Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Wongmbanjar

Internet Marketing & Networking http://wahonobae.blogspot.com

Catur Kehidupan

OPINI | 21 May 2010 | 15:34 Dibaca: 993   Komentar: 3   1

Menyingkap Misteri Papan Catur.
Sebuah perjuangan hidup dan mati menuju perjalanan pemahaman jati diri.
Oleh wahono ( Lurah WFC & IR QuestNet LTd )

Entah mengapa beberapa hari ini, pikiran saya terus terusik dengan dua kata ini, yakni “ CATUR KEHIDUPAN “ Sebuah penentuan hidup dan mati menuju perjalanan pemahaman jati diri.
Jiwa saya terus terusik, bahkan tidurpun benar-benar tidak bisa nyenyak.
“ Gila….Saya bisa gila kalau saya tidak bisa mencoba untuk memahami hal ini dengan benar “, dalam hati saya. “ Bangun dan coba renungkan kembali terus kamu tulis “. Bisikan ini kian keras di telinga kanan saya. “ Halah…..ngapain sih pake di pikirin segala ? sudahlah….lebih baik tidur kembali, kamu kan capek habis kesana kemari menjalani bisnis kamu…? “. Ini adalah bisikan lain pada telinga kiri saya yang kian hari, bisikan inipun terus menggema bertepatan dengan ketika bisikan telinga kanan saya selesai bicara.

Dalam peperangan hasut-menghasut ini antara keyakinan dan keraguan saling beradu untuk mengambil posisi strategis guna pengambilan kepurusan. Dan dalam situasi yang cukup genting, kekuatan sumber informasi sebagai PANGLIMA perang sejati datang dan mengajak berbicara face to face. “ hei kamu nak…., pernahkah kamu mendengar sesuatu yang mengatakan bahwa “ kalau kamu menghendaki sebuah kesuksesan, jadilah diri kamu sendiri !? “. Lalu aku menjawab dengan tegas “ IYA ! “. Kemudian si PANGLIMA tersebut melanjutkan pertanyaan kedua “ Hei kamu nak…, Mengapa kamu mesti memikirkan bisikan-bisikan yang datang dari arah kanan dan kiri kamu yang belum tentu kebenaran-nya ? tidak-kah kamu mengerti bahwa apa yang ada di dalam hatimu itulah bisikan yang sebenarnya ? bisikan bimbingan dari sang RAJA yang akan mengantarkan kamu pada sesuatu yang benar-benar bernilai ? “. DEG !!! seketika itu juga aku terperanjat, bahwa saat ini aku benar-benar berada dan telah berdiri PERSIS di papan catur kehidupan. Yakni Papan Catur Kehidupan penentu Hidup dan Matiku !!!

Andai saja ada satu kesempatan untuk bisa melihat dari perspektif yang berbeda. Misalkan ada kesempatan lain untuk bisa menjadi penonton terlebih dahulu, mungkin ceritanya akan lain. Mengapa ? Tentunya karena saya bisa membayangkan bahwa papan catur tersebut hanya menentukan pada dua pilihan golongan saja yakni HITAM atau PUTIH. Keduanya memiliki kekuatan yang sama. Jika si hitam yang berani bergerak terlebih dahulu dan ada kesempatan bagi si putih u bergerak ? kenapa siputih mesti diam ? aturan langit tidak berbicara demikian. Jika ada kesempatan untuk bisa bergerak setelah pergerakan hitam ataupun putih, maka harus bergerak dan atau tidak boleh diam. Jika diam, berarti ia tidak memahami aturan langit dan harus keluar dari papan catur untuk kemudian belajar kembali tentang aturan langit. Kecuali, diamnya tersebut adalah sebuah pergerakan !!! aturan langit lebih faham mengenai hal ini. Jadi jangan permainkan aturan langit semau sendiri… ya gak ? huehehe…

Dari titik ini saja, kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga. Yakni :
Jangan pernah bermain catur jika kita belum tau dan mengerti tentang aturan permainan catur. Kita tau bahwa kehidupan di dunia ini adalah sesuatu yang nyata, walau demikian dunia ini juga adalah sebuah panggung sandiwara. Ada Sang Maha Sutradara yang telah merancang sebuah scenario global. Dari sejak kita di sodorkan papan catur saja, kita sudah di beri sebuah pilihan. Apakah kita mau berperan sebagai golongan hitam atau golongan putih ? kedua-duanya memiliki kekuatan yang sama. Disini pula bukti keadilan sutradara telah berbicara ! selain itu, pada hakekatnya, HIDUP itu sendiri-pun juga sebuah PILIHAN bukan…?. 

Kewajiban mutlak dan telak mengenai arti penting BELAJAR menjadi penentu pertama untuk memenangkan catur kehidupan ini. Belajar memahami aturan langit, belajar mengerti scenario sutradara. Belajar atas kekuatan dan dari kelemahan diri untuk mengetahui dengan baik, arti TAU DIRI, KENAL DIRI, MENGENAL DIRI hingga sampai pada pemahaman kekuatan JATI DIRI, sekali lagi adalah WAJIB. Dan meskipun kita berada dalam permainan catur, kita tidak boleh main-main. Apalagi dalam permainan catur kehidupan! Kita harus sungguh-sungguh memahami gerak langkah kita dan juga gerak langkah musuh kita. Mengapa mesti bergerak?, kemana arah gerak kita yang terbaik agar kita selamat? Cermat, cerdik, tidak mudah terpancing, sabar, tabah dan ulet semua adalah kata-kata bijak yang harus kita pikirkan agar kita bisa bertahan dan menjadi pemenang dalam catur kehidupan ini.
” Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui .”
( Qs. Ad Dukhaan : 38-39 )

Catur Kehidupan dimata pribadi saya adalah sebuah proses pencarian djati diri yang tak berujung untuk bisa sampai pada alam BABUSSALAM ( pintu keselamatan ) hingga bisa menjumpaiNya, Fana’ fillah ( lebur bersama dzat dan sifatNya ) dan Baqo’billah ( Kekal bersamaNya ).
Lalu bagaimana agar kita bisa sampai pada wilayah ini ?
Marilah kita pahami dan kita kaji bersama arti dari sebuah kata “ CATUR “ itu sendiri. Catur dalam bahasa sanskerta memiliki arti empat. Catur juga sbenarnya berasal dari kata “ CATURANGGA “ yang memiliki arti empat sudut. Yakni dalam mencapai titik Ma’rifatullah kita harus bisa belajar empat makom / fase proses pemahaman dan juga pendalaman tentang aturan langit. Ke-empat makom tersebut adalah : Syari’at, Torekoh, Hakekat dan Makrifat itu sendiri.

Pencapaian makom spiritual ini tidaklah mudah, selain harus di gurukan pada ahlinya yang tepat dan benar. Keberanian untuk “ samsara “ menjadi modal yang tidak boleh kita abaikan. Membiasakan laku “ Hening, Heneng dan Henong “ dalam konsep jawa atau membiasakan laku “ In The Sphere of Silence “ dalam konsep barat, atau “ Sholatullail “ dalam konsep islam, mesti bisa mengakar dalam jiwa hingga berujung pada kecintaan untuk selalu menghadirkan Dia dalam setiap gerak langkah kehidupan kita.

Dalam papan catur kehidupan, sekali lagi kekuatan antara si hitam dan putih sama, yakni :
01. Sama-sama memiliki 8 pion
02. Sama-sama memiliki 2 benteng
03. Sama-sama memiliki 2 kuda
04. Sama-sama memiliki 2 gajah
05. Sama-sama memiliki 1 ratu / menteri
06. Sama-sama memiliki 1 raja
Dan sama – sama hanya memiliki area gerak di 8 X 8 kotak saja, artinya pergerakan kita hanya di batasi di sejumlah 64 kotak. Yakni 32 kotak hitam dan 32 kotak putih. Semua bergerak sesuai dengan fitrah pilihan golongan permainan catur.

Mengapa harus memiliki delapan pion dalam permainan catur kehidupan ini ? mengapa tidak angka yang lain ? dan mengapa pion hanya bisa dan atau cukup bergerak satu atau dua langkah saja dari tempatnya? Dan mengapa area gerak kotak yang tersedia juga 8 X 8 yang semua berjumlah 64 ?
Mari kita coba telaah bersama…

Angka delapan dalam fengswui adalah angka yang luar biasa.
Meski tidak se-sempurna angka 9. Angka delapan mencerminkan garis yang tidak pernah putus sama sekali. Sebuah angka yang memiliki perlambang kehidupan yang abadi. Terus menerus dan berkesinambungan. Proses penjabaran catur kehidupannya dapat di golongkan dalam beberapa fase, yakni :
01. Fase kehidupan alam RUH yakni ketika RUH masih berada di alam LAUHFUL MAHFUD, 3000 tahun sebelum RUH di tiupkan pada RAHIM ( kasih ) ibu.
02. Fase kehidupan alam JANIN yang berada pada RAHIM ibu selama kurang lebih 9 bulan. Sebuah pelajaran kehidupan yang paling sempurna untuk kita dari Tuhan. Ini adalah kajian pemahaman mengenai arti penting kesempurnaan-nya Sifat dan Dzat Alloh yakni Ar-Rahim sebagai sebuah inti kehidupan atas kehidupan.
03. Fase kehidupan Dunia sebagai aplikasi permainan papan catur yang sebenarnya. Apakah kita akan manjadi manusia yang kehebatan-nya bisa melebihi para malaikat ( Golongan Putih ) atau kita akan menjadi manusia yang kehebatan-nya bisa melebihi syetan ( Golongan Hitam ). Permainan catur kehidupan dunia inilah penentu untuk bisa masuk di kehidupan selanjutnya. Apakah kita tergolong sebagai golongan ahli syurga atau ahli neraka. Kita sendiri yang menentukan. Keputusannya ada pada diri kita masing-masing.
04. Fase Alam KUBUR, yakni satu fase dimana jasad kita telah mati dan RUH kita menunggu panggilan iIlahi menuju padang masyar. Dimana semua manusia di kumpulkan pada suatu wilayah yang tak terbatas, dari sejak manusia pertama di kumpulkan hingga manusia paling akhir dimatikan. Menanti keputusan sang Maha HAKIM, berharap syafaat dan rahmatNya agar kita bisa di golongkan pada satu golongan yakni golongan yang dirahmati atau diberkati oleh Tuhan Alloh SWT.

” Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam ,dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini .”
(Qs . Al Fajr 23-24 )

05. Fase kehidupan abadi ( Akherat ) yakni alam kelanggengan. Kita tidak akan pernah tau kapan fase ini akan di mulai. Yang pasti saya percaya bahwa fase ini, kita semua akan menjumpainya di kemudian hari. Dan semoga kita kita semua bisa ditemukan olehNya pada tempat yang indah ketika kita memasuki fase ini. Amiin.

Fase kehidupan Alam RUH tersebut merupakan satu fase pra kehidupan atas kehidupan. Sehingga jarang di sebutkan dalam beberapa cacatan tentang proses hidup dan kehidupan itu sendiri.

8 pion adalah konsep kehidupan yang luar biasa!
Dalam perspektif saya 8 pion ini melambangkan sebuah konsep pengetahuan, pemahaman dan juga penjabaran aplikasi dari ilmu “ WAHYU HASTA BRATA “ dalam ajaran jawa. Hasta artinya delapan dan Brata artinya Laku / Watak. Sebuah ilmu kehidupan yang mendidik kita pada pengetahuan tentang 8 laku / watak yang mesti kita miliki dalam proses memaknai perjalanan kehidupan. Delapan ajaran wahyu hasta brata tersebut yaitu :

01. Hanyu Lakuning Kartiko.
Kartiko dalam bahasa Indonesia adalah bintang. Bintang adanya di langit dan akan nampak jika malam telah tiba. Meski sinarnya redup, kecil, tetapi karena adanya banyak lintang / bintang dimalam hari, kehidupan menjadi nampak indah.
Sebuah ajaran mengenai kepercayaan diri. Meskipun kita memiliki kekurangan, kita harus tetap percaya diri, optimis bahwa kita bisa berbuat sesuatu menjadi indah, bagus dan bermakna dalam kehidupan kita, kehidupan keluarga kita, lingkungan kita, masyarakat kita, suku kita, agama kita, bangsa dan Negara kita. Bahkan kekuatan pemahamanan mengenai kekurangan yang kita miliki, justru akan berubah menjadi kekuatan yang luar biasa, jika kita mampu mengolahnya.
Pelajaran lain atas konsep hanyu lakuning kartiko ini adalah sebuah KETEGUHAN dalam bersikap. Bintang di langit tidak akan tergoyahkan oleh angin yang besar sekalipun. Sehingga kita sering mendengar sebuah kalimat “ Sabdho panditho ratu ten keno wola wali “ yakni apa yang di ucapkan, kita mestinya bisa di percaya alias tidak mencla – mencle.
Disinilah simbul keteguhan atas pendirian dan keyakinan seharusnya kita tegak-kan dengan penuh percaya diri.

02. Hanyu lakuning Candra.
Candra dalam bahasa Indonesia adalah Bulan. Bulan hadir di malam hari, dalam suasana yang gelap. Disaat kegelapan menyelimuti diri dan juga lingkungan kita, semestinya kita bisa belajar pada sang rembulan. Yakni kita mampu untuk bisa hadir sebagai penerang yang tidak membakar. Sifat bulan walau ia menuntun pada jalan yang terang, ia tidak membakar, malah memberikan kesejukan bagi diri dan lingkungan sekitarnya. Dari sinilah pelajaran penting mengenai kepemimpinan yang luar biasa dalam falsafah jawa yang diajarkan pada kita semua. Jika hanyu lakuning candra bisa kita terapkan dalam realitas kehidupan kita, selain kita mampu untuk memberikan pencerahan / tuntunan / solusi atas permasalahan yang muncul, kita juga mesti bisa meyakinkan pada orang lain bawa tuntunan kita, solusi yang kita tawarkan atas permasalahan yang timbul di masyarakat, bisa membuat masyarakat merasa aman alias terayomi. Sehingga kepercayaan public pada kita semua bisa tumbuh dan terus berkembang atas prestasi pengabdian yang kita lakukan.

03. Hanyu lakuning Baskara
Baskara dalam bahsa Indonesia memiliki arti MATAHARI. Matahari selain sebagai simbul kehidupan juga sebagai simbul kekuatan. Sebagai manusia dan atau pemimpin kita mesti bisa belajar atas sifat matahari ini. Selain kita bisa memberikan pencerahan yang gamblang kita juga mesti bisa memberikan sebuah motifasi hidup, semangat hidup, harapan hidup. Bahwa apa yang kita perjuangkan dalam memperjuangkan hukum langit “ Amar ma’ruf nahi mungkar “ yakni menegakkan keadilan dan kebenaran serta memberantas kemungkaran dimuka bumi, dimanapun dan kapanpun kita berada, suatu saat nanti kita juga yang akan menuai hasilnya.

Serulah Manusia Kepada Jalan Tuhanmu Dengan Hikmah, Dan Pelajaran Yang Baik & Bantahlah Mereka Dengan Cara Yang Baik, Sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Lebih Mengetahui Tentang Siapa Yang Tersesat Dari JalanNya Dan Dialah Yang Lebih Mengetahui Orang - Orang Yang Mendapat Petunjuk .
(Qs. An Nahl : 125 )

Bahkan Hanyu lakuning baskara tidak sekedar sampai pada level memotifasi semata. Karena kekuatan matahari yang luar biasa, kita sebagai gerasi muda, calon pemimpin bangsa HARUS bisa membakar motifasi ini dengan panas matahari menjadi kekuatan TEKAD yang membara guna merubah hidup menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Jika ini bisa kita lakukan, maka kata-kata “ Rawe-rawe rantas, malang-malang putung “ pun secara otomatis akan keluar dari RUH dan JIWA kita.
Wow….mengerikan kedahsyatan kekuatan hanyu lakuning baskara ini ya kawan…? Saya menjadi semakin percaya, jika kita telah sama-sama mengerti tentang hal ini. Kita pasti bisa menterjemahkan sebuah kalimat “ JIKA IMPIAN ITU BEGITU BESAR DAN NYATA, MAKA FAKTA ITU TIDAK ADA ARTINYA “ dengan benar lalu tersenyum manis. 

04. Hanyu lakuning Dhahana

Dhahana dalam bahasa Indonesia memiliki arti API. Api memiliki sifat pemberangus tanpa pandang bulu. Jika kita menghendaki sebuah keadilan maka, pelajaran yang bisa kita petik dari hanyu lakuning dhahana ini adalah kita tidak boleh pandang bulu dalam menegak-kan sebuah keadilan. Selain itu pada sisi konsep pemberantasan kejahatanpun tidak usah tangung-tanggung. Brantas hingga ke akar-akarnya. Waktak dan atau laku api seyogyanya mari kita tanamkan pada diri kita sejak dini. Hingga kita bisa menuai hasilnya di kemudian hari dengan pengamalan sila ke 5 PANCASILA kita, yakni Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

05. Hanyu lakuning Kisma
Kisma dalam bahasa Indonesia memiliki arti TANAH. Sifat tanah ini walaupun diinjak, dibajak dan lain-lain, ia senantiasa memberikan sesuatu pada kita semua. Welas asih adalah kosep dasar ajaran dari hanyu lakuning kisma. Disinilah kita semua diajarkan mengenai nilai-nilai kasih mengasihi, sayang menyayangi satu sama lain. Dengan diawali membangun dan menumbuhkan rasa empati / kepedulian pada diri dan juga lingkungan sekitar. Maka timbullah rasa welas asih kita pada sesame dan juga lingkungan. Disini pula manifestasi sifat Arrahman dan Arrahim Tuhan Alloh mengejawantah pada makhluk yang bernama manusia.

06. Hanyu lakuning Samirana

Samirana memiliki arti ANGIN. Sebagai calon pemimpin, baik pemimpin bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, suku, bangsa maupun agama. Kita diajarkan untuk bisa melihat dan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di lingkungan kita, dari kita sendiri yang terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Kita tidak di bolehkan hanya sekedar menerima laporan dari orang lain. Selain itu meleburnya kita di tengah-tengah masyarakat, akan menjadikan kita lebih bisa memahami apa kebutuhan sekaligus permasalahan yang timbul di masyarakat. Sifat angin yang bisa masuk dimanapun dan kapanpun menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu juga pelajaran lain yang bisa kita petik dari sifat angin ini.

07. Hanyu lakuning Tirta

Tirta dalam bahasa Indonesia memiliki arti AIR. AIR ini juga merupakan lambing kehidupan. Selain melambangkan kehidupan, airpun juga melambangkan prinsip keadilan. Ia tidak pandang bulu, dimana ada tempat yang lebih rendah, maka ia otomatis akan mengalir ke wilayah itu hingga permukaan air bisa rata. Tidak peduli tempat yang lebih rendah itu terdapat emas atau bangkai dan kotoran sekalipun, ia pasti akan mengalir ke tempat tersebut. Sifat AIR ini hampir sama dengan sifat API. Namun demikian penekanan ajaran pada sifat AIR ini terletak pada, bagaimana kita sebagai para calon pemimpin mesti bisa memiliki keadilan dalam bidang pembangunan di semua sektor dan semua wilayah. Tidak pilih kasih dan pilah – pilih wilayah. Semua wilayah mesti bisa mendapatkan pembangunan yang layak di semua sector, baik sektor pendidikan, agama, seni, budaya, pariwisata maupun infrastruktur lain yang mendukung terciptanya tatanan bermasyarakat yang adil dan sejahtera.

08. Hanyu lakuning Samudra
Samudra berarti lautan luas. Hanyu lakuning samudra mengajarkan pada kita semua sebagai generasi muda untuk bisa memiliki wawasan, pengetahuan dan keilmuan serta kesabaran seluas samudra. Sebagaimana halnya samudra / lautan yang luas, ia bisa menampung apa saja yang datang kepadanya. Atas pengetahuan, keilmuan dan cakrawalnya yang luas inilah ia bisa mengambil sebuah keputusan yang bijak demi kepentingan banyak orang. Bukan hanya mementingkan kepentingan diri maupun kelompoknya atau partainya saja. Disini pula kita diajarkan bagaimana kita menghargai sejarah dan juga budaya kita, agar kita semua bisa tumbuh menjadi para generasi yang memiliki rasa primordialis, nasionalis serta patriotis. Inilah modal yang sangat fundamental guna membangun peradaban baru yakni Indonesia baru yang lebih madani dan tetap membumi.

Satu langkah maupun dua langkah gerak para pion / para generasi muda penerus pembangunan bangsa. Jika semua pemuda melakukan-nya dan mengamalkan konsep wahyu hasta brata ini, saya yakin genderang pembaharuan bangsa dapat diartikan telah di mulai. Satu langkah / dua langkah fase pembentukan peradaban baru berarti telah bisa di torehkan kedalam tinta emas pada kitab sejarah baru bangsa Indonesia sebagai pemimpin dunia. Mari kita buktikan bersama !!! saya YAKIN pasti bisa !!!

Mengapa area gerak kotak yang tersedia juga 8 X 8 yang semua berjumlah 64 ?
Pertanyaan ini cukup mengernyitkan kening. Dan saya jadi teringat akan nasehat, petuah serta pelajaran – pelajaran tentang hidup, baik dari orang tua maupun dari para guru. 8X8 = 64. 6+4 = 10.
10 bisa diartikan tidak ada atau kosong atau kembali pada titik awal.

“ Kosong adalah isi dan isi adalah kosong “
. Konsep ini barangkali kita akan menemukan dalam ajaran TAO, dimana kita juga diajarkan tentang kekuatan YIN dan YANG. Selain itu, konsep Tasawuf dalam dunia Islam, kita juga mengenal tentang makna “ hidup itu mati dan mati itulah sebenarnya hidup “ Kosong atau NOL…yah pada akhirnya pertarungan catur kehidupan ini akan kembali pada titik NOL atau KOSONG.

Dulu dunia ini / alam semesta ini, dan kita tidak ada, lalu kemudian menjadi ada dan akan tidak ada kembali. Lima fase titik kehidupan sudah saya tuliskan diatas. Artinya setiap kita selesai menjalani fase demi fase kehidupan, kehidupan sebelumnya tidak akan pernah kita ulang dan kita memasuki babak baru dalam fase saat ini yang sedang kita lakoni bersama. Dan apa yang kita lakukan, apa yang kita perbuat di muka bumi ini, tentunya akan kita LPJkan pada sang Maha Pemimpin, Sang Maha Presiden, Sang Maha Sutradara dikemudian hari.

” Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ? ”
( Qs. Al Mu’minuun :115 )

Lalu, apa yang sudah kita lakukan hingga detik ini ? marilah kita sama-sama merenung, bertafakur…sujud dan bersimpuh di hadapanNya dengan sebenar-benarnya pasrah atau berserah diri dengan sebenar-benarnya. Memuji kebesaranNya seraya berharap agar Tuhan Alloh SWT memberikan kekuatan pada kita untuk mengamalkan ajaran langit sekaligus menjalani amanah / kepercayaan yang telah Ia berikan pada kita semua yakni anamah ABDULLAH, hamba Tuhan Alloh yang baik dan juga amanah Khalifatullah Fil Ardhi, pemimpin di muka bumi.

Masa lalu, kenangan pahit, duka nestapa tidak perlu kita sesali. Masukan dalam lemari besi lalu kunci rapat-rapat dan jangan pernah untuk membukanya kecuali untuk mengambil nilai atau khikmahnya semata. Mari kita buka lembaran baru, menatap masa depan yang gemilang dengan berjalan bersama di atas “ Syiratal Mustaqim “ dengan cahaya hidayah NUR ILLAHI.

Sejarah bangsa yang telah terkoyak-koyak, yang telah tercabik-cabik karena keserakahan kita biarlah itu akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Saya yakin masih ada generasi yang dengan pancaran nuraninya mampu membaca khikmah dibalik peristiwa. Yang mampu membaca ayat-ayat qauliyah, ayat-ayat yang terbentang di pejuru alam semesta, yang terbentang di setiap lini kehidupan kita. Untuk secara bersama membangun kembali kesadaran diri, menggali kembali existensi kemakhlukan sekaligus existensi keillahian. Hingga ia bisa menemukan kembali keberadaan-nya sekaligus ketiadaan-nya dihadapan Tuhan maupun masyarakat. Semoga kita semua bisa segera ditemukan dengan para generasi ini. Amiin.

“ … Ia memberi khikmah kepada siapa yang Ia berkenan. Dan barangsiapa yang diberi-Nya hikmah, kepadanya telah diberikan kebaikan melimpah. Namun tiada yang mengambil peringatan, kecuali orang yang mempunyai pikiran… “
QS Al Baqoroh ( Sapi Betina ) 2 : 269


Dua Benteng dalam catur kehidupan

Dua Benteng dalam catur kehidupan adalah simbul pengetahuan mengenai betapa pentingnya membangun ketahanan LAHIR dan BATIN. Karena jika ketahanan atau benteng lahir dan batin kita kuat, kita bisa bergerak atau melejit dengan kecepatan yang luar biasa. Delapan langkah sekaligus bisa kita lakukan dalam gerakan kita.

Benteng Lahir berada di kotak hitam yang bersifat duniawi atau kebendaan atau ke-materi-an. Sedangkan Benteng Batin berada di kotak putih yang bersifat spiritualitas.
Membangun pondasi financial adalah salah satu upaya kongkrit untuk bisa membentuk ketahanan lahir kita. Genggamlah dunia ini selagi kita masih di beri kesempatan. Dan buktikanlah takdir TUHAN atas manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Buktikanlah bahwa kitalah sebagai pemenang dalam percaturan hidup dan mati.

“ …Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu ( Kebahagiaan ) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah ( kepada orang lain ) sebagaimana Alloh telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka ) bumi, Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan … “
QS Al Qashash ( cerita-cerita ) 28 : 77.

Meskipun dalam papan catur tidak memberikan pilihan kedua benteng ini berada pada kotak yang sama-sama putih pada awal permainan. Namun dalam perjalanan-nya kedua benteng ini bisa bergerak bersama menuju kotak yang sama-sama putih, jika kita mau dan tau bagaimana memainkan-nya.

Yups, membangun ketahanan lahir dan batin secara bersama dalam satu bidang sangat memungkinkan sekali. Karena khikmah atas ajaran agama, budaya bahkan sejarah kita telah membuktikan-nya. Sebagaimana Tuhan Alloh telah menciptakan Nabi Sulaiman, AS sebagai orang terkaya di dunia pada waktu itu dan tetap bertaqwa. Sebagaimana Tuhan Alloh telah menciptakan Nabi Yusuf, AS sebagai orang yang terganteng di dunia dan tetap bertaqwa. Sebagaimana Tuhan Alloh telah menciptakan Nabi Ayub sebagai manusia yang paling sengsara di dunia dan iapun tetap bertaqwa.

Ada 3 amal ibadah kita yang tidak akan pernah berhenti pahalanya, walaupun kita telah mati hingga hari akhir atau yaumul kiyamah . Yakni : Sodaqoh Jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh. Dan dalam membangun ketahanan financial kita, maka carilah sebuah pengetahuan ekomoni yang mengajarkan pada kita sebuah system sebagaimana ketiga amal tersebut diatas. Jamaah dalam konsep islam, kemitraan berjaring dalam konsep koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa dan Jaringan atau Networking dalam konsep revolusi ekonomi. Semua telah teruji oleh waktu. Dan sejarah juga telah membuktikan-nya. Hanya system tersebutlah yang bisa membuat ketahanan benteng lahir kita kuat.

Ketika “ THE GREAT DEPRESSION DUNIA PERTAMA “ terjadi ditahun 1929. Dan 69 tahun kemudian terulang kembali yakni “ THE GREAT DEPRESSION DUNIA KEDUA “ ditahun 1998. Hampir semua sector perkomian dunia tumbang, termasuk Indonesia. Dan kekuatan system ekonomi Networking telah membuktikan tidak mengenal The Great Depression apapun. Ia terus melejit bersama mitra-mitranya. Masih kurangkah bukti kekuatan konsep ketahanan financial sebagai benteng lahir agar kita jatuh pada pilihan bahwa “ yes ! I’am networker ! “ ?

Benteng batin sebagai perisai ketahanan spiritual dalam catur kehidupan juga salah satu penentu hidup dan mati kita agar kita sampai pada pengetahuan jati diri. Dari sinilah secara pribadi saya mengajak pada kawan-kawan pembaca semua, walaupun kita telah faham dan mengerti tentang banyak hal, maukah kita bersama-sama membuka kembali kitab suci kita ? mengapa saya mesti memberanikan diri untuk mengajak siapapun dan latar belakang apapun kita agar kita bisa kembali pada ajaran kitab suci kita ? karena hanya dengan kita kembali pada ajaran kitab suci kita masing-masing, tatanan peri kehidupan kita akan kembali pada cita-cita awal terbentuknya bangsa yang menyebut dirinya sebagai bangsa Indonesia. Yakni bangsa yang berketuhanan, bangsa yang berperikemanusiaan, bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan dan bangsa yang sanggup memberikan pengayoman serta nilai-nilai keadilan bagi seluruh masyarakat. Disinilah letak bangsa yang bermartabat dengan sebenar-benarnya dan sebenar-benarnya bermartabat.

Dua Kuda dalam catur kehidupan
Kuda adalah simbul Turangga dalam bahasa jawa. Turangga berarti tunggangan atau kedaraan. Turangga bisa juga diartikan sebagai profesi seseorang. Kuda dalam permainan catur sering juga di sebut knight dalam bahasa ingris, yang memiliki arti kesatria.
Seorang kesatria sejati mengerti benar apa yang ia tekuni atau yang ia lakukan atau yang sedang ia pelajari dan atau apa yang sedang ia perjuangkan. Untuk apa, mengapa dan juga bagaimana. Sehingga ia sadar betul bahwa apa yang ia kerjakan saat ini, itulah profesinya.

Deklarasi profesi dengan penuh kesadaran atas apa yang di kerjakan atau apa yang sedang di lakukan inilah yang pada akhirnya akan melahirkan sebuah kata dedikasi. Dan atas curahan waktu, tenaga, pikiran, perasaan inilah akhirnya ia benar-benar melebur dalam laku loyalitas dan juga totalitas profesi. Inilah orang – orang yang telah membakar komitmen atas tekad yang membara dan juga niat yang suci sejak awal ia memulainya. Disinilah laku kesatria sejati dan sejatinya kesatria berada.

Sehingga jika kita kaji bersama atas konsep tersebut diatas, niat saja tidaklah cukup untuk bisa menghantarkan kita pada puncak kemenangan catur kehidupan. Setelah niat ini terlahir dari hati dan pikiran kita, seyogyanya kita mesti bisa mensucikan niat ini menjadi sebuah pengabdian ataupun sebuah amal ibadah. Dan jika proses pensucian niat ini sudah kita lakukan, lalu apa yang harus kita lakukan ? Tahap selanjutnya adalah menumbuhkan tekad yang membara. Sehingga apa yang kita niatkan bisa menggerak-kan jiwa dan raga kita, selangkah demi selangkah menuju kemenangan catur kehidupan. Bekerja dengan penuh dedikasi dan juga loyalitas inilah yang di sebut dengan totalitas. Sunan kali jaga menasehati kita dengan tiga kata “ TEKEN, TEKON, TEKAN “. Jika kita telah menemukan pegangan atas apa yang akan kita lakukan dan kita perjuangkan, kegigihan dan komitmen inilah yang akan mengantarkan kita pada puncak kemenangan catur kehidupan.

Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakat pun juga tidak, sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat. Pendidikan-pun juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijazahnya geripis dimakan jamur dan waktu. Kegigihan, keuletan dan tekat yang membara itulah yang akan mengantarkan kita semua menjadi kesatria-kestria sejati pada puncak kemenangan setelah melalui peperangan catur kehidupan.

Dan untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam catur kehidupan, beberapa langkah kuda barangkali bisa kita ambil pelajaran. Saat kuda hendak melangkah, ia mesti kesamping kanan atu kiri terlebih dahulu baru maju atau mundur, atau maju dan mundur terlebih dahulu baru kesamping kanan atau kiri. Tidak semua kesuksesan dalam catur kehidupan ini diraih dengan mulus. Ini pelajaran berharga yang harus kita catat. Terkadang kita harus ke kiri atau kekanan terlebih dahulu, terkadang kita maju sedikit atau malah mundur sedikit untuk kemudian setahab demi setahab kemenangan bisa kita raih. Proses inilah pelajaran yang paling berharga yang harus kita cermati ketimbang hasil. Karena hasil inilah efek atas jerih payah perjuangan itu sendiri.


Dua Gajah dalam catur kehidupan

Gajah dalam papan catur kehidupan melambangkan kekuatan. Dalam bahasa ingris disebut dengan bishop atau uskup. Pelajaran atas simbul ini adalah dalam menjalani catur kehidupan, kita sebagai insan harus menyadari betul sisi kekurangan diri kita. Sehingga kita membutuhkan bimbingan dari orang-orang yang lebih pandai dan berpengalaman. Termasuk didalamnya kita membutuhkan bimbingan langsung dari orang-orang yang memiliki kedekatan spiritual dengan sang Kholik.

Jika kita melihat dengan kacamata awam, tentu kita bisa menyaksikan sebuah realita bahwa orang – orang tersebut yakni kaum ulama, kyai, pendeta, pastur, uskup terkesan memisahkan diri dari hingar bingar kehidupan duniawi. Sehingga gerak langkah Gajah ini dalam catur kehidupan terlihat serong atau miring. Namun demikian jika kita sudi untuk melihatnya dari kacamata batin, gerak langkah merekalah yang sebenarnya lurus ( siratal mustaqim ). Dan mata kitalah yang tidak bisa melihat kelurusan atas pergerakan mereka, karena kekeruhan hati dan pikiran kita.

Dua gajah dalam catur kehidupan ini juga melambangkan pentingnya bimbingan tertentu yakni bimbingan lahir untuk kesuksesan dunia dan juga bimbingan batin untuk kesuksesan akherat.


Satu Ratu / Satu Menteri / Satu Ster dalam catur kehidupan

Satu ratu melambangkan satu pendamping hidup, melambangkan satu hati, melambangkan cinta.
Satu menteri melambangkan kekuatan satu ratu dalam pengaruhnya menentukan sebuah kebijakan atau keputusan. Melambangkan pengaruh wanita dalam catur kehidupan. Melambangkan pengaruh kekuatan cinta dalam catur kehidupan.

Kekuatan – kekuatan cinta dalam merubah dunia telah tercatat dengan tinta emas sejarah kehidupan kita. Dengan cintalah orang yang begitu pandai menjadi kelihatan sangat bodoh. Seorang yang bijak menjadi membabi buta, seorang yang jahat bisa menjadi baik. Dengan kekuatan cinta pula peperangan berubah menjadi perdamaian dan juga sebaliknya.

Pergerakan ratu cinta tak terbatas oleh ruang dan waktu dan tak mengenal ras, suku, kasta, bangsa dan agama sekalipun. Ia datang dan pergi bersama waktu. Karena cinta itupun sebenarnya juga makhluk Tuhan Alloh SWT. Tak ada satupun agama di dunia ini, baik agama samawi maupun agama ardhi yang tidak mengajarkan tentang cinta kasih. Semua agama di dunia mengajarkan tentang hal ini. Disini pula bukti bahwa sifat kasih Tuhan telah melekat erat dalam jiwa kita sebagai insan yang bernama manusia. Lalu…
1. Dimanakah cinta suci itu berada ?
2. Dimanakah cinta sejati itu berada ?
3. Dimanakah cinta tulus itu berada ?
Cinta suci adalah cinta Tuhan terhadap makhukNya. Yakni sebuah cinta yang tidak ternodai oleh kepentingan apapun. Tanpa pandang bulu, baik yang bertaqwa, yang kafir, yang baik, yang jahat, yang amanah, yang pendusta, yang menyekutukan-Nya, maupun yang meng-Esakan-Nya. Semua diberinya Rizky sebagaimana yang telah di gariskan atas hak makhlukNya.
Cinta sejati adalah cinta Rosululloh Muhammad SAW kepada umatnya. Sejak Ia memperjuangkan Islam sebagai satu agama yang khak, hingga ajal menjemputNya di detik-detik terakhir yang terucap “ umatku…umatku…umatku… “

Cinta tulus adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. Sejak janin berada dikandungan selam 9 bulan lebih, hingga ia dewasa sekalipun, seorang ibu senantiasa mendidiknya, memperhatikan-nya, merawatnya tanpa berharap apapun kecuali agar sianak kelak bisa berhasil dalam kehidupan-nya.

Lalu dimanakah cinta suci, sejati dan tulus itu berada ?
Dalam diri kekasih Alloh-lah ia bersemayam, ia sadar betul dimana, dari mana dan hendak kemana tujuannya. Sehingga focus keseluruhan gerak, hati, pikiran dan perbuatan-nya hanya tertuju padaNya. Sehingga ketika Nabi Ayub telah dilanda derita yang luar biasa, sakit yang teramat parah hanya menyisakan mata dan lidahnya yang sehat, dengan mata lahir dan mata batin-nya ia melihat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Alloh dan dengan lidahnya yang lahir maupun batin, ia berucap dan menyeru kebesaran serta kekuasanNya. Dan ketika nabi Ibrahim dibakar oleh panasnya api yang membara oleh kaum kafir. Ia juga tidak merakan panasnya api, karena ia telah meleburkan dirinya hanya dengan cinta kepada Alloh SWT maka Tuhan Alloh-pun atas kekuasaan dan kebesaran-Nya melebur bersama cinta Nabi Ibrahim. Sehingga bara api yang berkobar tidak lagi terasa panas, bahkan menjadi terasa dingin dan indah.

Umat Rosulullah SAW adalah umat yang sempurna ( ghairu ummah ) dan Rosululloh sendiri adalah gambaran insan kamil (manusia yang sempurna ) sekaligus al insanul al kamil (sesempurna sempurnanya manusia ). Sebagai umat Rosul Alloh Muhammad SAW, kita diberi kesempatan untuk bisa mencapai titik al insanul al kamil. Sebagaimana Rabiah Al Adawiyah, Syech Mansyur Al Halaj, Syech Siti Jenar, Syech Imam Hasan Assadili, Syech Abdul Qodir Al Jaelani dan lain – lain. Manunggaling Kaluwa Gusti adalah sebuah fakta. Dan sejarah telah membuktikan-nya. Lalu mengapa kita mesti mencibirkan-nya ? mengapa kita tidak menggalinya ? dan mengapa kita enggan mempelajarinya ?


Satu Raja dalam catur kehidupan

Raja dalam catur kehidupan dapat dimaknai sebagai pemimpin tertinggi, yakni hati nurani. Yaitu hati yang telah tercerahkan oleh pancaran cahaya ketuhanan. Langkah raja tidak bisa terlalu jauh, hanya satu langkah kekanan atau kekiri, maju atau kebelakang saja. Walaupun demikian, langkah kecil atau pendek, suara yang sangat lirih sekalipun yang ada di dalam hati kita, itulah suara kebenaran. Kebenaran yang terkadang kita justru mengabaikan-nya. Hatilah sang raja sejati yang ada dalam diri manusia. Pikiranlah panglima tertinggi yang ada di dalam diri manusia. Lalu, mengapa kita terkadang lebih mendewa-dewakan pikiran kita ketimbang suara hati nurani kita ?

“ Dalam diri anak adam ada segumpal daging, bila ia baik, akan baiklah seluruh jasadnya dan bila ia buruk, akan buruklah seluruh jasadnya, ingat ia adalah hati “
( al-khadist )

Kajian ini bersifat personal dan terbuka. Jika ada yang mau menambahkan, meluruskan demi terciptanya sebuah pengetahuan baru bagi pribadi saya maupun yang lain. Saya sangat mengharapkan. Semoga saya bisa menjadi diri sendiri yang ideal dalam perpektif fitrah penciptaan makhluk yang bernama MANUSIA.

Salam kompak
Jabat erat jiwa kami untuk Banjarnegar dan juga Bumi Pertiwi
Wahono

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Buruh Migran di Pintu Akhir …

Eddy Mesakh | | 19 December 2014 | 12:57

Dengan Google Street Kita Bisa …

Daniel H.t. | | 19 December 2014 | 09:34

Tim “Hantu” Menpora Berpotensi …

Erwin Alwazir | | 19 December 2014 | 12:47

Tiga Seniman “Menguak Takdir” …

Ajinatha | | 19 December 2014 | 09:08

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 6 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 12 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 13 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: