Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Mohammad Ichlas El Qudsi

Berpikir, berkarya untuk Negeri dan Bangsaku

HIKMAH PASIR

OPINI | 04 August 2010 | 09:07 Dibaca: 176   Komentar: 3   0

“Segenggam pasir akan menjadi sebongkah batu yang memiliki kekuatan tatkala melalui proses peningkatan kualitas yang panjang atau dengan cara yang tepat demikian juga dengan diri kita.

Februari 16, 2010

Mohammad Ichlas El Qudsi

HIKMAH PASIR

HIKMAH PASIR

Kualitas hidup itu penting. Itulah makna singkat yang kita tangkap dari kata-kata hikmah di atas. Kulitas hidup ini cakupannya luas. Baik menyangkut kualitas ragawi (fisik), maupun kualitas batiniyah (psikologis).Antara kualitas ragawi dan batiniyah adalah satu kesatuan. Fisik sebagai “wadah” dan psikis atau batin sebagi “isinya”. Dalam salah satu peribhasa Yunani, dikatakan “mensana in corpore sano”. Artinya : “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Falsafah dari peribahasa Yunani ini, memiliki makna dan tujuan yang sama, yakni menciptakan kulitas hidup. Bahwa fisik dan jiwa adalah dua aspek yang saling mengisi untuk menciptakan kualitas kepribadian manusia secara utuh.

Dalam persitiwa alam, pasir merupakan salah satu substrat daratan yang terdapat di pinggir pantai. Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur.

Terlepas dari wujud materinya, ternyata pasir yang terbentang di pantai dan menyuguhkan keindahan panorama itu, adalah sebuah proses alamiah mteri yang mengandung banyak hikmah. Diantara hikmahnya adalah : Pertama, pasir bisa berubah bentuk fisiknya, tapi zat tidak berubah. Hikmahnya terhadap manusia, adalah perubahan apapun itu, tetap berpijak pada otentisitas diri. Kedua, pasir mampu memberikan keindahan, bagi siapapun memandangnya. Ketiga, pasir mampu memberikan kemanfaatan bagi kehidupan manusia, seperti bahan bangunna, dan dapat digunakan sebagai bahan aksesori. Dengan contoh ini, ternyata pasir dengan kualitas dan nilainya, mampu memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk lain yang berhabitat di dalamnya.

Dari semua peristiwa alam terkait pasir di atas, kita bisa mereduksi hikmahnya dalam aplikasi kehidupan manusia. Karena manusia dalam hidupnya, selalu berproses mencari bentuk kualitas diri yang sebaik-baiknya. Pencarian bentuk kualitas sebagai manusia itu, dijalani dengan berbagai cara, baik dari aspek keimanan (spiritualitas), dari aspek hubungan antar sesama (sosial) dan menambah kulitas kognitif dengan ilmu pengetahuan. Hanya dengan ini, manusia bisa memantapkan kulitas dirinya. Sebagaimana penggalan kata-kata hikmah di atas, yang menghendaki agar, kulitas jati diri manusia adalah sebuah perubahan dalam mencari kulitas individu yang jauh lebih mumpuni. ****

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: