Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Thomas Pras

Hitam - Putih, Cafein - Nikotin.

Perbincangan tentang Tuhan: Syair Bimbo, Bus Kota dan Matahari

OPINI | 23 May 2011 | 14:59 Dibaca: 249   Komentar: 6   0

Sewaktu membuka kompasiana petang ini, beberapa comment dari sahabat kompasianer sudah menunggu balasan.  Di antaranya adalah komentar-komentar pada artikel “Perbincangan tentang Tuhan” , selengkapnya di http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/22/perbincangan-tentang-tuhan/

Salah satu komentar yang menarik perhatian adalah komentar Saudari Della Anna, sebagai berikut :

Teman Thomas,

Tuhan adalah tempat kita mengadu ( seperti lagu Bimbo )

Entah mengapa saya langsung terbayang reffrein  lagu Bimbo yang terkenal itu:

“Aku jauh - ENGKAU jauh, aku dekat - ENGKAU dekat” …

Lalu pikiran dan hati ini mengembara …

dan …..  Clap ! ………….  yang terbayang adalah Bus Kota !

Aneh ! pikir saya menggugat pikiran saya sendiri ….

Lantas terjadilah dialog antara Thomas 1,  Thomas 2, dan Thomas 3 …

Thomas 1 : Bus Kota ! ….

Thomas 2 : Kok bisa, hubungannya apa !? nggak jelas deh idenya … ( setengah kesel).

Thomas 1 : Kalo ga jelas emang harus nanya, yang nggak harus itu keselnya ! (setengah nyindir).  Dengerin nih, Tuhan itu, seperti kata Bimbo, jauh dekat tergantung maunya manusia …..

Thomas 3 : Kok bisa !? (memotong pembicaraan, nggak sabar) …

Thomas 1 : Makanya dengerin dulu sampai selesai, main potong aja sih ente demennya, jadinya malah lama kan !?

Thomas 3 : Iya - iya, sorry, lanjut deh …

Thomas 1 : Jangan ada yang motong lagi ya ?! (masih gondok ceritanya).  Coba bayangin, manusia mau Tuhan deket, ibaratnya tinggal ngawe (bahasa jawa, melambaikan tangan tanda memanggil), dan Tuhanpun hadir.  Kalau nggak mau Tuhan deket tinggal geleng kepala aja …

Thomas 2 : Hubungannya apaan !? Nggak mudeng gue ! Jangan komplain ‘1′ soalnya penjelasan elo muter-muter nggak genah.

Thomas 3 : Iya nih (ikut-ikutan, ga ada ide)..

Thomas 1 : Ok, sorry deh, tapi berhubung terlanjur muter-muter gue terusin aja ya (sambil nyengir kuda).  Bus kota itu mau kita nyetop, mau kita buang muka, tetep ‘ngasih klakson’ … menawarkan agar kita naik.  Nah, sama kan sama syair Bimbo “Aku jauh - ENGKAU jauh, aku dekat - ENGKAU dekat”.

Thomas 2 : Oh, maksud sampean Tuhan mendekat ketika kita ‘manggil’ dan menjauh ketika kita memintaNYA menjauh/menolakNYA ?!

Thomas 1 : Ya hampir seperti itu, tapi ibarat Bus Kota, Tuhan tetap ‘Narik’ meskipun tidak semua kita mau jadi penumpangnya …

Thomas 3 : Aku pernah baca analogi yang lebih pas soal ini.  Tuhan itu ibarat Matahari, yang selalu setia hadir setiap hari, tanpa pilih kasih sinarnya terpancar adil bagi ‘manusia benar’ maupun ‘manusia salah’.

Thomas 1 : Iya, tumben kamu bener ‘3′ … he he

Thomas 3 : Makanya jangan under estimate gitu lah (mengutip kata-kata Tukul Arwana).

Thomas 1 : Dan kembali soal Tuhan, kenapa aku ibaratin seperti Bus Kota (masih keukeuh dengan analoginya), Tuhan itu baik pas ‘ngetem’ or ‘narik’, selalu siap terbuka menerima kita yang mau jadi penumpangnya  …

Thomas 2 : Btw kalau analoginya Tuhan itu Bus Kota, yang jadi Sopirnya siapa ya ?

Thomas 3 : (garuk-garuk kepala doang)

Thomas 1 : (Sambil megang dagu, pusing) …. emmm, yang jelas ya Sopir Bus dong, … Kalau aku, mungkin pertanyaan yang perlu dijawab adalah : kemana tujuannya !

Thomas 2 : (jadi ikut garuk-garuk kepala) …

Thomas 3 : Emang kenapa begitu ?! (asli nggak ngeh)

Thomas 1 : Kalau asal naik, nggak lihat no bus-nya, ya pasti nyasar.  Ibarat ente diterinal Blok M, dan pengen ke Bekasi tapi bukan naik Patas 27 tapi naik metro mini S 69 atau Kopaja S 603  … nyasar enggak ?!(pernah ngenek, jadi apal jalur, ha ha).

Thomas 3 : Iya juga ya … Terus yang gue belum jelas, ente belum nyebutin ‘Siapa keneknya !?’  (sambil ngacir)

Thomas 1 : Sialan Lo ! (sok marah, padahal ga bisa jawab).

…………….. Hening …………

Thomas 2 : udah ah, gue mau OL … elo ikut nggak “1″ ?

Thomas 1 : ya udah sono, duluan, gue mau bikin kopi dulu …

Thomas 2 : bikin 2 ya, yang buat gue gulanya dikit aja …

Thomas 1 :”udah minta tolong, banyak maunya lagi … (nggerundel) … .

Thomas 2 : (ngeklik kompasiana, sambil dengerin Genjer-genjernya Bing Slamet ) …

# Jadul + Nggak Nyambung !  ha ha ha …………

Salam,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pembully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 7 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Senandung Rindu …

Ariesa Putris | 8 jam lalu

Perlukah Bbm Naik Karena Subsidi Jebol? …

Shohibul Hadi | 8 jam lalu

Serba Salah: Jokowi dan AM Tukang Tusuk Sate …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Hati Beling …

Binoto Hutabalian | 8 jam lalu

Berkaca Pada Dekrit Presiden …

Haries Sutanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: