Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Abdur Rahman

sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Bengkulu, angkatan 2009. pada fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu selengkapnya

“Orang Gila” Pun Sholat

HL | 10 December 2010 | 14:45 Dibaca: 377   Komentar: 22   2

12920127421845686221

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Waktu saat ini menunjukan pukul 19.20 wib, dan ketika itu juga terdengar suara azan berkumandang saling bersahut-sahutan terdengar dari berbagai masjid yang ada, suara azan yang menandakan bahwasanya saat ini sudah masuk waktu untuk kita sholat isya, wajib donk hukumnya kalau kita mendengar suara azan kita harus berhenti mengerjakan semua pekerjaan kita dan bergegas untuk melaksanakan sholat , alahamdulliah kalu kita bisa sholat secara berjamaah dimasjid-masjid terdekat, maka pahala yang akan kita dapatkanpun akan berlipat ganda dan tak terhitung, kalaupun tidak bisa berjamaah dimasjid maka kita bisa melaksanakan sholat itu dimana saja , asal masih dalam keadaan bersih ,yang akan membuat sholat kita khusu dan mendapatkan pahala.

Begitupun dengan saya, pada waktu ini begitu saya mendengar suara azan berkumandang, sayapun bergegas menghentkan kegiatan saya, dan sayapun kemudia menuju ke sebuah Masjid untuk melaksanakan sholat isya secara berjamaah, coz saya mau pahala yang berlipat-lipat makanya saya sholat berjamaah ke Masjid. Sesampainya diMasjid sayapun bergeges mengambil air wudhu dan mengikuti sholat secara berjamah, yang kebetulan ketika saya sampai diMasjid imam telah dahulu melaksanakan sholat, dan sayapun menjadi makmum mengikuti imam sholat. Tetapi disholat isya pada malam ini secara kebetulan sholat saya kali ini kurang khusu dan kurang khidmat, tentu bukan tanpa suatu alasan sholat saya tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa khusu.

Itu dikarenakan satu hal yang tiba-tiba saja menghampiri saya ketika saya sedang melaksanakan sholat disholat yang ke dua rokaat, awalnya saya sholat seperti biasanya, mengusahakan untuk sholat secara khusu dan konsentrasi membaca lafaz-lafaz ayat alquran ketika kita sholat, tetapi ketika saya mulai memasuki rokaat kedua ,datanglah seorang lelaki yang kira-kira umurnya sekitar 50 tahunan nan, menyusul baris di shaf saya sholat dan dia berdiri tepat berada disamping kanan saya, dan yang pasti dia juga datang untuk sholat secara berjamaah, awalnya saya tidak merasakan hal aneh dan kejanggalan, karena saya merasa dia berdiri disamping saya juga dia akan sholat berjamaah bareng dengan saya, tetapi setelah beberapa detik dia ada berdiri disamping saya, pikiran saya mulai kacau dan mulai tidak konsentrasi lagi dengan sholat saya.

Yang membuat konsentrasi sholat saya buyar adalah lelaki yang berdiri disamping saya ini, dia merusak konsentrasi sholat saya dengan aroma baubadan yang sangat-sangat tidak enak dicium, dan saya menghirup baunya saja sudah mau muntah, percis seperti bau orang yang tidak mandi dan tidak menyentuh air beberapa minggu, tepatnya lagi seperti bau para anak-anak punk yang sering mangkal di simpang-simpang lampu merah. tetapi karena saya sedang sholat saya terus melaksanakan sholat saya, tapi yang jelas sholat saya tidak khusu, pikiran saya terbang kemana-mana ,dan hanya Allah yang berhak menilai sholat saya diterima atau tidak, aroma badan yang sangat bau itu tiba2 menyeruak dari berbagai sudut tubuh lelaki ini, dan sayapun kemuadian mulai bertanya-tanya dalam sholat saya siapakan orang yang ada disamping saya ini. Karena tidak seperti biasanya saya sholat mencium aroma badan yang sangat menggangu sholat saya.

Dan ketika sholat sudah berahir ketika saya mengucapkan kan salam, sayapun melihat wajah lelaki yang ada disamping saya ini, dan ternyata lelaki yang ada disamping saya ini adalah orang yang tidak waras, atau bisa disebut dia sudah gila,tetapi lelaki ini menggunakan pakaian lengkap seperti halnya orang normal, hanya saja terlihat kumal dan dekil. dan memang karena kebetulan Masjid tempat saya sholat malam ini tepat berada dijantung kota , sehingga saya tidak heran mengapa ada orang gila sampai ikutan sholat secara berjamaah, dan setelah saya perhatikan secara cermat dan saya mulai mengingat-ingat, ternyata memang lelaki ini sudah gila atau tidak waras lagi, karena saya sudah sangat sering melihat wajah dia mondar-mandir dikota ini, dan sering tidur di emperan toko-toko yang ada dipusat kota ini, layaknya orang gila pada umumnya. tetapi saya hanya tidak menyangka yang sholat berada disamping saya ini adalah orang yang sudah tidak waras lagi.

Dan ketika orang yang ada disamping saya tadi sudah keluar masjid, maka orang-orang yang juga sholat berjamaah bersama saya mulai ramai berbisik-bisik sesama para jamaah ,membicarakan orang gila yang ikut sholat secara berjamaah ini, karena memang selain aroma tubuhnya yang mengganggu kekhusukan sholat , para jamaah masjid heran kok bisa orang gila masih ingat sholat berjamaah, dan salah seorang jamaah masjidpun menyeletuk secara sepontan, “ orang gila saja masih ingat sholat,tapi orang yang masih diberi akal sehat atau masih waras tidak sholat”. Mendengar celetukan itu sayapun kemudian sedikit memutarkan otak saya, dalam hati saya membetulkan apa yang dia ucapkan karena memang benar kenyataannya seperti itu, dan dengan posisi masjid yang tepat berada dijantung kota tetapi yang sholat isya hanya dua shaff saja, dan itupun orangnnya hanya yang itu ke itu saja. Bukan kah suatu keanehan, masjid ditengah pusat keramaian, yang sholat isya hanya dua shaf saja.

Itulah penomena keadaan umat islam kita ini,kebanyakan hanya mengaku Islam, tetapi hanya Islam KTP. dan tidak mau meninggalkan pekerjaannnya untuk hanya sekedar sholat berjamaah, kebanyakan lebih memilih untuk mencari kenikmatan dunia saja, tanpa mengimbanginnya dengan rasa syukurnya kepada Allah, yang telah memberikanya umur , nikmat , rezeki dan kesehatan yang ia nikmati. Bisa dikatakan umat yang enggan sholat itu lebih parah dari orang yang kurang waras yang masih bisa datang ke masjid dan ikutan sholat, walaupun dia tidak mengerti dengan apa yang dia lakukannya.

Bagaimana Allah tidak menurunkan bencana yang beruntun kepada kita kalau kita tidak bisa bersyukur kepadaNya.

Tanya kenapa????

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 11 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 15 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 16 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 19 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: