Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Anief Istianah

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

ARTI KEHIDUPAN

OPINI | 02 November 2010 | 14:17 Dibaca: 138   Komentar: 0   0

Arti kehidupan di dunia

Salah satunya adalah tentang sebuah arti kehidupan menurut Quran. Bahwa hidup adalah sebuah tempat “kepura-puraan” atau “sandiwara”, “saling menyombongkan diri” dan “penipuan”. Eits, tunggu dulu. Ini penjabarannya:

  1. Kepura-puraan maksudnya adalah bahwa hidup ini sebenarnya adalah kosong, tidak ada artinya bagi kita semua. Kita mencari harta dan menumpuknya sebanyak-banyaknya adalah sejatinya kosong. Kita mencari gelar dan jabatan setinggi-tingginya adalah sebenarnya kosong. Kita bernapas pun sebenarnya adalah kosong. Jadi, sebetulnya semuanya adalah kosong, kecuali Yang Maha Agung yang mempunyai kuasa bagi seluruh alam, tak terkecuali manusia.
  2. Saling menyombongkan diri maksudnya kita hidup hanya dikejar oleh rasa ingin membanggakan diri sendiri. Punya sesuatu yang sedikit pun apabila dirasakan baik baginya cenderung ingin ditunjukkan kepada orang lain. Rasa kebanggaan terhadap diri sendiri (dan juga bisa membanggakan orang lain atau harta benda yang dimiliki) itu tidak dapat dipungkiri melekat pada diri semua manusia tanpa terkecuali.
  3. Penipuan. Yang dimaksud penipuan di sini adalah, bahwa nikmat yang dirasakan di dunia adalah sebenarnya bukan nikmat yang langgeng, hanya nikmat semu dan sesaat. Namun itu dirasakan nikmat dan cenderung dengan senang hati dilakukan oleh manusia. Sedangkan nikmat yang sebenarnya adalah nikmat akhirat, yang di dunia adalah dirasakan bukan sebagai nikmat oleh manusia melainkan sebagai sebuah beban atau tuntutan. Sehingga, manusia cenderung untuk meninggalkannya.

Kehidupan di dunia ini hanyalah dapat dirasakan bukan sebagai ketiga hal di atas oleh orang yang benar-benar tidak memikirkan ketiga hal yang di atas, melainkan menyandarkan kesemuanya kepada Yang Esa. Sedangkan untuk bisa melakukan itu, manusia harusnya mempunyai dua kunci hidup, yakni SABAR dan SYUKUR (Sesuai dengan konsepku pribadi, namun sekarang aku tambahi satu lagi jadi 3S: SADAR, SABAR, dan SYUKUR).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petaka Tunai di Phuket …

Hilman Fajrian | | 21 April 2015 | 15:47

Apa sih Pentingnya Prakiraan Curah Hujan? …

Fathan Muhammad Tau... | | 21 April 2015 | 10:00

Berkat Kompasiana, Artikel Saya Masuk di …

Daniel H.t. | | 21 April 2015 | 10:04

Anomali di Dunia Teknologi Informasi …

Jusman Dalle | | 21 April 2015 | 10:45

Gebyar Lomba Blog dan Hadiah di Bulan April …

Kompasiana | | 17 April 2015 | 12:34


TRENDING ARTICLES

Kebenaran Universal Tidak Akan Mampu …

Abu Hisyam | 19 jam lalu

PSSI Beku, FIFA Tunggu Pemerintah Tegakkan …

Zen Muttaqin | 20 jam lalu

Dinasehati Presiden, Ahok Terus Serang …

Rizal Amri | 20 jam lalu

Ismi Riza Juara X Factor 2015? …

Alan Budiman | 22 jam lalu

Kisruh PSSI Jilid III …

Andra Flea | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: