Anda tidak memahami Islam atau anda bukan Islam, begitu kira2 beberapa koment yang diberikan pada artikel saya menyangkut bangsa Yahudi. Sederet artikel saya sudah posting, ditinjau dari berbagai aspek untuk memahami mengapa ada umat Islam yang meyakini bahwa bangsa Yahudi adalah musuh Islam , bahkan yang lebih ekstrem bersedia melakukan bom bunuh diri atau berjihad. Dalam Al Qur`an memang sedikitnya ada 22 ayat mengenai bangsa Yahudi yang pada dasarnya menyatakan bangsa Yahudi adalah manusia yang buruk perangai. Demikian juga tentang hadist yang diinterprestasikan bahwa bangsa Yahudi pada dasarnya ingin menghancurkan Islam. Yang menjadi pertanyaan , jika tidak membenci Yahudi artinya tidak menghayati ajaran Islam secara benar ?. Memahami ajaran agama tanpa melihat perkembangan zaman akan sangat mempengaruhi pola pikir, begitu juga sebaliknya pola pikir yang terbentuk sebagai pengaruh dari ilmu pengetahuan modern dapat membuat pertentangan bathin jika keimanan harus selalu dilogikakan. Untuk menjaga keimanan, ada sebagian umat islam yang melarang mendengarkan radio atau menonton Televisi itu juga tidak salah karena keimanan akan kembali pada diri masing2.
Dari sudut pandang keimanan, ayat Al Qur`an tentang Yahudi itu adalah contoh prilaku yang tidak perlu ditiru, tidak ada anjuran untuk membenci. Jika kita memahami Al Qur`an secara mendalam bahwa sesungguhnya Al Qur`an selain mengajarkan keimanan juga mengandung ilmu pengetahuan dan sejarah. Namun sejarah itu terhenti sampai lahirnya Al Qur`an itu sendiri, sedangkan sejarah yang berkembang saat ini adalah hasil pengetahuan kita mempelajari hal2 yang berasal dari Al Qur`an numun tetap kontekstual. Dalam Al Qur`an tidak mengenal bangsa rumpun Melayu namun bangsa Melayu menganut ajaran Islam adalah merupakan catatan sejarah dari perkembangan dunia. Tidak ada Benua Amerika, tidak ada bangsa Indian yang memiliki peradaban cukup tinggi, tidak ada tentang ajaran hindu yang sesungguhnya lebih dahulu berkembang, Islam berkembang berawal di Timur Tengah, berkembang dari lingkungan hubungan masayarakat suku bangsa yang berhubungan satu sama lain diantaranya bangsa Yahudi itu. Sedangkan bangsa Indian, Melayu, India, Cina masih merupakan jangkauan dunia lain yang masih terpisah oleh faktor teknologi jelajah manusia pada waktu itu. Ini fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri, tidak bisa dipungkiri bahwa ada bangsa melayu, ada bangsa Indian, Cina dan lain sebagainya. Al Qur`an tidak pula menunjukkan ayat2 diluar jangkauan pikiran manusia pada waktu itu seperti di Indonesia ada tanah jawa atau bali. Namun Ayat Al Qur`an adalah wahyu Allah adalah keimanan, Allah Yang Maha Kuasaq, Muhammad Rasulullah itu harus diyakini. Artinya, mempelajari ajaran agama harus menggunakan nalar, menggunakan akal pikiran sehingga kita tidak salah dalam menafsirkan.
Penganut ajaran Islam saat ini telah berkembang menjadi kedua terbesar setelah penganut ajaran Kristen. Dalam Ajaran Kristen tidak mengenal ajaran Islam karena memang Islam tumbuh berkembang lebih dari 600 tahun sejak kelahiran ajaran Kristen itu, ini logika atau cara pandang dari sudut sejarah. Namun tidak pula dapat dikatakan mempelajari sejarah agama dan mempelajari agama lain akan mempertipis keimanan atau membuat kita menjadi ragu, justru sebaliknya pengetahuan itu akan membawa kita lebih mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial. Seperti yang terjadi dengan jemaat Gereja HKPB, mereka adalah orang Batak,bangsa Indonesia juga, bukan Yahudi tetapi mendapat sikap yang kurang bersahabat dari saudara kita yang muslim sehingga merasa ibadahnya terganggu. Penganut kristen mengenal Islam karena hubungan sosial, sejarah telah berlangsung berabad abad, hubungan sosial kedua pemeluk ini mempunyai catatan sejarah yang panjang.
Ajaran Islam tidak pernah out of date, tetap actual, demikian juga bangsa Yahaudi tetap eksist dan bahkan mampu menguasai ekonomi dunia maupun politik. Melihat Yahudi secara factual, mungkin dapat dianggap menyalahi ajaran Islam karena penafsiran bagi pemeluk Islam adalah subjective sifatnya karena azas keimanan. Tetapi mengubah keyakinan penganut Islam tentang Yahudi juga bertentangan dengan tafsiran yang diyakini kebenarannya. Namun jika menggunakan logika, untuk memberikan keyakinan memang akan lebih mudah difahami jika menggunakan contoh yang actual, yaitu contoh yang ada disekeliling kita.
Islam yang tumbuh berawal di Jazirah Arab, pada waktu itu sebagaimana diceritakan dalam cerita2 nabi, bahwa bangsa Yahudi ini menjadi bangsa yang maju dibawah kepeminpinan raja Sulaiman. Bangsa yang lebih maju akan menjadi bangsa yang kuat yang secara naluri ingin menaklukan bangsa yang lain dan tentunya akan menimbulkan perlawanan pihak yang ditaklukan. Allah maha tahu, melalui ayat suci yang diturunkan tersebut maka terjadi keseimbangan kekuatan, tumbuh berkembang kerajaan islam sehingga bangsa Yahudi dengan kemajuan dan keunggulan yang dimilikinya tidak dapat melakukan tindakan semena2 terhadap bangsa lain. Kita lihat fakta sejarah, kerajaan Islam mampu menandingi bangsa Yahudi dan bangsa itu tercerai berai kesegala penjuru dunia.
Sejarah juga mencatat, sebagaimana kisah dinasti Rostschild yang saya posting sebelumnya, bagaima kebangkitan bangsa Yahudi yang ditandai dengan penguasaan perbankan dunia, melalui kekuatan keuangan dan sumber ekonomi yang dimilikinya bangsa ini mampu mengendalikan politik negeri adidaya Amerika Serikat yang memiliki senjata pemusnah bumi. Setelah mengalami pengusiran lebih dari 1000 tahun, bangsa ini dengan semangat zionistnya berhasil mendirikan negara Israel, negara kecil tetapi menjadi besar karena mampu mengalahkan negara2 Arab. Masa keemasan kerajaan islam telah berganti, bangsa Yahudi kini mampu mengendalikan dunia. Kini giliran umat Islam yang berjuang melawan kedzoliman bangsa Yahudi setelah sebelumnya bangsa ini tercerai berai karena didzolimi.
Alif-Laam- Miim adalah huruf-huruf abjad dalam susunan bahasa Arab. Itulah penjelasan yang paling tepat untuk tiga huruf abjad dalam pembukaan ayat suci Al Qur`an. Yang menjadi pertanyaan, apa maknanya ?. Mungkin kita harus kembali kepada tiga huruf tersebut sebelum mengatakan ” anda bukan Islam atau anda sesat “. Tiga huruf abjad itu mungkin akan memberikan pemahaman bahwa manusia tidak ada yang akan sempurna memaknai Al Qur`an, paling tidak makna tiga abjad itu tak ada yang mampu memberikan makna secara sama. Artinya, kita sesungguhnya dituntut untuk belajar, Al Qur`an adalah peletakan dasar bagi kita untuk mempelajari kehidupan manusia. Mungkin, kita bisa memaknai ayat tentang yahudi itu, janganlah kita bersifat seperti Bangsa Yahudi, sebuah contoh sifat yang tidak perlu ditiru, contoh yang actual pada zaman itu. Ketika orang2 yang nafkahnya menggantungkan diri pada saya melaporkan pekerjaan yang belum dapat diselesaikan, mungkin saya akan marah karena mereka tidak membawa keuntungan buat saya. Saya menjadi Yahudi, saya marah dan mereka merasa didzolimi.
Perjalanan panjang dilakukan oleh setiap orang yang pada akhirnya orang akan menjadi pintar, kaya, kuat, dan licik karena ada banyak orang pintar,kaya, kuat dan licik juga. Kemampuan orang akan berbeda sehingga ada yang berkuasa dan dikuasai. Yang dikuasai akan merasa didzolimi karena yang berkuasa akan lebih kuat dan tidak suka dilawan. Yang berkuasa akan menjadi sasarn kritik, kesalahan manusiawi kadang tak terampuni adalah keadaan yang timbul dalam kehidupan sosial dimanapun didunia ini. Yahudi yang diceritakan dalam sejarah nabi menjadi bangsa yang makmur, bangsa yang terpilih itu juga menjadi sasaran kritik, hujatan hingga saat ini. Sebaliknya bangsa yang unggul itu terus berusaha unggul, dilain sisi bangsa yang merasa terdzolimi terus mengkritik dan menghujad. Situasi itu berlangsung sepanjang masa selama manusia ada yang kuat dan ada yang lemah. Jika kita kuat, maka kita tidak merasa didzolimi, tidak perlu menghujad, tidak perlu mengkritik karena kita mampu mengatasi diri kita. Mungkin dapat menjadi sebuah pedoman, jadikanlah diri kita menjadi kuat agar tidak membenci siapapun termasuk membenci bangsa Yahudi itu. Starbucks, dunkin donuts, cocacola, facebook, microsoft hanya bagian kecil dari kreasi bangsa yahudi dalam keseharian kita.
Seperti dalam artikel sebelumnya, sedikit mempelajari militer Israel, sesungguhnya bangsa Yahudi juga telah mengalami kejenuhan terus menerus berperang, bangsa Palestina tidak dapat ditaklukan dengan senjata yang membuat tentara Israel frustasi dan berlaku brutal. Namun sebaliknya ada penganut ajaran Islam juga melakukan kebrutalan bom bunuh diri justru jauh dari kehidupan bangsa itu seperti pengeboman di bali dan di jakarta yang menimbulkan korban tidak sedikit. Mungkin juga, penganut ajaran lain tidak merasa terganggu ibadahnya jika kita semua bersedia memahami bahwa setiap orang mempunyai hak berkeyakinan. Mungkin Alif Laam Miim itu dapat menjadi pegangan dalam mempelajari ajaran islam, tidak ada satupun manusia yang sempurna mempelajari islam. Alif Laam Miim dapat juga disikapi bahwa Allah menghendaki kita agar selalu mencari tahu apa yang terjadi dimuka bumi ini.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
