Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Othinx

Baru saja menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara…. Aktif di beberapa gerakan sosial khususnya yang selengkapnya

Mengapa Yesus Mati Disalib??

OPINI | 10 April 2010 | 03:02 Dibaca: 6133   Komentar: 41   2

Tulisan ini adalah ulasan secara singkat mengenai hukuman salib yang dijatuhkan kepada Yesus.

Bagi orang Kristiani kebanyakan, jika ditanya mengapa Yesus mati disalib, mereka akan menjawab untuk menebus dosa manusia dan itu semua sudah digariskan oleh Bapa-Nya disurga…

Tetapi buat saya, jawaban seperti itu hanyalah klise keagamaan saja.Padahal jawaban mengapa Yesus mati disalib dapat dijawab secara lebih ilmiah…

Awalnya para pemuka agama merasa terancam dengan keberadaan Yesus, mereka menganggap Yesus dapat menjatuhkan reputasi mereka, karena ajaran Yesus adalah ajaran yang sejati, ajaran yang benar benar menghidupkan yang mati!

Oleh karena itu setelah kejadian Yesus mengamuk di bait Allah dan menyebut diri-Nya Mesias…para ahli Taurat dan pemuka agama pun tidak menyia nyiakan kesempatan itu…

Dengan segera mereka mengadakan sebuah rapat tertutup untuk mengambil alih peran Yesus, saat itu hanya ada satu cara: BUNUH YESUS!

segera mereka pun menuduh Yesus yang mengatakan bahwa Ia adalah mesias anak Allah, tetapi jika mereka menggunakan alasan itu, Yesus tidak akan dihukum mati, akhirnya para pemuka agama itupun melakukan konspirasi dengan tokoh2 politik saat itu, yakni Pontius Pilatus!

Ya, mereka menghujat rakyat untuk menyalibkan Yesus dengan alih alih bahwa Yesus menyebut diri-Nya raja!

Dengan argumen tersebut, artinya Yesus melawan kekaisaran romawi dan harus dihukum mati!

Namun saat itu Pilatus sebenarnya sadar bahwa itu semua hanyalah akal2an para pemuka agama, oleh karena itu dengan desakan isterinya, ia mencuci tangannya sebagai lambang bahwa ia tidak ikut campur atas darah Yesus…

Akhirnya pun Yesus dihukum mati…hm…

sungguh Ia adalah anak Allah…

Ia mati karena kita...

Ia mati karena kita…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 5 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 13 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 13 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 13 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: