Artikel

Filsafat

Hento2008

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Menulis sebagai upaya untuk mengingatkan diri sendiri. Bila ada yang merasakan manfaatnya, itupun karena dirinya sendiri.....

Perjalanan Manusia: Theis menuju Atheis…..


OPINI | 09 June 2011 | 08:00 Dibaca: 109   Komentar: 2   Nihil

Itulah perjalanan manusia sesungguhnya. Manusia lahir ke dunia dari bayi sampai umur 4 tahun atau mungkin 5 tahun tidak mengenal Tuhan. Mereka sangat ceria dan bisa bermain dengan bebas tanpa ada pikiran yang mengkotak-kotakkan. Kotak-kotak tentang bertuhan atau tidak bertuhan. Setelah mulai memahami kehidupan dan dogma agama, mulailah mereka diperkenalkan adanya Tuhan. Dan ada yang merasa memiliki. Sehingga mengaku itu tuhannya.

Saat kematian semestinya kita sadar bahwa semua pengetahuan akan menjadi beban. Termasuk pengetahuan tentang Tuhan. Janganlah pengetahuan dibawa mati. Yang diperlukan mengubah dari pengetahuan menjadi pengalaman. Artinya pengetahuan dari Tuhan menjadi mengalami Tuhan.

Saati mengalami Tuhan, tiada lagi Tuhan. Karena ia telah melebur dalam (walaupun sesungguhnya istilah ini kurang tepat) Tuhan. Bagaimana mungkin melebur dengan Tuhan bisa dikatakan melebur jika masih ada perpisahan antara dia dan Tuhan. Dan itu hanya bisa terjadi di dunia.

Manusia kenal Tuhan karena diperkenalkan oleh manusia lainnya. Hewan tidak kenal Tuhan. Mereka hidup secara naluri. Mungkin ada yang bilang bahwa hewan itu buas. Tapi selama ini tidak ada harimau memangsa anaknya atau sesamanya. Manusia????? Sering banget menggauli anak kandung sendiri. Bukankah ini sama saja memangsa anaknya??? Manusia mendzolimi sesamanya dengan merampas hak orang tersebut karena membudakkan diri kepada nafsu syahwatnya. Hewan makan mangsanya, tampaknya kejam tapi ia memangsa karena memang itu makanan harimau. Kecuali harimau vegetarian yang sudah lama bergaul dengan manusia yang vegetarian juga.

Hewan memakan karena lapar. Manusia? Sudah kenyangpun memikirkan anak turunnya bagaimana. Ia sudah tidak percaya lagi keadilan Tuhan. Ia seakan Tuhan. Karena ia belum mengalami Tuhan. Mereka yang mengalami Tuhan akan merasakan sebagai bagian dari alam semesta. Satu kesatuan dengan semesta…

Dari theis menuju atheis. Peleburan dan penyatuan dengan Tuhan. Tiada lagi perpisahan antara tuan dan hamba…

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: