Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Markus Kristiyanto

Ungkapan pikiran, perasaan dan hati seorang petani....

Edifikasi

OPINI | 02 April 2011 | 03:16 Dibaca: 1074   Komentar: 0   0

Kira-kira sepuluh tahun silam penulis untuk pertama kalinya mendengar dan mengetahui arti kata edifikasi dari sebuah kegiatan MLM yang penulis ikuti saat itu.

Edifikasi menurut ‘mereka’ adalah usaha atau sikap untuk menghargai atau menghormati orang lain (upline atau downline) pada posisi yang semestinya dan lebih terhormat. Tindakan tersebut akan membuat orang yang kita edifikasi menjadi merasa tersanjung dan biasanya akan balik memberikan edifikasi kepada kita. Selain itu orang lain yang melihat menjadi lebih menghargai dan respek terhadap orang yang kita edifikasi tersebut dan ujung-ujungnya imbasnya kembali juga kepada diri kita sendiri.

Saya sebagai anggota MLM melakukan edifikasi kepada upline maupun dengan downline saya. Sikap tersebut akan berefek kepada semangat kerja dan kerjasama yang tinggi kepada semua anggota jaringan. Anggota jaringan akan merasa diorangkan dan diakui eksistensinya. Sebaliknya tindakan tersebut akan membuat saya menjadi dihargai oleh orang yang saya edifikasi maupun oleh orang yang melihat saya melakukan edifikasi. Memang kesannya seperti sikap pamrih, tetapi itulah yang disebut dengan efek domino virus cinta: “Kita akan dihargai oleh orang lain jika kita sebelumnya menghargai orang lain terlebih dahulu”.

Kalau saja sikap edifikasi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mungkin membuat hidup ini lebih indah dan penuh harmoni.

Salam harmoni.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 8 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 13 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 13 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepotong Asia di Jakarta Street Food …

Syaifuddin Sayuti | 8 jam lalu

Swasembada Medis …

Harfina Finanda Anw... | 8 jam lalu

Sepakbola bukan Matematika …

Guntur Cahyono | 8 jam lalu

Isi Dompet ‘yang Diperintah’ …

Ary Surya | 9 jam lalu

2 x 12 = Terserah! …

Wawan Smsr | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: