Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Othinx

Baru saja menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara…. Aktif di beberapa gerakan sosial khususnya yang selengkapnya

Mengapa Yesus Mati Disalib??

OPINI | 10 April 2010 | 03:02 Dibaca: 6338   Komentar: 45   2

Tulisan ini adalah ulasan secara singkat mengenai hukuman salib yang dijatuhkan kepada Yesus.

Bagi orang Kristiani kebanyakan, jika ditanya mengapa Yesus mati disalib, mereka akan menjawab untuk menebus dosa manusia dan itu semua sudah digariskan oleh Bapa-Nya disurga…

Tetapi buat saya, jawaban seperti itu hanyalah klise keagamaan saja.Padahal jawaban mengapa Yesus mati disalib dapat dijawab secara lebih ilmiah…

Awalnya para pemuka agama merasa terancam dengan keberadaan Yesus, mereka menganggap Yesus dapat menjatuhkan reputasi mereka, karena ajaran Yesus adalah ajaran yang sejati, ajaran yang benar benar menghidupkan yang mati!

Oleh karena itu setelah kejadian Yesus mengamuk di bait Allah dan menyebut diri-Nya Mesias…para ahli Taurat dan pemuka agama pun tidak menyia nyiakan kesempatan itu…

Dengan segera mereka mengadakan sebuah rapat tertutup untuk mengambil alih peran Yesus, saat itu hanya ada satu cara: BUNUH YESUS!

segera mereka pun menuduh Yesus yang mengatakan bahwa Ia adalah mesias anak Allah, tetapi jika mereka menggunakan alasan itu, Yesus tidak akan dihukum mati, akhirnya para pemuka agama itupun melakukan konspirasi dengan tokoh2 politik saat itu, yakni Pontius Pilatus!

Ya, mereka menghujat rakyat untuk menyalibkan Yesus dengan alih alih bahwa Yesus menyebut diri-Nya raja!

Dengan argumen tersebut, artinya Yesus melawan kekaisaran romawi dan harus dihukum mati!

Namun saat itu Pilatus sebenarnya sadar bahwa itu semua hanyalah akal2an para pemuka agama, oleh karena itu dengan desakan isterinya, ia mencuci tangannya sebagai lambang bahwa ia tidak ikut campur atas darah Yesus…

Akhirnya pun Yesus dihukum mati…hm…

sungguh Ia adalah anak Allah…

Ia mati karena kita...

Ia mati karena kita…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: