Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Abu Hanifah

aku seorang muslim

Benarkah Izro’il Malaikat Pencabut Nyawa???

OPINI | 06 October 2010 | 11:39 Dibaca: 244   Komentar: 0   0

Beriman kepada malaikat - malaikat Allah merupakan salah satu rukun dari enam rukun Iman yang ada, yang tidaklah sah Iman seseorang muslim kecuali ia beriman terhadapnya.

Allah ta’ala berfirman :

آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالو سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير (البقرة: 286)

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Robb Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Al Baqoroh: 286)

Dan Rosululloh sollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, tatkala Jibril bertanya , apa itu Iman

أن تؤمن بالله و ملئكته وكتبه ورسله ….. (رواه مسلم )

Kata malaikat berasal dari bahasa arab ”ألك yang berarti “ar-risalah” atau utusan, dikatakan demikian karena mereka adalah utusan – utusan Allah. Imam Assuyuti berkata : “ Bahwasannya iman terhadap malaikat mengandung beberapa makna :

1. Meyakini keberadaannya

2. Menetapkan bahwasannya mereka adalah hamba- hamba Allah dan makhluknya

3. Meyakini pula bahwasannya diantara mereka adalah utusan Allah yang diutus kepada yang ia kehendakiNya

Telah kita ketahui pula bahwasannya malaikat diciptakan Allah dari Annur atau cahaya, sebagaimana yang telah datang dari Rosululloh sollallahu ‘alaihi wasallam, dari hadits Aisyah ;

خلقت الملئكة من نور و خلق الجان من مارج من نار (رواه مسلم 2996)

“ Malaikat diciptakan dari Cahaya dan adapun Jin diciptakan dari Api Neraka.” (Muslim 2996)

Akan tetapi Rosululloh tidak menjelaskan dari jenis Cahaya apa yang Allah ciptakan darinya. Dan kita tidak mengetahui pula kapan mereka diciptakan, karena tidak ada dalil yang shorih yang menjelaskan hal itu, tetapi yang telah jelas mereka diciptakan lebih dahulu dari Nabi Adam alaihissalam, karena Allah ta’ala berfirman :

وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل فى الأرض خليفة (البقرة: 30)

Ingatlah ketika Robbmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka Bumi.” (Al Baqoroh: 30)

Allah Ta’ala telah menghabarkan tentang sifat- sifat Malaikat, diantaranya adalah Malaikat mempunyai sayap- sayap, ada yang mempunyai dua , tiga, empat, bahkan ada yang lebih dari itu. Allah Ta’ala berfirman :

الحمد لله فاطر السماوات والأرض جاعل الملائكة أوللى أجنحة مثنى و ثلاث و ربع يزيد في الخلق ما يشاء إن الله على كل شيئ قدير (فاطر: 1)

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (fathir :1)

SIFAT-SIFAT MALAIKAT

Dan diantara sifatnya pula mereka adalah ciptaan Allah yang indah, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

ذو مرة فاستوى (النجم: 6)

Para ahlu tafsir diantaranya Ibnu Abbas berkata: makna “ذو مرة ”adalah yang mempunyai bentuk yang indah. Hal ini telah masyhur dari kalangan awam, oleh karena itu tatkala mereka mensifati sesuatu yang indah mereka menyerupakannya dengan Malaikat, sebagaimana firmanNya :

فلما رأينه أكبرنه وقطعن أيديهن و قلن حاشا لله ما هذا بشرا إن هذا بشرا إن هذا إلا ملك كريم (يوسف: 31)

“Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia.” (Yusuf: 31)

JUMLAH MALAIKAT

Malaikat – malaikat Allah sangatlah banyak tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dzat sang maha pencipta, Allah ta’ala berfirman :

و ما يعلم جنود ربك إلا هو وما هي إلا ذكرى للبشر (المدثر: 31)

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Robbmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (Al Mudatsir 31)

Diantara dalil yang menunjukan berapa jumlah mereka, telah diriwayatkan oleh Imam Bukhori tentang perkataan Jibril mengngisahkan tentang Baitul Ma’mur :

هذا البيت المعمور يصلّي فيه في كل يومٍ سبعون آلف ملك (البخاري 2207)

“Inilah Baitul Ma’mur yang setiap harinya sholat 70.000 malaikat di dalamnya”.

NAMA- NAMA MALAIKAT

Allah ta’ala telah menyebutkan tentang nama- nama Malaikat, baik dalam Al Quran maupun dalam Sunnah Shohihah, dan inilah beberapa dalil yang shohih tentang penamaan Malaikat Allah.

1. Jibril dan Mikail

من كان عدوا لله وملائكته ورسله و جبريل و ميكال فإن الله عدو للكافرين (البقرة: 97)

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Al Baqoroh: 97)

2. Isrofil

Telah disebutkan bahwasannya Malaikat Isrofil adalah malaikat peniup Sangkakala, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang doa Rosululloh pada iftitah dalam sholat lail:

اللهمّ رب جبريل و ميكائيل وإسرافيل فاطر السماوات والأرض عالِم الغيب والشهادة أنت تحكم بين عبادك فيما كانو يختلفون اهدني لما اختلف فيه من الحق بإذنك (مسلم 770)

3. Malik

Yaitu malaikat penjaga Api Neraka, Allah ta’ala berfirman:

ونادو يا مالك ليقض علينا ربك قال إنكم ماكثون (الزخرف: 77)

Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Robbmu membunuh Kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini)”. (az-zukhruf : 77)

4. Ridwan

Al Imam Ibnu katsir berkata dalam kitabnya “Bidayah wa Nihayah”

“ Dan adapun penjaga Surga adalah Malaikat yang dinamakan Ridwan, sebagaimana yang telah tetap dalam sebagian hadits shohih tentang hal itu.”

5. Munkar dan Nakir

Yaitu malaikat yang bertugas bertanya kepada manusia pada alam Kubur, adapun penamaan ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosululloh sollallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang panjang tentang keadaan manusia dalam alam kubur.

6. Malakul Maut

Dialah malaikat pencabut nyawa manusia.

Allah ta’ala berfirman :

قل يتوفاكم ملك الموت الذي وكل بكم ثم إلى ربكم ترجعون

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Robbmulah kamu akan dikembalikan.”(ass- sajdah: 11)

Dan inRobb penamaan yang shohih dari nama malaikat ini, sebagaimana yang banyak disebutkan dari dalil- dalil yang shohih. Adapun penamaan yang masyhur diantara kaum muslimin bahwa nama malaikat pencabut nyawa adalah malaikat Izroil, maka tidaklah penamaan ini berasal dari dalil yang shohih. Dikarenakan tidak adanya penukilan yang shohih dari nama ini, oleh karenanya hendaklah mencukupkan dari nama yang jelas keshohihannya agar kita lebih taslim dari apa-apa yang telah tetap dari al- qur’an dan ass-sunnah.

Kewajiban seorang muslim kepada malaikat

1. Tidak mencela mereka

Para ulama’ ahlussunnah bersikap keras kepada mereka yang dengan sengaja mencela malaikat- malaikat Allah. Karena mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang dimuliakan dan mereka adalah utusan-utusan yang dipilih Allah, maka mencelanya atau dengan senagaja memusuhinya adalah perbuatan kufur, Allah ta’ala berfirman:

من كان عدوا لله وملائكته ورسله وجبريل و ميكال فإن الله عدوا للكافرين

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (al-baqoroh : 98)

Berkata Imam Assuyuti : ketahuRobb bahwasannya wajib kepada seorang muslim mengagungkan para nabi-nabi Allah, begitupula malaikat- malaikatNya. Maka barangsiapa yang mencela kehormatan mereka maka sungguh ia telah kafir. ( Al-habaik fi Akhbaril Malaik : 255 )

2. Menjauhi dosa dan maksiat

Sesungguhnya paling besarnya perbuatan yang dapat menyakiti para malaikat- malaikat Allah adalah perbuatan maksiat, dosa, kekufuran dan syirik. Sebagaimana sesuatu yang paling disenangi malaikat adalah ketaatan, ikhlas, dan menjauhi apa-apa yang dibenci Allah. Oleh karenanya para malaikat tidaklah masuk suatu tempat atau rumah yang dimana didalamnya terdapat maksiat gambar dan sesuatu yang Allah benci terhadapnya.

sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosululloh sollallahu ‘alaihi wasallam:

لا يدخل الملئكة بيتاً فيه صورةٌ ولا كلب

“ Malaikat tiadak masuk rumah yang didalamnya terdapat gambar dan anjing”.

3. Malaikat tersakiti dari apa-apa yang tersakiti manusia

Telah diriwayatkan dari banyak hadits tentang hal tersebut, maka para malaikat akan tersakiti atau tidak menyukai sesuatu yang berbautak sedap atau terhadap sesuatu yang kotor dan najis. Imam Bukhori meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwasanya Nabi sollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من أكل الثوم والبصل والكراث, فلا يقربنّ مسحدنا فإنّ الملئكة تتأذى مما يتأذى منه بنو آدم (مسلم 567)

“ Barangsiapa yang makan makan bawang putih, bawang merah dan daun bawang, maka janganlah ia mendekati masjid kami. Karena sesungguhnya malaikat tersakiti dari apap-apa yang tersakiti manusia.” ( Muslim: 567 )

Sebagai penutup risalah ini, sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim lebih meyakini tentang keagungan dan kemuliaan malaikat- malaikat Allah, bahwasannya mereka adalah hamba-hamba Allah yang taat dan tidak pernah memaksiati perintahNya. Dan hendaknya kita berlepas diri dari apa-apa yang diyakini oleh orang-orang musyrik yang mereka mengatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Ini merupakan keyakinan yang batil, oleh karenanya Allah mendustakan perkataan mereka lewat firmanNya :

وقالو اتخذ الرحمن ولدا سبحانه بل عباد مكرمون

“Dan mereka berkata: “Robb yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan.” (Al-anbiya’ : 97)

Sebagaimana kita berlepas diri pula dari apa-apa yang diyakini oleh orang yahudi yang mengatakan bahwa Jibril adalah musuh mereka dan Isrofil adalah kekasih mereka. Maka Allah ta’ala telah menghabarkan bahwa barangsiapa yang membedakan malaikat- malaikatNya maka hakikatnya telah memusuhi semuanya. Allah ta’ala berfirman :

من كان عدوا لله وملائكته ورسله و جبريل وميكال فإن الله عدوا للكافرين

”Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ( Al-baqoroh : 98)

Semoga Allah menggolongkan kita kepada orang –orang yang berserah diri dari apa-apa tang datang dariNya dan melindungi kita dari keyakinan yang bertentangan dari Kitab dan Sunnah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: