Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Dian Kelana

Ilmu tidak didapatkan disekolah, tapi pada kemauan belajar. dan Tuhan tidak akan mengubah nasib kamu, selengkapnya

Filosofi Kepemimpinan di Minangkabau

OPINI | 07 September 2010 | 03:45 Dibaca: 811   Komentar: 37   5

Foto Dok. Zulfahmi Dayat

Filosofi kepemimpinan di Minangkabau terdiri dari kalimat: Ditinggikan se ranting, di dahulukan selangkah.

Ditinggikan se ranting mengandung makna yaitu: Sang pemimpin begitu dekat dengan rakyat yang dia pimpin. Bila dia berbicara akan jelas terdengar oleh rakyat yang dia pimpin, tanpa harus punya perantara atau juru bicara yang memungkinkan terjadinya salah penyampaian maupun salah penafsiran. Karena kedekatan antara pemimpin dan yang dipimpin, rakyatpun tak harus berteriak untuk menyampaikan setiap permasalahan yang timbul di tengah rakyat.

Dengan dekatnya pemimpin dengan rakyatnya, sang pemimpinpun akan merasa malu bila melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma dan kepatutan, karena rakyat selalu mamantau kinerja sang pemimpin.

Didahulukan se langkah mengandung makna: Bila sang pemimpin salah dalam melangkah, rakyat akan segera memberi tahu, agar sang pemimpin membetulkan langkahnya sehingga ayunan langkahnya dengan rakyat tidak timpang sehingga menjadi serentak dan seirama. Dengan pengertian, apapun kebijakan dan keputusan yang diambilnya, semua demi kepentingan rakyat dan tidak bertentangan dengan kebutuhan rakyat yang dipimpinnya, dan rakyatpun akan mengikutinya dan mematuhinya, karena telah menjadi komitmen bersama.

Dengan didahulukannya sang pemimpin hanya selangkah, jika dia tersesat kearah yang bukan menjadi tujuan bersama yang telah disepakati sebelumnya, rakyat akan segera mengetahui dan mengingatkannya agar kembali kejalan yang telah di sepakati itu. Hingga rakyatpun tak kehilangan arah, karena pemimpin mereka masih berjalan di depan mereka kearah tujuan yang benar.

Lalu bagaimana rakyat menyikapi sang pemimpin?

Jawabannya: Rajo alim rajo di sambah, rajo zalim rajo disanggah

Postingan sebelumnya: http://didikan-subuh-di-mana-kau-kini/

Postingan teman yang sayang untuk dilewatkan:

@ Della Anna            http://belanda-lari-gondol-nasi-goreng-ketika-kolonialisme-usai/

@ Iden Wildensyah   http://saat-gubernur-narsis/

@ Ouda Saija           http://fiksi-kilat-bagaimana-kalau-dibukukan-oleh-kompasiana-ya/

@ Ragile                   http://mengapa-atheis-jadi-warga-negara-kelas-dua/

@ Siveria Verawati  http://suara-beduk-dan-nastar-keju-mbak-rin-sore-ini/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Trik Licik Money Changer Abal-abal di Bali! …

Weedy Koshino | | 20 August 2014 | 23:31

Seleksi CPNS 2014 Dibuka dan Diselingi …

Pebriano Bagindo | | 21 August 2014 | 05:00

Menanti Keputusan MK …

Wisnu Aj | | 21 August 2014 | 02:20

Senja Kala Pesepeda di Yogyakarta …

Yusticia Arif | | 21 August 2014 | 09:02

[Proyek Buku] Catatan Warga Indonesia di 10 …

Kompasiana | | 12 August 2014 | 23:19


TRENDING ARTICLES

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 3 jam lalu

Dapur Umum di Benak Saya …

Itno Itoyo | 14 jam lalu

Bonsai MK dan KPU, Berharap Rakyat Cueki …

Sa3oaji | 15 jam lalu

Menunggu Aksi Kenegarawanan Hatta Rajasa …

Giens | 16 jam lalu

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: