Kompasiana
Kamis, 09 Pebruari 2012

Filsafat

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Arbi Syah

Bukan tokoh publik yang begitu cinta Kompasiana.

Ketika Mariska Lubis Membangunkan Tidur Saya

OPINI | 28 July 2010 | 09:38 206 45 9 dari 11 Kompasianer menilai Inspiratif

http://storiesfromtheroad.wordpress.com/2009/10/24/atm-kondom-dirusak/

Sumber Gbr: http://storiesfromtheroad.wordpress.com/2009/10/24/atm-kondom-dirusak/

Saya tidak mau ragu lagi. Saya adalah penulis. Semoga Tuhan mengampuni saya, melindungi saya, dan menuntun setiap langkah saya. Hanya Dia yang tahu apa isi hati saya yang sebenarnya. Dia yang paling tahu siapa saya yang sesungguhnya. Hanya Dia juga yang paling berhak memberikan semua nilai itu. Terima kasih telah membuat saya menjadi saya seperti sekarang ini.

SATU paragraf yang dahsyat dari seorang wanita luar biasa ini selalu saya simpan dan saya bawa kemana pun. Dan bagi saya dia melebihi seorang Guru, kakak, dan bahkan sahabat. Ya, dialah Mariska Lubis yang daya magis menulisnya selalu luar biasa. Tak hanya bertopik seks saja tulisannya yang enak dibaca. Tapi, semua tema rasanya asyik saja diikuti setiap barisnya. Itulah kekuatan Mariska Lubis yang menurut saya, dan juga banyak orang bahwa kharisma dan auranya begitu menggoda.

Tanpa harus menginap di rumah saya Mariska Lubis mampu membangunkan tidur saya. Ini tak ada hubungannya dengan tidur konvensional yang ranjangnya ada di dalam sebuah kamar milik sebuah rumah. Tidur jenis ini adalah bentuk istirahat yang telah lama saya lakoni di dalam kamar jiwa saya sendiri yang begitu nyenyak, pulas, nikmat, dan saya sulit dibangunkan oleh siapapun termasuk diri saya sendiri sebelum dia datang memanggil dengan keras, mendobrak pintunya, dan memaksa saya keluar dengan cepat dari sana.

“Bangun! Cepat! Kau telah lama tertidur dalam kamar yang kumuh ini. Kamar yang baunya tak sanggup didiami tikus sekalipun. Untuk apa kamu terus ada disini?!!”.

Begitulah cara Mariska Lubis membangunkan saya dengan teriakan lantangnya yang memekakkan telinga dan membumbuinya dengan tarikan keras pada lengan saya yang membuat saya terperanjat. Saya lari keluar kamar mengikutinya dengan cepat.

Mariska Lubis membimbing saya keluar dari rasa ngantuk yang masih saja saya derita. Cara dia melakukannya sungguh luar biasa sekali.

Terimakasih Mariska Lubis. Saya suka caramu membangunkan saya dari tidur yang selama ini saya nikmati nyenyaknya. Dan saya sekarang sedang ada di kamar mandi membersihkan semuanya dan kali ini jangan bantu saya karena kamu tahu saya sudah bisa melakukannya sendiri.

“Thank You very much Mariska Lubis, you’re really the inspiring woman, and the woman in million.”

Salam Kompasiana

Bahagia Arbi


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012