Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Adi Supriadi

Writer, Trainer & Public Speaker. Working as HR & GA Manager Di Perusahaan Penanaman Modal selengkapnya

Perkembangan Yahudi Di Indonesia

OPINI | 02 April 2011 | 06:15 Dibaca: 2357   Komentar: 18   2

1301724467676270437

Dulu, para pemeluk Yahudi di berbagai daerah di  Indonesia baik di Sulawesi dan Jawa Timur mencantumkan agama lain di kartu tanda penduduk (KTP). Kini mereka ingin Yahudi ditulis sebagai agama resmi di Indonesia. Bukan hanya itu. Mereka juga ingin pernikahan dengan ajaran Mereka menginginkan Yahudi diakui secara resmi di Indonesia. Menurut salah saeorang Rabbi Yahudi yaitu Rabbi Yaakov Baruch Selama ini jika menikah kaum Yahudi di Indonesia “meminjam” prosesi agama yang mereka peluk. Itu agar pernikahan mereka diakui pemerintah.

Karena itulah komunitas Yahudi di Indonesia sedang berupaya agar Yahudi diakui sebagai agama resmi di Indonesia. Selain itu, dia meminta agama Yahudi menjadi salah satu pilihan kolom agama di KTP. Mereka sudah menyewa pengacara untuk mengusahakannya, baik lewat jalur hukum formal maupun lobi-lobi

Di masa pemerintahan Belanda di Indonesia, agama Yahudi diakui sebagai agama resmi. Begitu pula ketika masa pemerintahan Soekarno. Bahkan, hak penganut Yahudi sama dengan agama lainnya seperti Islam, Kristen, dan Katolik, hal ini tertuang dalam sebuah surat Menteri Agraria yang dirilis pada 1961. Surat tersebut menyatakan mengakui bahwa kaum agama Israelit (sebutan kaum Yahudi pada masa itu) diakui sebagai agama di Indonesia

Kemudian Salah satu tokoh Yahudi di Indonesia Benjamin Ketang sebagai Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) menargetkan berdirinya kantor perwakilan IIPAC di 33 provinsi.

Ini seperti lembaga lobi bagi penganut Yahudi di Indonesia. Strateginya menguasai bisnis-bisnis di Indonesia terutama Bisnis yang langsung bersingungnan dengan rakyat. IIPAC adalah lembaga yang didirikannya pada tahun 2002. Lembaga tersebut berkantor di Jember, Jawa Timur. Komite itu bertujuan menggalang kerja sama antara pemerintah Israel dan Indonesia. Selain itu, menghubungkan Indonesia dengan investor Yahudi meski bukan dari negara Israel.

Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, kerja sama tetap bisa dilakukan oleh Israel di Indonesia. Memang, kerja sama tersebut bukan G to G alias antar pemerintah. Tetapi cara yang efektif dilakkan oleh Yahudi di Indonesia adalah ,membawa Investor Israel atau Yahudi untuk bekerjasama dengan pengusaha local dan pemerintah sekaligus. IIPAC merancang program-program yang langsung bersentuhan dengan rakyat. Di antaranya, pemberdayaan petani, nelayan, dan bidang perkebunan. Inilah cara paling halus digunakan Yahudi untuk menyebarkan agama yahudi atau paling tidak adanya pengakuan dari masyarakat bahwa kehadiran Yahudi sangat di butuhkan di Indonesia, dengan strategi bisnis inilah yahudi akan menggenggam Indonesia di masa mendatang.


Dengan memanpaatkan kondisi petani dan nelayan yang tidak pernah sejahtera. Setiap kali masa panen tiba, harganya jatuh. Akibatnya, mereka sering merugi. Komunitas Yahudi Indonesia menghubungkan kebutuhan rakyat Indonesia dengan pemodal Yahudi, dengan harapan jaringan Yahudi semakin kuat di Indonesia.

Program-program seperti ini berjalan sukses terlebih petani dan nelayan Indonesia tidak mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Republik Indonesia sehingga kondisi ini dimanfaatkan komunitas Yahudi untuk mendapatkan dukungan agar Yahudi diterima secara resmi di Indonesia.


Berdasarkan Informasi dari IIPAC Yahudi sudah lama menanamkan investasinya di Indonesia, Sebelumnya, Perusahaan Yahudi menanamkan modal mereka pada perusahaan pertambangan di Indonesia. Termasuk di PT Bakrie and Brothers, perusahaan milik taipan Indonesia Aburizal Bakrie, Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) ini sudah sejak lama berkolaborasi dengan Investor Yahudi untuk menguasai perekonomian di Indonesia, sehingga tidaklah heran jika dana yang dimiliki partai ini sangat besar karena besarnya peran dari Partai Golkar dan Aburizal Bakrie untuk pertumbuhan Yahudi di Indonesia.


Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani (Adi Supriadi)

Bandung , April 2011

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)

Jln Dipatiukur No 4 lt 4 Dago Bandung, Jawa Barat

Mobile : 085860616183

Email : adikalbar@gmail.com / assyarkhan@yahoo.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 13 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 14 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 17 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 18 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 13 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 13 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 13 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 13 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: