Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Syaripudin Zuhri

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, selengkapnya

Tujuh Kunci Kebahagiaan

HL | 25 March 2011 | 23:55 Dibaca: 1130   Komentar: 28   6

1301109049150280995

Kasih Ibu sepanjang jalan, seorang Ibu Rusia begitu berbahagia dapat mengajak main anaknya di jalan yang besalju. Foto by Syaripudin Zuhri.

Aha… ternyata banyak sekali orang yang menderita di dunia ini dan penderitaan atau tidak merasa bahagia lagi-lagi ternyata bukan hanya milik orang yang tak punya harta benda atau orang miskin, namun banyak sekali juga terjadi pada orang yang penuh dengan harta kekayaan, artinya dalam harta yang begitu banyakpun manusia bisa merasa menderita atau tak merasa bahagia, ada apa ini? Ini penyekit dunia modern, harta melimpah tapi jiwanya kering, hati hampa, dadanya jauh dari rasa bahagia. Nah untuk yang merasa tidak bahagia ada beberapa kiat praktis yang bisa dijalankan.

Pertama: Katakan:”Hari ini saya bahagia!”  kata tersebut bisa anda tulis mana saja, di meja , di kaca, di tembok, di ruang belajar, di dapur  atau di mana saja, yang sehari-hari anda bisa langsung membaca.  Ya seperti di warung atau di mobil angkot yang bertulisan: “Hari ini bayar, besok gratis!” Atau ” Hari ini kontan, besok boleh hutang!” Dengan demikian kata:”hari ini saya bahagia” akan tertanam di dalam hati, kemudian kata tersebut berproses dalam hati dan terbawa ke otak, kemudian ke perasaan dan akhirnya anda akan bahagia setelah beberapa hari kemudian dan Insya Allah akan terus bahagia, walaupun saat itu mungkin anda sedang menghadapi masalah rumit atau membuat otak pusing, tapi hati tetap tentram, tenang dan dada terasa lapang!

Hati yang lapang bukan hanya milik orang kaya, orang yang tak punyapun bisa berlapang dada, tidak menggumpel di di hati segala macam penyakit. Hatinya lega… ketika hati lega terasa penuh dengan kebahagiaan yang sukar dilukisakn dengan kata-kata. Sehingga yang keluara di bibir adalah senyuman dan yang terpencar di mata adalah keceriaan dan yang keluar dari mulut adalah kata-kata yang penuh hikmah, bukan hinaan, caci maki atau kata-kata kasar lainnya.

Kedua, berbagilah dengan sesama. berbagi apa saja yang anda bisa bagi, katakan: ” Saat inilah waktu untuk berbagi” Iya, berbagi apa saja yang anda bisa bagikan kepada orang lain, kalau ada harta, bagikan harta itu atau sedekahkan sekecil apapun yang anda miliki. Bila anda orang yang berilmu, sampaikan walau hanya satu kalimat atau satu pelajaran yang bermanfaat, kalau anda orang yang tak punya harta dan tak punya ilmu, bagikan tenaga anda kepada orang, bantulah yang bisa anda bantu sekecil apapun bantuan itu.

Dengan berbagi anda, jiwa anda akan terbentuk, terbentuk sebuah keikhasan yang semakin dalam, dengan jiwa yang penuh keikhlasan maka kebahagiaan akan terbentuk dengan sendirinya, karena anda telah “mengorbankan” sesuatu yang anda miliki dan telah diberikan kepada orang lain, apa lagi pemberian tersebut tepat sasaran, tepat waktu dan tepat situasinya. Berbagilah, maka anda akan bahagia, seperti bahagiannya seorang Ibu Rusia yang dengan tenaganya menarik kereta salju untuk dua orang anaknya sekaligus! Kasih ibu sepanjang jalan, nyata dan teramat jelas!

1301095820760705840

Ladang salju di Taman Seni Moskow. Dengan melihat pemandang alam seperti ini juga akan menimbulkan kebahagiaan. Foto by Syaripudin Zuhri.

Ketiga, jangan sering-sering mengeluh, karena mengeluh adalah salah satu penyakit hati yang membuat  jiwa semakin tidak bahagia, orang yang sering mengeluh, akan terasa lebih tua, padahal umurnya masih muda! Orang yang mengeluh akan membuat wajahnya semakin berkerut dan ini biasanya dihinggapi, maaf, oleh kaum wanita, namun pada kaum lelakipun tidak sedikit! Mengeluh adalah penyakit hati, semakin anda banyak mengeluh semakin jauh dari kebahagiaan dan seandainya anda sudah merasa bahagia, tapi anda masih mengeluh, itu bukan kebahagiaan yang hakiki, itu kebahagiaan semu!

Apa lagi mengeluh pada orang lain yang tidak bisa menyimpan keluhan anda, maka kebahagiaan itu akan semakin jauh, karena obyek keluhan anda akan merembet ke mana-mana, karena menjadi bahan pembicaraan orang di sekitar anda dan bila anda mendengar anda mungkin malah menjadi marah dan bila anda marah, sukar untuk di ajak bahagia. Marah itu dari jiwa yang sakit, apa lagi marahnya sering atau sering kali marah dan tambah parah kalau marahnya hanya karena persoalan yang sangat sepele, sangat kecil.

Orang yang sering marah bisanya orang yang sering mengeluh, karena biasanya orang yang sering marah menuntut sesuatu yang berlebihan dan membuat orang disekitanya menjadi merasa”tak aman dan tak nyaman” berada didekatnya. Bila itu terjadi, maka kebahagiaan semakin jauh dari dirinya. Lagi pula orang yang sering marah bisanya juga sering mengeluh, belajar cape, kerja males, ujian berat, sekolah mumet dan banyak sekali keluhan muncul!

13010964142111050642

Pemandangan seperti ini tak ada di dalam rumah, maka ke luar anda dari rumah, berjalanlah di bumiNya. Foto by Syaripudin Zuhri.

Keempat, sapa teman anda ketika anda bertemu, paling tidak tampak senyum manis anda! “Apaan, bagaimana saya mau senyum, loh dianya saja cemberut!” Biarkan orang lain cemberut pada anda, namun anda harus tetap tersenyum padanya,” gimana kalau tak ada balasan?” Ya biarkan saja, loh jadi senyum sendirian dong!” Ya tak apa-apa, anda tak menjadi gila karena senyum anda tak dibalas oleh orang lain. Bahkan anda akan bahagia, karena pagi-pagi anda sudah sedekah dengan senyum anda!

Sapaan sekecil apapun akan berguna buat orang lain, apa lagi buat orang yang sangat membutuhkan perhatian, seprti anak-anak, atau orang yang sedang sakit, atau orang yang sedang dirundung duka. Sapalah mereka, senyumlah pada mereka, maka bila anda lakukan itu, anda telah menyebarkan kebahagiaan pada orang lain dan pada saat itu andapun akan bertambah bahagia, disamping kebahagiaan yang sudah anda miliki sebelumnya. Jadi anda berlipat-lipat kebahagiaannya.

Kelima, banyak-banyak mengingatNya. Iya mengingat Tuhan, yang kalau di Islam disebut dengan banyak-banyak berdzikir, dzkir itu sendiri berarti ingat! Loh apa hubungannya antara mengingat Tuhan dengan kebahagiaan? Banyak, bila anda sering mengingat atau menyebut asmaNya, maka di hati anda kan tertanam sebuah kebahagiaan, yang lagi-lagi sukar dilukiskan dengan kata-kata. Ingat, dengan banyak mengingatNya hati menjadi tentram dan dada terasa lapang. Sering-seringlah menyebut namaNya, bagi yang Islam, bisa dengan menyebut di lisannya: Allahu Akbar, Subhanllah, Alhamdulillah ” dan sebagainya.

MengingatNya bisa dari kejadian sehari-hari, bisa juga dari melihat situasi disekitar, bisa juga dengan menyebut kebesaran namaNya ketika ada kejadian alam, entah angin topan, badai atau apa saja. Bisa juga dengan selalu mengingatnya ketika melihat keindahan alam, ketika salju turun, sungai yang jernih mengalir atau melihat danau yang begitu tenang. Atau bahkan ketika melihat lawan jenis, namun segera tundukan pandangan tersebut, menjaga pandangan juga termasuk dalam mencapai kebahagiaan.

13010961571846356162

Coba lihat itu, senyuman anak Rusia yang tulus telah memancarkan kebahagiaan bagi orang yang melihatnya. Foto by Syaripudin Zuhri.

Keenam, bekerjalah, dengan bekerja seseorang juga akan bahagia, berkerja yang halal tentunya. Karena pekerjaan tersebut adalah sarana utama untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Bekerjalah yang bisa anda kerjakan, sesuai dengan kemampuan atau potensi masing-masing. Pekerjaan yang ditekuni dengan baik dan mencari keridhoaan Tuhan akan membuat jiwa semakin bahagia, sukur-sukur pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan yang dicita-citakan.

Ketujuh, berjalanlah di muka bumi! Ya jalanlah, keluarlah anda dari rumah, jangan di rumah saja, karena ketika anda berjalan di buminya, bisa jauh bisa dekat, terserah anda! Yang penting ke luar dulu dari rumah, bukan untuk luntang lantang tak karuan, tapi mempunyai tujuan yang jelas, mau ke mana anda hari ini? Jalanlah, ke luarlah dari rumah, jalanlah di bumiNya, apa lagi kalau situasinya memang sedang liburan, atau sedang hari libur.

Jika dana ada, ke luarlah cari tempat-tempat yang anda belum kunjungi, ketika itu anda akan menemukan sesuatu yang lain dari yang lain, karena setiap tempat punya ciri khas masing-masing. Taman apa saja bisa anda kunjungi, atau pergi ke tempat-tempat rekreasi yang anda bisa jangkau, atau pergi ke musium-musium atau tempat lain-lain yang membuat jiwa anda akan tenang dan bahagia. Bisa juga anda ke luar rumah untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga, teman dan handai tolan anda. Dan itu tidak menunggu saat lebaran saja, tapi kapan saja.

Bila anda ingin panjang umur, sering-seringlah bersilaturahmi dengan sanak saudara, teman dan handaitolan anda, dengan bersilaturahmi anda akan bahagia dan menambah kebahagiaan anda, karena di saat itu anda telah menyebarkan kebahagiaan pada orang lain. Dan dengan cara  ini saya bersilaturahmi dengan anda, jika anda bahagia, sayapun ikut bahagia. Salam bahagia untuk anda!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 3 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 6 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 10 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 12 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: