Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Novri Naldi

Novrinaldi Sapni, begitulah nama lengkapku. Lahir di desa terpencil, Titian tinggi - Riau, 1 November selengkapnya

“Qunut” dalam Solat Subuh

OPINI | 27 July 2010 | 10:12 Dibaca: 1092   Komentar: 7   1

Bismillah….
saya mencoba untuk membahas sedikit tentang “Qunut yang dilakukan ketika solat subuh setelah rukuk pada rokaat yang ke-2.

Di dlam alam kitab “Fiqhu As-sunah” yang disusun oleh Sayyid Sabiq, tepatnya pada jilid 1 halaman 236, menjelaskan tentang “Al-Qunut fi solati as-subhi” , disana terdapat beberpa keterangan dan penjelasan tentang Qunut yang dilakukan ketika solat subuh setelah rukuk pada rokaat yg ke-2. Pada dasarnya Qunut setelah solat subuh itu ” ghoiru masru’( tdk ada dlm syariat) artinya tdk disyariatkan, ini sesuai dengan hadist Nabi SAW: “Anna an-nabiya SAW, kaana la yaqnutu fi solati as-subhi, illa iza da’aa liqaumin, aw da’aa ‘ala qaumin” (bahwa Nabi saw, tidak melakukan qunut pada solat subuh, kecuali mendoakan untuk kebaikan sebuah kaum, atau mendoakan atas perbuatan kaum(keburukan suatu kaum).

Ada juga hadis yang diriwayatkan oleh zabir, yang bahwasanya ketiga kholifah, (yaitu Abu bakar, Umar, dan Usman), mereka tidak memakai qunut pada solat subuh. Dan para imam 4 madzhab( yaitu Maliki, Hambali, Hanafi, dan Syafi’i), mereka juga “ber-ikhtilaf” (berbeda pendapat) dalam membahas masalah “Qunut” ini, dan untuk Madzhab syafii’yah, berpendapat bahwasanya qunut pada solat subuh setelah rukuk, pada rokaat yang kedua itu sunnah. Nah hal itu sesuai dengan salah satu hadist Nabi yang bunyinya “An abi Sirin, bahwasanya Anas bin malik ditanya (tentang qunut): “Hal qonata Nabiyu saw, fi solati as-subhi ? (apakah Nabi saw memakai kunut pada solat subuh.??) “fa qola, na’am (dia, Anas bin malik menjawab: iya benar,) “fa qilalahu (lalu ditanya lagi), “Qobla rukuk, aw ba’dahu ? (sebelum rukuk, atau sesudahnya ?) ” qoola (maka Anas menjawab) “ba’da ar-ruku’i (setelah rukuk). Dan di hadis yang lain juga pernah di jelaskan, bahwasanya Rosul SAW selalu berqunut, pada solat subuh, sampai rosul itu wafat. Nah atas dasar itulah bahwa imam Syafii mengatakan bahwasanya Qunut menjadi hal yang sunah, dan sangat dianjurkan, dan ini untuk para penganut madzhab syafi’iyyah.

Adapun imam yang selain Syafii, yaitu imam Maliki, Hambali, dan Hanafi, mereka memakai dalil bahwasanya Qunut tidaklah menjadi hal yang sunnah, sebagaimana yang telah dijelaskan di awal tadi bahwasanya “Al Qunutu fi solati as-subhi ghoiru masruu’, bahwasanya qunut dalam solat subuh itu tadak disyari’atkan, dan juga beberapa dalil dari hadis-hadis yang lainnya.
sekali lagi tidak ada permasalah sah atau tidaknya solat subuh seseorang hanya gara-gara tidak memaki atau memakai Qunut. Nah itu yang perlu difahami, jangan mempermslhkn yang sunnah, sehingga yang wajib menjadi salah dan tidak sah. Dan perbedaan atau “ikhtilaf” diantara ulama-ulama tersebut hanya sebatas furu’i, artinya perbedaan itu terdapat pada cabang-cabang dari hukum syari itu sendiri.

Sedangkan untuk makna “Qunut” itu sendiri yaitu do’a, karena Rosul SAW dalam melaksanakan solat beliau melamakan, atau memanjangkan waktu berdirinya setelah ruku, karena disitu beliau melakukan do’a atau puji-pujian kepada Allah SWT. Nah salah satu arti, atau makna dari melamakan, atau memanjangkan waktu berdiri setelah rukuk itu dinamakan dengan ” QUNUT”, yaitu melamakan waktu berdiri setelah rukuk untuk berdoa kepada Allah SWT. nah saya kira ini penjelasan sederhana yang dapat saya sampaikan, untuk kebenaran hanya mutlak milik Allah SWT, karena “Allahu A’lam”, Allah yang lebih mengetahui segala-galanya, kalau ada kekeliruan, kekhilafan tau kesalahan dalam penjelasan saya mohon maaf. Silahkan bertanya kembali kepada orng yang lebih mengetahui lagi tentang masalah-masalah ini, “fasal ahla az-zikri in kuntum la ta’lamun”.

syukron, ” jazakallahu khoiron kasiro”
wallahul muwafiq ila aqwami at-toriq, wassalam…..

NB: catatan kecil ini dan pembahasan sederhana ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan masalah Qunut dari salah seorang sahabatku, mudah-mudahan dapat bermanfaat, Amin….

kami sangat mengharapkan saran dan kritikannya, trimakasih…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sensasi Mudik Melintasi Jalan Daendels yang …

Hendra Wardhana | | 23 July 2014 | 16:32

10 Keunikan Ramadhan di Turki …

Wardatul Ula | | 23 July 2014 | 15:32

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 6 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 7 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 11 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 11 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: