Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Keserakahan adalah Jubah Kemiskinan

OPINI | 28 February 2011 | 14:53 Dibaca: 1167   Komentar: 19   5

Kekayaan datang dari hati yang memberi, sedangkan kemiskinan datang karena keserakahan hati.
Hati yang bersyukur dan amemberi mendatangkan kekayaan, sedangkan hati keserakahan dan meminta itulah sumber kemiskinan.

*
Diceritakan ada dua roh yang spesial untuk dilahirkan ke dunia dengan status memberi dan diberi.
Lalu Raja neraka menentukan roh A akan terlahir sebagai yang suka memberi dan roh B sebagai yang suka menerima.

Tetapi roh A protes dan meminta ingin terlahir sebagai yang diberi, sedangkan roh B hanya ikhlas menerima apapun keputusan raja neraka.

Akhirnya raja neraka memutuskan dan mengingatkan pilihan tidak bisa dirubah lagi.
Karena roh A ingin dilahirkan sebagai yang diberi, maka di dunia akan menjadi seorang pengemis dan roh B terlahir menjadi orang kaya yang dermawan, sehingga bisa selalu memberi.

Mendengar keputusan tersebut roh A menyesal sekali dan ingin protes kepada raja neraka. Tetapi keputusan telah ditetapkan dan tidak bisa diubah. Nasib telah telah ditentukan.

Raja neraka hanya mengatakan kepada roh B,”Itulah akibat keserakahan hatimu yang selalu ingin diberi, menjadi pengemis adalah sangat cocok bagimu!”

* * *
Itu hanyalah cerita yang ada di neraka, sekarang coba kita tengok keadaan di dunia.
Ternyata keserakahan masih juga menguasai manusia dan keserakahan itu benar-benar menjadi sumber kemiskinan.

Manusia yang masih diliputi keserakahan hati bukan hanya menjadi sumber kemiskinan bagi orang lain. Tetapi itu adalah juga menjadi sumber kemiskinan bagi dirinya.

Orang yang masih memiliki keserakahan menandakan ia masih merasa kekurangan dan dipenuhi kemiskinan.
Kekurangan bukan hanya dalam hal materi, namun juga miskin rohani.

Keserakahan membuat manusia selalu merasa kurang dalam hidupnya, sehingga harus selalu meminta kepada Tuhan, padahal seharusnya adalah sudah waktunya memberi.

Hati manusia yang masih dipenuhi kesekarahan membuatnya hidup dalam kekurangan dan takut kehilangan.
Keserakahan tak pernah membuat manusia untuk bersyukur dan merasa puas dalam hidupnya.

Keserakahan bisa dikatakan adalah jubah kemiskinan, baik materi maupun rohani bagi manusia.
Keserakahan adalah jubah kemiskinan yang menyedihkan yang masih sering dipakai tak rela untuk dilepas.

Sayangnya banyak manusia yang tak menyadari bahwa jubah kemiskinan itu pembawa bencana bagi hidupnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 6 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 11 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: