Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Mempermainkan Kejujuran dan Ketidakjujuran

REP | 18 April 2010 | 10:46 via Mobile Web Dibaca: 601   Komentar: 27   7

Hidup ini adalah permainan. Jadilah sebagai pemain dan bukan dipermainkan atau dijadikan mainan hidup!

Dalam dua hari ini saya selalu menulis yang ada hubungannya dengan kejujuran dan ketidakjujuran. Sampai ada Kompasianer yang bingung dan mempertanyakan , kenapa ini dan ada apa ini? Apakah saya sedang bingung dan linglung ?

Pada pagi hari menulis untuk bersikap jujur, sorenya sudah berubah , justru mengajak untuk berani tidak jujur ! Dengan setengah bercanda saya katakan, bahwa saya sedang mempermainkan kejujuran dan ketidakjujuran. Bukankah hidup ini memang permainan ? Yang penting adalah bisa menjadi sebagai pengendali permainan yang sedang berlangsung, bukannya jadi permainan hidup itu sendiri .

Tetapi setelah mempermainkan tentang kejujuran dan ketidakjujuran dalam kata - kata, menimbulkan suatu kesadaran , bahwa hidup ini memang tidak boleh bermain-main dengan kejujuran dan ketidakjujuran, semua harus berjalan pada jalurnya .
Karena takut akhirnya justru tersesat dalam permainan tersebut .

Dalam hidup memang penting untuk mempunyai prinsip dan berpendirian teguh. Namun tak kalah penting adalah juga bisa menyesuaikan keadaan yang dihadapi atau fleksibel menyikapi hidup ini.
Tidak kaku dalam menghadapi permasalahan hidup, namun tetap berada dijalurnya. Seperti halnya kereta api yang tetap berada direlnya, walaupun jalannya harus meliuk-liuk kekiri dan kekanan mengikuti jalannya dan bisa sampai tujuan dengan selamat.

Terhadap satu masalah , kita memang perlu harus jujur, tidak boleh ditawar-tawar, tetapi terhadap satu masalah lagi, kejujuran bisa saja tidak berlaku . Mungkin ada menganggap hal ini sebagai sikap plin-plan, namun menurut saya justru adalah sebuah ketegasan menghadapi permasalahan hidup.

Sebagai contoh, terhadap seseorang yang berseberangan dengan saya, pada suatu saat saya tak akan segan mengkritiknya. Tetapi pada saat lain saya pun tak segan untuk memujinya_pendapatnya_ bila yang dilakukan adalah hal yang baik . Tidak hantam kromo , apapun yang dilakukan selalu dengan kritikan dan kecurigaan .
Menurut saya ini pun merupakan sebuah kejujuran, tidak perlu malu menutupi untuk memberikan pujian kepada musuh sekalipun . Semuanya mengalir sesuai isi hati. Tetapi kadang kita masih tidak berani untuk jujur berkata sesuai isi hati.

Demikianlah hidup, harus bisa untuk menjadi bijak untuk dapat menjadi yang seharusnya dalam bersikap . Benar atau salah selalu direnungkan dan tanyakan pada hati nurani .

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 7 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: