Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Djamaluddin Husita

Semua yang positif itu ibadah... Kunjungi juga rumah maya kami: www.husita.my.id

Manusia Makhluk Tuhan yang Selalu Berbuat Kesalahan

OPINI | 03 July 2010 | 09:24 Dibaca: 1606   Komentar: 5   4

http://lariajamift.files.wordpress.com/2008/05/loneliness.jpg

Sbr. Ilustrasi: http://lariajamift.files.wordpress.com/2008/05/loneliness.jpg

MEMANG diakui bahwa manusia itu adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Artinya bila manusia salah adalah hal yang biasa. Namun demikian, karena manusia adalah makhluk Tuhan yang diberi akal pikiran maka kita dituntut untuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya. Sehingga tidak terperosok dalam dalam lubang yang sama. Begitulah kira-kira ukuran standar hidup manusia.

Dalam kehidupan ini, siapa yang tidak pernah salah. Setiap manusia, bahkan sampai nabi pun pernah membuat kesalahan. Sebab apabila manusia tidak berbuat salah sudah dapat dikatergorikan makhluk yang seperti ini bukan lagi manusia tetapi sudah dapat dikategori malaikat.

Pertanyaan kita adalah kenapa manusia tidak luput dari kesalahan? Jawabannya adalah karena manusia memiliki komponen utama yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lain yaitu Akal dan hawa nafsu.

Melalui akal yang dimilikinya, manusia dituntut berpikir untuk menata kehidupan ke arah yang lebih baik, dan selalu menjaga keharmonisan hidup. Termasuk di dalamnya berbuat sesuatu atau bekerja untuk menjaga dirinya selalu dapat hidup. Ketika kehidupan sudah diperolehnya, tak jarang mereka dirasuki keinginan yang lebih besar lagi. Keinginan yang seperti ini diyakini muncul karena adanya hawa nafsu. Sehingga terkdang, karena terlalu sering mengikuti hawa nafsunya mereka hilang akal sehat.

Nah, ketika manusia tidak mampu lagi mengendalikan hawa nafsunya maka muncullah berbagai masalah. Mereka yang seperti ini selalu memanfaatkan akal pikirannya untuk mencapai hawa nafsunya. Dan, ketika hidup manusia sudah diatur oleh hawa nafsu, maka hal ini paling sulit untuk dihentikan. Hal inilah yang menyebabkan manusia sebagai makhluk Tuhan selalu berbuat kesalahan. Namun, itu akan terminimalisir bila hawa nafsu dikendalikan oleh akal sehat manusia.

Pemikiran-pemikiran yang kita berikan yang secara normal sesuai dengan akal pikiran yang sehat terkadang tidak akan ampuh lagi. Apalagi, akal pikiran yang sudah dikendali oleh hawa nafsunya itu cenderung membawa kenikmatan kepada mereka. Karena itu, mereka tidak peduli apa-apa lagi kecuali mengikuti semua hawa nafsunya yang pada umumnya bertentangan dengan harmonisasi hidup di dunia ini.

Padahal konsepnya, akal manusia tidak boleh dikendalikan oleh hawa nafsu. Idealnya hawa nafsulah yang harus dikendalikan oleh seluruh manusia yang ada di dunia. Sebab tidak mungkin manusia terlepas oleh hawa nafsu. Manusia butuh hawa nafsu untuk memberi motivasi-motivasi dalam hidup. Bila hawa nafsu tidak ada maka kita tidak punya keinginan untuk berbuat lebih kreatif dalam rangka menemukan hal-hal yang lebih untuk kehidupan ini.

Karena itu, dalam rangka pencapaian semua tatanan kehidupan yang lebih baik pasti kita dihadapkan pada kesalahan-kesalahan. Namun karena akal pikiran mengendalikan hawa nafsu, maka kita selalu disadarkan untuk belajar dari setiap kesalahan-kesalahan yang ada. Tentu saja kesadaran itu akan mudah muncul bila dalam diri manusia ada suatu pemahaman bahwa selain ada kita masih ada Tuhan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Di Kabupaten Ini, Seluruh Desanya Wajib …

Khairunnas Djabo | | 01 August 2014 | 15:34

Peran Kita untuk Menghindari Jebakan Negara …

Apung Sumengkar | | 01 August 2014 | 15:26

Empat Cincin Jantungnya Masuk Lewat Pembuluh …

Posma Siahaan | | 01 August 2014 | 13:46

Gua-gua Bekas Penggalian Batu Kapur di Desa …

Mas Ukik | | 01 August 2014 | 15:11

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 11 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 12 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: