Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Adolf Roben

hanya seorang pekerja yang suka menulis dan jalan-jalan di mall panakukkang makassar hari sabtu minggu selengkapnya

Rasa Kangen Itu..

OPINI | 01 February 2011 | 13:30 Dibaca: 912   Komentar: 3   0

Pernah kangen ngga sama seseorang?

Kalau saya, sering sekali. Malah kadang-kadang saking banyaknya orang yang saya rindukan, sampai-sampai saya lupa “lho..ini gue lagi kangen sama siapa ya tadi?”.

Kadang saya mikir, kenapa sih kok rasa kangen itu diciptakan Tuhan? Pasti ada gunanya tentu saja, koruptor saja ada gunanya kan..kalau ngga ada mereka nanti mahasiswa mau men-demo siapa kan? Padahal demo itu banyak gunanya, minimal ngga mungkin kan makai narkoba saat demo, ngga mungkin juga kan nonton bokep atau minum miras saat lagi demo? Bahkan demo dan koruptor pun ada kontribusinya untuk mencegah semakin merosotnya moral penerus bangsa kita..

Yah, saat ini saya sedang kangen sama seseorang saudara. Seseorang yang sangat berharga bagi saya, tentu saja. Dan inilah gunanya rasa kangen itu ternyata, untuk menyadarkan kita pada orang-orang yang berharga di kehidupan kita. Karena setiap orang berharga dalam hidup adalah anugerah Tuhan, dan melupakan sebuah anugerah sama saja dengan tidak mensyukurinya, maka Tuhan menciptakan rasa kangen agar kita tidak melupakan mereka. Tuhan menciptakan rasa kangen untuk mencegah kita melupakan semua anugerah itu.

Mungkin rasa kangen juga diciptakan untuk memaksa hati kita jujur, bahwa tidak semua orang yang kita anggap mengganggu cukup pantas untuk ditinggalkan. Dulu saya pernah punya teman di kediri yang sukanya nggangguin saya, sampai saya pernah berpikir kalau saya akan senang sekali seandainya saya ngga pernah ketemu dia lagi seumur hidup. Yah, saya salah ternyata saudara, kadang-kadang di waktu-waktu tertentu saya bisa merindukannya juga.. Digangguin jauh lebih menyenangkan daripada diangap tidak ada, saya baru sadar itu. Setidaknya saat marah karena digangguin, saya merasa “ada” dan hidup.

Kadang hidup ini bisa terasa begitu membosankan dengan rutinitasnya, dengan segala bas-basi dan sopan santunnya, dengan segala tuntutan untuk bersikap bijak dan dewasa. Mungkin karena itulah Tuhan menganugerahkan kita para pengganggu, agar sejenak kita punya alasan untuk keluar dari hal-hal baik tapi membosankan itu. Yah, mulai sekarang sebaiknya syukurilah segala “pengganggu” yang ada di hidup anda, karena saya akan melakukannya kalau saja ada seseorang seperti itu lagi di hidup saya.

Rasa kangen..mungkin juga adalah sebuah alat pengukur buat diri kita juga, seberapa diri kita sudah terlibat dengan hidup orang lain. “Hidup adalah menjadi terlibat dengan kehidupan orang lain, karena itu disebut kehidupan. Makanya hidup itu berharga kan?”, ini adalah sebuah kutipan yang saya comot dari komik chinmy the legend, yang saya rasa benar sekali.

Hidup kita akan semakin berharga, saat kita semakin banyak terlibat dengan hidup orang lain. Itulah yang disebut kehidupan, sebuah link. Seberapa banyak orang lain merasakan keterlibatan kita dalam hidup mereka, sebesar itulah mereka akan menganggap kita berharga.

Yah, mungkin itulah kenapa banyak orang yang pacaran secara long distance putus juga akhirnya. Memangnya seberapa banyak sih kita bisa terlibat dengan hidup orang lain, melalui telepon? Keterlibatan yang kecil, rasa kangen yang semakin kecil, rasa berharga yang semakin mengecil juga, bukan hal yang seharusnya dialami oleh pasangan kekasih kan?

Makanya saya ngga protes saat dulu mantan saya minta putus, karena ngga tahan long distance. Saya cuma bilang kalau “ kadang ya say..membiarkan seseorang terlibat dengan hidup kita dari jarak jauh, akan membuatnya jadi kurang berharga. Aku juga ga mau jadi orang yang kurang berharga buat kamu.”. Dan kami pun putus akhirnya.

Memang begitulah kenyataannya. Dan saya sedikit menyesal baru menyadari sesuatu sekarang, kalau orang-orang yang pernah kita temui bukan hanya akan melibatkan kita dalam hidup mereka, tapi juga di hati. Dan begitulah, banyak orang yang sudah lama sekali tidak saya temui, tidak saya lihat, tetap menjadi sangat berharga buat saya, hanya karena mereka tetap sangat terlibat di dalam hati saya, mengelilingi pikiran dan senyum saya setiap kali saya mengingat mereka. Orang-orang yang selalu saya rindukan, bahkan setelah sekian lama.

Jadi sebenarnya, long distance bukan hal mustahil juga lah… Hanya perlu menyeimbangkan kadar keterlibatan dalam hidup yang kecil dengan keterlibatan hati yang besar.. tapi sudahlah, masa lalu adalah masa lalu, meskipun orang yang pernah berharga akan tetap berharga.

Saya rasa cukup sampai disini tulisan saya kali ini. Karena sedang kena penyakit kangen, saya sampai menulis seberat ini. Maafkan saya saudara kalau tulisan ini membuat anda pusing, tapi semoga tulisan ini tetap akan ada gunanya. Terimakasih sudah membaca..

– Saat kau tahu seseorang menganggapmu berharga, menjadi terlibatlah juga dengan hidupnya, terlibatlah dengan hatinya. Menjadi saling berharga akan lebih indah kan?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: