusia “bener, jejeg, jujur” akankah segera berjawab? Doa jamaah terzalimi, jerit prihatin bangsa kapankah dikabulkan? Tak ada keraguan atas janji Tuhan. Munculnya sosok Satrio Piningit telah banyak dinubuatkan dengan berbagai nama tapi satu sosok : Imam Mahdi, Kalki Avatar, Maitreya, Last Messiah. Para pemerhati dan penanti Satrio Piningit, tentu tak asing lagi dengan tafsir  bait terakhir Jongko Joyoboyo.

Tulisan ini sengaja saya sebut Joyoboyo Code! DaVinci Code versi Nusantara, yang sungguh tak kalah dengan nostradamus sekalipun. Mari kita simak ulang bait demi bait dengan seksama. Joyoboyo nampak berusaha seteliti mungkin menyampaikan karakter atau sifat-sifat Satrio Piningit. Pola pikir code cracking-nya sederhana. Umumnya, kita mencoba mengenali karakter seseorang dengan mengetahui tanggal lahirnya terlebih dahulu, kemudian dapat diprediksikan secara garis besar karakter orang tersebut dengan menggunakan berbagai konsep astrologi, misal : zodiak, primbon jawa, Chinese astrology, numerology, dan lain-lain.

Rupanya Joyoboyo sedang “nyondro” dalam bait terakhirnya ini, untuk menggambarkan sosok Satrio Piningit. Nyondro adalah istilah jawa untuk mendeskripsikan ciri-ciri dan karakter seseorang. Sehingga, untuk dapat mengidentifikasi siapakah Satrio yang dimaksud, penulis menggunakan logika sederhana berupa proses pembuktian terbalik sebagai berikut :

KARAKTER >> ZODIAK >> TANGGAL LAHIR

Karakter (condro) menuntun kita menemukan zodiak seseorang, dan astrologi akan menuntun kita menemukan tanggal lahirnya! Benar, Ini sebuah pendekatan baru! Berikut petikan bait Joyoboyo yang mengandung penggambaran karakter Satrio Piningit, yaitu bait 159, 166, dan 167.

BAIT 159 :

selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun

sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu

bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa

apasurya padha bethara Kresna, awatak Baladewa

agegaman trisula wedha

selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun

sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu

akan ada dewa tampil berbadan manusia

berparas seperti Batara Kresna, berwatak seperti Baladewa

bersenjata trisula wedha

Analisa Astrology Bait 159 :

  • Dewa berbadan manusia disebut dewa bumi (jawa) atau mahadewa. Ini menunjukkan bahwa SP berada di bawah naungan Dewa = “Mahadewa” (kalender Bali) atau Padewan = “Sri” (kalendar Jawa). Hal ini sangat bersesuaian dengan ramalan tanggal lahir Kalki Avatar (SP versi Hindu), dalam Kalki Purana (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Kalki). Diperkuat dgn syair berikutnya pada kata-kata Kresna (Sri Kresna) Baladewa (Sri Baladewa). Sri adalah sebuah gelar bangsawan.
  • Bersenjata trisula, bermakna tanggal lahir SP dibawah naungan planet astrologi “Neptunus”. Dalam mitologi Yunani, dewa penjaga neptunus ini adalah Poseidon bersenjata trident (=trisula). Poseidon adalah dewa laut (God of Sea).

BAIT 166 :

idune idu geni

sabdane malati

sing mbregendhul mesti mati

ludahnya ludah api

sabdanya sakti (terbukti)

yang membantah pasti mati

Analisa Astrology Bait 166 :

ludah api, sabda sakti = berarti tanggal lahir SP dibawah naungan wuku “landep” (= tajam)

Bait 167 :

waskita pindha dewa

bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira

pindha lahir bareng sadina

ora bisa diapusi marga bisa maca ati

wasis, wegig, waskita,

ngerti sakdurunge winarah

bisa pirsa mbah-mbahira

angawuningani jantraning zaman Jawa

ngerti garise siji-sijining umat

Tan kewran sasuruping zaman

pandai meramal seperti dewa

dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda

seolah-olah lahir di waktu yang sama

tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati

bijak, cermat dan sakti

mengerti sebelum sesuatu terjadi

mengetahui leluhur anda

memahami putaran roda zaman Jawa

mengerti garis hidup setiap umat

tidak khawatir tertelan zaman

Analisa Astrology Bait 167 :

Kemampuan2 supranatural seperti gambaran di bait 167 ini menggambarkan SP mempunyai neptu “laku pandhita sakti” (versi astrology jawa) atau Dasawara : pandita (versi astrology Hindu Bali)

Dari analisa astrology atas bait 159, 166, dan 167 di atas dapat ditarik KESIMPULAN bahwa Satrio Piningit haruslah seseorang yang berzodiak :

  1. Dasa wara : pandhita
  2. Wuku : landep
  3. Dewa : mahadewa

PROSES PENCARIAN TANGGAL LAHIR :

Dasa wara : pandhita

Wuku : landep

Dewa : mahadewa

  • Check yang  ada di depan pilihan wewaran (baca petunjuk)
  • Asumsikan, usia SP di tahun 2011 ini antara 30 S/D 50 tahun, maka range tahun kelahirannya adalah tahun 1961 s/d 1981. Inputkan range tahun 1961 s/d 1981, maka akan diperoleh tanggal lahir SP, di berbagai pilihan usia, sebagai berikut :

24 Nopember 1961 ; 22 Juni 1962 ; 18 Januari 1963 ; 16 Agustus 1963 ; 13 Maret 1964 ; 9 Oktober 1964 ; 7 Mei 1965 ; 3 Desember 1965 ; 1 Juli 1966 ; 27 Januari 1967 ; 25 Agustus 1967 ; 22 Maret 1968 ; 18 Oktober 1968 ; 16 Mei 1969 ; 12 Desember 1969 ; 10 Juli 1970 ; 5 Pebruari 1971 ; 3 September 1971 ; 31 Maret 1972 ; 25 Mei 1973 ; 21 Desember 1973 ; 19 Juli 1974 ; 14 Pebruari 1975 ; 12 September 1975 ; 9 April 1976 ; 5 Nopember 1976 ; 3 Juni 1977 ; 30 Desember 1977 ; 28 Juli 1978 ; 23 Pebruari 1979 ; 21 September 1979 ; 18 April 1980 ; 14 Nopember 1980 ; 12 Juni 1981

Bukankah Jongko Joyoboyo ini ramalan hebat dari bangsa yang juga bakal hebat?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Cari Info Wisata Bukan Paket Liburan …

Pandu Aji Wirawan | 8 jam lalu

KIS Diberlakukan, SDM Kesehatan Siap-Siap …

Dian Arestria | 8 jam lalu

#R …

Katedrarajawen | 8 jam lalu

Australia Berubah Total, Indonesia Perlu …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Bebaskan MA! …

Harja Saputra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: