Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ranti Oktavia

Learner :: Traveller :: Lover :: Buku :: Pesta :: Cinta

Pembicaraan yang Tak Pernah Selesai = L.O.V.E

OPINI | 08 December 2010 | 03:50 Dibaca: 126   Komentar: 0   0

Selalu hanya aku dan dia yang dapat membuat percakapan kami menjadi bernilai tapi masih saja terasa kosong

09 November 2010 jam 19:36

Dia : ini adalah malam perenungan!!!!

Aku : ini adalah malam pemikiran samakan hatimu yang abu2 itu dengan otakku yang hanya berisi sesimpul myelin

Dia : adakah keadilan dihatimu….??

Aku : bukankah keadilan sudah lama mati suri

Dia : karna aku merasa seperti seorang terdakwa yang tengah menunggu keputusan dari sang hakim

Aku : selama kita bernafas, adakah yang lebih patut memberikan label dakwaan ketimbang Tuhan?

Dia : tapi lihatlah disekeliling,adakah orang yang mau dengar ketika aku berteriak tentang keadilanNya…?? bahkan mereka tak pernah menggubris,hanya menertawaiku seolah aku ini dungu…. dan aku takluk pada hukum manusia karna ketidak berdayaanku…

Aku : sudah menjadi khitoh manusia ketika terlahir dibumi, semua hukum alam semesta terbebankan padanya tiada lagi sebenar-benarnya campur tangan Tuhan dalam semua hukum dibumi, kecuali manusia dengan pemikirannya sendiri menafsirkan hukum surga yang tersurat dalam kitab suci

ketaklukanmu adalah mayoritas yang niscaya

Dia : jadi apa dirimu sudi jadi permaisuri keduaku…??dalam dunia dan akhiratku…??

Aku : bukankah aku sudah pernah menjawab pertanyaan ini ketika kau menanyakannya beberapa ratus hari yang lalu?



06 Desember 2010 jam 16:48

AKU :

lebih baik pedangmu dileherku, asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu

love was so suck, so i didn’t feel a lack to lost it

canda om..

wah tak ada yang bisa diajak ngobrol malam ini

DIA:

hahahahaha…masa bercanda…??

AKU:

iya om

tapi cinta itu betul betul menyebalkan ya

DIA:

ya…kayak kita berdua, hanya terpaku membisu ketika jumpa

AKU:

what a suck thing that God ever made for me!

these named LOVE

and i’m burned over there

DIA:

tapi apa sanggup perasaan² itu dibendung ketika berpisah separuh hati ini seperti terbakar tak rela

AKU:

What a shit disease!!

i hate to be fall in love!!

DIA:

dan kamu mengingkari untuk merasakan betapa sakitnya hati

AKU:

ckckckckkk…

ya

terbakar cemburu

dan mengakui hal itulah yang terindah dari seluruh perjalanan yang dinamakan jatuh cinta

DIA:

tapi aku masih jatuh cinta seperti saat kedua mataku pertama kali memandangmu

AKU:

ya tentu, karena kita tak pernah benar2 bisa menangkap waktu saat kita pertama kali bertatapan

yang ada tiap kali kita memandang, itu lah saat pertama kali kita jatuh cinta lagi

aku sangat membenci pandangan mata yang kusengaja pada seorang pria yang aku tak yakin aku benar2 telah jatuh cinta padanya

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wahana Baru Ice Age Arctic Adventure, Dufan …

Rokhmah Nurhayati S... | | 19 April 2014 | 01:35

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Araira …

Fandi Sido | | 16 March 2014 | 19:39

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 9 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 21 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: