Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

A Jazi

Lahir di sebuah kampung sebelah barat kota serang, menikah dan di karunia tiga orang anak selengkapnya

Innalillahi wainnailaihi rojiuun

OPINI | 05 February 2011 | 15:14 Dibaca: 162   Komentar: 0   0

Innalilahi wainna ilaihi roojiuun, Pagi ini kita di kejutkan dengan kematian seorang artis dan politisi dari partai yang berkuasa Yaitu saudara Ajie Massaid, siapa yang menyangka pria yang terlihat sehat dan gagah itu akan di panggil Allah begitu cepat dan tak terduga, tapi itulah kekuasaan Allah, tak akan bisa kita tawar-tawar lagi.

Semua mahluk hidup ahirnya akan menemui kematian, tidak ada manusia yang tahu kapan saat kematianya tiba. Tidak ada mahluk yang mengetahui penyebab kematianya dan juga dimana ,dan umur berapa, karena semua itu rahasia Allah sang kholik . Tentang segala macam takdir kita tersebut sudah di tentukan sebelum kita dilahirkan dan disimpanya rapat-rapat di Database yang sangat aman (lauhul mahfudz), yang tak akan bisa ditembus oleh hacker paling hebat sekalipun bahkan malaikat sekalipun tidak mengetahui takdir mahluk Allah yang lainya.Kalau malaikat ,mahluk yang paling dekat dan paling suci saja tidak mengetahui tentang takdir manusia , apalagi jin dan manusia. Jadi kalau ada dukun atau paranormal yang mengaku mengetahui tentang takdir kita itu adalah kebohongan yang paling besar, hanya orang bodohlah yang percaya  kepada dukun tukang ramal tersebut.

Selalu ada hikmah yang dapat kita ambil dari kematian seseorang,apalagi kematian dari seseorang yang sangat terkenal. Ternyata kematian itu tidak hanya terjadi karena sakit ataupun kecelakaan, kematian bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karenanya kita semestinya selalu menyadari itu agar kita  selalu berada di jalan yang benar.

Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan bahwa selagi muda boleh melakukan apa saja termasuk yang melanggar perintah Allah untuk kemudian insyaf pada usia tua? nah kalau masih ada yang berpikir demikian, merasa akan diberi umur panjang, kematian Ajie masaid ini bisa mereka jadikan sebuah pelajaran yang berharga, Kita bisa mati kapan saja, bisa sekarang, nanti siang, nanti malam, besok , lusa,minggu depan,bulan depan, tahun depan, atau kapan saja.

Kita semua meyakini aka nada kehidupan setelah kematian, ada sanksi dan penghargaan, ada  reward and funismen ada surga dan neraka. Surga dan neraka bukanlah dongeng, kita menyadari hal itu. Oleh karena itu yuk kita segera bertobat, mari kita berusaha hidup lebih baik, menjalankan perintah agama, menjauhkan diri dari pekerjaan yang dilarang oleh agama.

Ahirnya mari kita doakan semoga arwah saudara Ajie Masaid diterima amal ibdahnya, diampuni semua dosanya oleh Allah Swt. semoga keluarg ayang di tinggalkan tabah, sabar dan dapat mengmbil hikmahnya.

Mengahiri tulisan  ini, mari kita doakan  semoga kawan-kawan Ajie masaid Yang sekarang sedang berkuasa di Indonesia dapat juga mengambil hikmah dari kematian rekanya ini, segeralah sadar , sejahtrakanlah rakyat, jauhilah korupsi, berhentilah berbohong, berhentilah melakukan pencitraan, bekerjalah dengan tulus untuk rakyat Indonesia, karena Allah tidak bisa kalian bohongi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



Subscribe and Follow Kompasiana: