Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

Tentang Kebohongan…

OPINI | 18 January 2011 | 19:32    Dibaca: 626   Komentar: 3   0

Kalau kebohongan itu bersifat subjektif, maka kebohongan itu bisa dimanifulir dengan kata-kata, Dan diartikulasikan secara berbeda bagi yang bebohong.


Kalau saja berbohong itu diterjemahkan atas dasar kekuasaan, maka kebohongan akan dibenarkan sesuai dengan keinginan.


Jika berbohong menjadi suatu kebiasaan, maka kebohongan akan melahirkan kebohongan yang lainnya.


Kalau kebohongan dibenarkan hanya untuk melegalkan sebuah kesalahan, maka kebohongan menjadi kepercayaan baru yang akan dianut oleh pengikut para pembohong.


Kalau kebohongan hanya dianggap sebagai permainan Kata-kata, maka kebohongan akan sangat mudah terus dilakukan.


Kalau tidak suka dikatakan berbohong, berusahalah untuk berkata jujur Dan apa adanya tanpa bermaksud membangun pencitraan.


Setiap kebohongan selalu termotivasi oleh keinginan memanifulasi sesuatu, agar dipercayai sebagai kebenaran, Dan ini jelas sebuah kesalahan yang tidak akan dibenarkan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kegigihan Anik Sriwatiah Berdayakan Mantan …

Hadi Santoso | | 30 May 2015 | 17:29

Ayo Jalan-jalan ke Lapangan Banteng Jakarta! …

Amirsyah | | 30 May 2015 | 16:31

Mini Market Tanpa Miras, Kita Lihat …

Kompasiana | | 30 May 2015 | 18:33

Fenomena Gelombang Panas, Saatnya …

Alifiano Rezka Adi | | 30 May 2015 | 18:04

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Menpora & PSSI, Silahkan Menikmati …

Djarwopapua | 11 jam lalu

Kesamaan Sepp Blatter dan PSSI: Jokowi Tak …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Ini Alasan Wapres JK Membela Budi Waseso …

Abd. Ghofar Al Amin | 14 jam lalu

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 19 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: