Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Sila Pertama Pancasila

OPINI | 01 June 2011 | 00:22 Dibaca: 956   Komentar: 1   0

Cuma satu kata yang keluar dari hati dan mulut untuk  dan pendiri bangsa lainnya kala membaca sila per sila dari , yaitu dahsyat!!! Sebagian warga Indonesia pasti pernah berpikir, andai saja benar-benar diterapkan maka republik ini pasti sudah menjadi negara maju. Lalu kenapa menerapkan lima sila saja susah sekali? Atau mungkin kita yang salah dalam mengkonsepkan  di dalam hati dan tindakkan?

Coba cara ini untuk meresapi nilai-nilai luhur Pancasila. Cukup baca sila pertama yang berbunyi “”, lalu diterapkan dalam tindakkan dan semua masalah akan selesai dengan bantuan-Nya. Tidak percaya? coba saja sendiri. Misalnya sekarang kita tidak punya pekerjaan, bagi yang beragama Islam, sering-seringlah beribadah ke masjid, lalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa-nya untuk mendapatkan pekerjaan. Saya yakin setelah kita sering berdoa, maka ada saja jalan perubahan untuk mendapatkan pekerjaan. Konsep ini pun berlaku untuk hal pendidikan, politik, kerukunan beragama, keadilan sosial, dan lain lain.Sila pertama di dalam Pancasila adalah sila induk dari keempat sila setelahnya.

Jika penerapan kita terhadap sila pertama kurang mantap, maka penerapan keempat sila setelahnya pun akan amburadul. Mau contoh? ya Indonesia ini. Andai saja semua warga negara Indonesia meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, maka dia akan takut melakukan korupsi, karena dia juga pasti meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan melakukan perhitungan di hari pembalasan.(Reza)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ABG Tanpa Malu Mengakses Video Porno di Area …

Opa Jappy | | 24 January 2015 | 21:59

Kota Malang: Dulu Ijo Royo-royo, Sekarang …

Sri Krisna | | 25 January 2015 | 13:48

Saksi Bohong di Sidang MK …

Hendra Budiman | | 25 January 2015 | 21:00

Inilah Olahraga yang Indah: Kisah Duo …

Aditya Prahara | | 25 January 2015 | 14:10

Kebiasaan Buruk Tempat Wisata …

Widianto.h Didiet | | 24 January 2015 | 15:46


TRENDING ARTICLES

Surat Cinta Untuk Pak Tedjo …

Masykur A. Baddal | 6 jam lalu

Marwah, Wibawa dan Harga Diri Jokowi …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Siapa yang Buang Bayi di Bengawan Solo? …

Gaganawati | 9 jam lalu

Surat Terbuka kepada Megawati Sukarnoputri …

Ilyani Sudardjat | 13 jam lalu

Dewasanya Polri, Liciknya Oknum KPK …

Ar Kus | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: