Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Sila Pertama Pancasila

OPINI | 01 June 2011 | 00:22 Dibaca: 928   Komentar: 1   0

Cuma satu kata yang keluar dari hati dan mulut untuk  dan pendiri bangsa lainnya kala membaca sila per sila dari , yaitu dahsyat!!! Sebagian warga Indonesia pasti pernah berpikir, andai saja benar-benar diterapkan maka republik ini pasti sudah menjadi negara maju. Lalu kenapa menerapkan lima sila saja susah sekali? Atau mungkin kita yang salah dalam mengkonsepkan  di dalam hati dan tindakkan?

Coba cara ini untuk meresapi nilai-nilai luhur Pancasila. Cukup baca sila pertama yang berbunyi “”, lalu diterapkan dalam tindakkan dan semua masalah akan selesai dengan bantuan-Nya. Tidak percaya? coba saja sendiri. Misalnya sekarang kita tidak punya pekerjaan, bagi yang beragama Islam, sering-seringlah beribadah ke masjid, lalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa-nya untuk mendapatkan pekerjaan. Saya yakin setelah kita sering berdoa, maka ada saja jalan perubahan untuk mendapatkan pekerjaan. Konsep ini pun berlaku untuk hal pendidikan, politik, kerukunan beragama, keadilan sosial, dan lain lain.Sila pertama di dalam Pancasila adalah sila induk dari keempat sila setelahnya.

Jika penerapan kita terhadap sila pertama kurang mantap, maka penerapan keempat sila setelahnya pun akan amburadul. Mau contoh? ya Indonesia ini. Andai saja semua warga negara Indonesia meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, maka dia akan takut melakukan korupsi, karena dia juga pasti meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan melakukan perhitungan di hari pembalasan.(Reza)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Karnaval Kota yang Paling Ditunggu …

Ikrom Zain | | 30 August 2014 | 14:46

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 10 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 11 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 13 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Peranku bagi Indonesia …

Wiranota Hesti | 8 jam lalu

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | 8 jam lalu

Penampilan Wadyabala Kanjuruhan dan …

Mas Ukik | 8 jam lalu

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 8 jam lalu

Kuliner Vietnam Kala Itu… …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: