Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Oman Purba

Putra Indonesia yang punya asma dan bisa berbahasa mandarin & rusia. Direktur kesukaan saya ialah selengkapnya

Turunkan Foto Presiden dan Wapres

OPINI | 12 September 2010 | 18:07 Dibaca: 75   Komentar: 5   0

Perhatikanlah di semua kantor badan pemerintah selalu ada foto presiden dan wapres..Ketika mata kita mengarah ke situ, hanya kedua foto itulah yang menjadi perhatian kita.

Pikiran kita hanya mengingatkan memori kita kalau wajah presiden dan wapres saat ini berupa demikian. Jadi secara tidak langsung kita hanya teringat kalau merekalah yang memegang jabatan tertinggi di pemerintah saat ini.

Kita jadi lupa sama yang lebih penting dari kedua foto itu, yaitu lambang garuda yang diapit di antara kedua foto itu. Yang merupakan simbol dan ideologi pada saat negara tercinta kita dibentuk.

Orang hanyalah orang, presiden dan wapres akan terus berganti dengan jalannya waktu. Namun simbol pancasila dari UUD RI 1945 yang di tanamkan di dada garuda dan diseluruh burung garuda tersebut dari jumlah bulunya, tidak akan berubah.

Jadi apa gunanya kedua foto demikian? Bukankah kita sebagai bangsa dan rakyat akan punya pikiran yang lebih efektif dan jernih apabila waktu ke waktu kita diingatkan bahwa kita adalah negara pancasila?

Alangkah bagusnya kalau kita tiap kali lihat garuda, kita jadi teringat kalo kita ini negara yang:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bukannya lebih bagus bagi mental kita sebagai bangsa apabila foto presiden dan wapres tidak usah dipajang, melainkan hanya garuda yang terus mengingatkan kalo kita ini negara Indonesia yang berpancasila dan bangga!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 3 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 11 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 14 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Berat dan Ringan itu Relatif dalam Bekerja …

Eko Junaidi Salam | 8 jam lalu

Jika Sulit Memberi, Mari Berbagi …

Saumiman Saud | 8 jam lalu

Jadwal 16 Besar Asian Games 2014 …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Derita Hidup di Negeri Orang …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: