
Moslem Activist, Manchester United Lover, Has a big passion on Politic, Economy, History, Philosophy, and Islamic Tought. Student Of Paramadina University...
Dibaca: 200
Komentar: 6
Nihil
Hampir seluruh manusia mempunyai agama. Ada Islam, kristen, Yahudi, Kunghucu, Buddha, Hindu, Kejawen, Taoisme, Paganisme, dll. Tuhan mereka pun bermacam-macam, dari mulai yang berbentuk sampai yang tak terbentuk. Kita tahu ada Tuhan Allah, Tuhan Yesus, Yahweh, Sanghiang Widi, Dewi Kuwan’im, dll. Entahlah, dari sejarah kehidupan manusia, semua orang beragama sangat mendominasi dunia dan menigkirkan kaum atheis maupun agnostik. Dinamika kehidupan para penganut agama di dunia ini sangat dipenuhi konflik antara mereka sendiri. Perang salib pada abad pertengahan sampai konflik poso pada awal abad 21 bisa menggambarkan bahwa agama-agama sangat hobi berkonflik. Dan lucunya, agama yang mengaku mempunyai ajaran yang sangat mulia malah sukanya menebar konflik dan kekerasan. Rasanya, akal logisku tak bisa menerima. Dan tak pernah terjadi pula bahwa yang perang adalah agama versus kaum atheisme misalnya. Entahlah, mungkin karena penganut atheis ini sangat tawadlu’ dan cinta damai sehingga tak pernah perang.
Sudahlah. Jangan lagi mengungkit-ungkit kaum beragama. Mereka terlalu galak untuk diganggu. Aku sungguh tak ingin digaruk oleh FPI. Namun sesuai dengan judul tulisan ini, agaknya aku ingin benar-benar bertanya, does God really exist? Apa argumen kita bahwa Tuhan benar-benar ada? Sudah berbagai dalil akan keberadaan Tuhan yang aku tahu. Dari doktrinal agama yang telah ku pelajari enam tahun lamanya di pesantren, hasil pemikiran para filosof, sampai para saintis atheis semisal Stephen Hawking.
Hasilnya?
Rukun iman yang pertama menyatakan bahwa ‘beriman kepada Allah’. Rukun Islam yang pertama pun berisi persaksian ‘tidak ada Tuhan selain Allah’. Jelaskan? Jika kau tidak percaya pada Tuhannya orang Islam, kau tidak bisa masuk Islam. Karena mempercayai Tuhan merupakan hal yang paling dasar dalam beragama, begitu kata pelajaran aqidah Islam yang ku pelajari dulu. Lalu, pertanyaannya, bagaimana aku harus membuktikan bahwa doktrin dalam beragama itu bukan ‘palsu’? sudahlah, jangan terlalu jauh mengutarakan pikiran nyeleneh. Aku takut FPI.
Mari kita bergeser sedikit dari agama ke filsafat. Para filosof sejak jaman aristoteles dulu telah menjadikan Tuhan sebagai bahasan utama mereka. Awal pertanyaan mereka jelas, dari mana kita berasal? Siapa yang menciptakan alam ini? singkat cerita, akhirnya mereka mendapatkan jawabannya yaitu Sang Pencipta segala hal, Tuhan. Lalu bagaimana mereka meyakinkan rasionalitas mereka bahwa Tuhan benar-benar ada? Para filosof terus berpikir untuk membuktikan bahwasanya Tuhan benar-benar ada. Walaupun banyak teori yang telah dihasilkan, tetapi tetap saja tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan benar-benar ada secara empirik. Alasannya selalu klise, Tuhan tak akan pernah bisa dibuktikan secara empirik.
Lalu bagaimana dengan para saintis yang berusaha membuktikan keberadaan Tuhan? Ada seorang Ilmuwan yang sangat terkenal bernaman Stephen Hawking, seorang fisikawan kosmolog yang selalu meneliti asal mula kehidupan kita. Dia, yang menurut istrinya adalah atheis, sudah menulis beberapa buku yang sangat terkenal A Brief History of Time dan yang terbaru The Grand Design. Dalam buku itu semua penelitiannya di jelaskan dengan sangat gamblang. Intinya, bahwa semua hal dalam dunia ini sudah hampir bisa dijelaskan oleh sains, termasuk Tuhan. Sehingga agama dan filsafat sudah tak berguna lagi.
Aku bukan tidak percaya akan adanya Tuhan. Aku hanya ingin membuktikannya agar bisa semakin mencintai-Nya. Dan yang paling penting, aku tidak ingin menjadi munafik dalam berpikir. Menyetir ucapan Ahmad Wahib, “Tuhan, Aku percaya, Engkau tidak hanya benci pada ucapan-ucapan yang munafik, tapi juga benci pada pikiran-pikiran yang munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri…”
Entahlah, hanya ‘Tuhan’ yang tahu.