Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Analgin Ginting

Peduli, Memberi dan Berbagi.

Mengapa Tuhan Punya Nama

OPINI | 18 February 2011 | 17:01 Dibaca: 361   Komentar: 59   2

Kemudian ada tertulis di taurat persisnya hukum yang keempat, “jangan sebut namaTUHAN Allahmu  dengan sembarangan” (Bandingkan Keluaran 20 : 7)   Artinya umat israel dan seluruh orang yang percaya kepada Tuhan harus menyebutkan Nama Tuhan dengan sangat hormat, sopan, dan bertujuan baik.  Tidak asal sebut, tidak dijadikan bahasa latah, tidak dijadikan bahasa keterkejutan apalagi umpatan.

Dalam jaman kerajaan kerajaan dahulu kala, kehadiran raja direpresentasikan melalui namanya; baik yang disebutkan secara verbal atau  diucapkan oleh para pesuruhnya, maupun dalam meterai atau cap kerajaan atau tanda tangan Raja.

Jika ada titah, “atas nama raja rumahmu kami pakai untuk markas pasukan”.  Maka sang pemilik rumah harus merelakan rumahnya karena itu permintaan raja.  Ada kuasa yang mengiringi penyebutan nama raja.

Raja terbatas kehadirannya secara fisik diseluruh wilayah kerajaannnya, jadi perlu ada kuasa dalam namanya supaya kerajaan dapat diperintah dan dikendalikan.  Kuasa pengendalian atau pemerintahan  muncul seketika bersamaan dengan disebutkannya nama Raja. Nama diperlukan sebagai simbol kehadiran yang melahirkan power, kuasa.

Jadi sejalan dengan itu, kuasa Tuhan akan hadir saat namaNYa  disebutkan.

Tertulis dalam Matius  18 : 20.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Kehadiran Tuhan seketika saat namaNya disebutkan, oleh hanya dua atau tiga orang saja.  Tuhan hadir dengan seluruh balatentara kekuatanNya yang tentu saja sangggup melakukan tindakan apapun kepada manusia yang memanggil namaNYA tersebut.  Dalam bayangan imanku, saat nama Tuhan disebut, ada ratusan malaekat yang segera mengiringi.

Ketika Presiden datang, misalnya saat mengunjungi pengungsi letusan Gunung Sinabung, dia kan tidak sendirian.  Pengawal pribadinya lengkap,  dengan lirikan mata elang yang sangat tajam, ada panglima kodam, ada menteri terkait, ada bupati dan lain sebagainya mengiringi kunjungan sang presiden.  Artinya setiap kedatangan Presiden disertai denga kekuatan penuh untuk melakukan tindakan yang tepat.  Jadi saat Tuhan datang, maka Dia juga datang dengan pasukan penolong yang sangat lengkap.

Tulisan Matius dilengkapi oleh Paulus dalam Filipi 2 : 9-10,

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa

Nama diatas segala Nama.  Apa artinya kalimat ini? Dari segi keindahan, dari segi keterkenalan dari segi  kuasa, maka Nama Tuhan itu lebih dari  semuanya.  Tidak ada raja yang pernah lahir di dunia yang namanya lebih berkuasa dari nama Tuhan.  Tidak ada Presiden atau Bos Mafia yang namanya lebih dihormati, disayangi, dipuja, ditinggikan dari nama Tuhan.  Termasuk oleh setan setan dan segala derivatif Iblis dan Setan itu.

Jadi Tuhan perlu nama untuk mewujudkan dan memantapkan kehadiranNya dalam hidup manusia.  Maka nama itupun bukanlah rekayasa manusia, harus diinpsirasi dari Surga, dan disampaikan kepada Ibu yang mengandungNya ( Lukas 1 : 31).  Dan Nama Tuhan itu, atau Tuhan Yang Hadir itu disebut Yesus Kristus.

Saat Aku dan Anda atau siapa saja pun menyebut nama itu dengan takzim, hormat, hati yang rindu untuk memuja, apalagi jika dua orang sekaligus, maka Dia segera hadir dengan seluruh kekuatanNya untuk melakukan apapun untuk Anda (Yeremia 33: 3).

Bagaimana kalau hanya sendirian memanggil, apakah Tuhan malas hadir.  Hohohoho, gak gitulah, saat anda sendirian, bilang sama Malaikat yang setia menemani anda itu, mari kita panggil nama Tuhan.  Maka, Tuhan langsung hadir dengan kuasaNya, dan pasukan Malaikat itu setia menunggu perintah Tuhan Yesus Kristus untuk melakukan apapun untuk Anda.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 9 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 9 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi-kursi Senayan… …

Florensius Marsudi | 8 jam lalu

Naik Transjakarta Rp 40 Ribu …

Aba Mardjani | 8 jam lalu

Memotivasi Mahasiswa untuk Belajar Lewat …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Munas Golkar Tak Diijinkan di Bali Pindah …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Patah …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: