Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ridwan Adi

SATU spiritualitas..SATU Identitas…SATU kebenaran..SATU pengertian..SATU hati…SATU kesadaran…SATU kemanusiaan…SATU keyakinan…SATU AGAMA..,[ IALAH DIRIMU SENDIRI ]. It's selengkapnya

Allahu Akbar

OPINI | 10 May 2011 | 23:19 Dibaca: 196   Komentar: 6   2

Allahu Akbar, sebenarnya memiliki makna yang khusus. Kata Hu sebenarnya menunjuk pada sifatNya sendiri yang lebih dari segala- galanya. Allahu akbar artinya Allah  lah yang maha Besar, hanya Allah yang pantas untuk dibesarkan.

Ini menyangkut suatu filosofi hidup yang benar. Kita tahu bahwa problem manusia sepanjang masa adalah problem ketidaksadaran. Manusia tidak sadar bahwa ia sering membesarkan sesuatu yang kecil dan mengecilkan sesuatu yang besar. Manusia tidak tahu makna besar dan kecil. Manusia lebih membesarkan uang, kedudukan, dan politik, dimana semua kesenangan dunia menjadi sesembahan. Padahal jika manusia sadar , justru uanglah yang sangat kecil , kemanusiaannya yang besar.

Terbukti saat ini, dibalik kemajuan iptek dan segala perkembangan , justru terjadi degradasi moral dan kemanusiaan. Harkat dan martabat manusia terinjak- injak.

Makna Allahu akbar artinya adalah Allah Lah yang pantas dibesarkan, Dialah yang maha besar. Semua anggapan yang mengatakan bahwa semua kesenangan dunia itu besar itulah yang salah. Katakanlah dengan benar, Besarkanlah nama Tuhanmu yang maha agung, Hidupkanlah kemanusiaanmu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Konspirasi untuk Menjatuhkan Jokowi …

Prayitno Ramelan | | 29 January 2015 | 09:58

Kontroversi Christopher Dari Positif Narkoba …

Edi Abdullah | | 29 January 2015 | 08:06

BG Batal Dilantik; Bahaya Hipotetis; dan …

Nararya | | 29 January 2015 | 06:38

Sejarah Terungkap Dari Selembar Kertas …

Idamoerid Darmanto | | 29 January 2015 | 08:36

Pesan Film Disney untuk Jokowi, KPK dan …

Suka Ngeblog | | 29 January 2015 | 06:38


TRENDING ARTICLES

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 6 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Tanggapan “Kartu Abraham di Tangan Jusuf …

Imam Kodri | 7 jam lalu

Menko Tedjo Gagal Faham …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Presidennya Jokowi, Kenapa Marahnya ke …

Rahmat Sahid | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: