Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Zulfikar Akbar

Menulis itu adalah kombinasi gagasan dan tindakan, pikiran dan tangan, rencana dan kerja - Twitter: selengkapnya

Anakku Tak Perawan Lagi

OPINI | 22 March 2010 | 17:09 Dibaca: 1444   Komentar: 59   7

Google)

Ijinkan mereka utuh melihat seluruh tubuh (Gbr: Google)

Berkisah gundah meski matahari pasti tetap merekah. Tentang amanah yang berujung pada cerita sumpah serapah. Perjalanan nasib hanya menjadi gundukan sampah

***

Anakku tak perawan lagi. Karena ia sudah disetubuhi berlaksa teori liar yang hanya membuka jalan ke altar logika angkuh. Hingga anak gadisku menjadi sosok remaja ringkih dan rapuh. Terkadang untuk bakteri kecil saja yang datang hinggapi tubuhnya, begitu saja ia jatuh, ia rubuh. Sebagai orang tua, aku merasa hanya bisa mengeluh. Sedangkan kulit-kulit tubuhnya kian melepuh.

Anakku tidak kuat hanya oleh sentuhan ringan matahari. Padahal dulu, matahari itu kuketahui lewat Ilmu Alam bahwa ia menguatkan tubuh. Tetapi kenapa seakan teori yang kupelajari itu, hari ini harus luluh.

***

Entahlah. Saat mencoba meraba-raba seperti saat aku menikmati bulan madu dulu hingga tiba subuh, sekarang anakku tidak diajarkan lagi tentang pelajaran melihat ke dalam, dalam kejujuran, dalam kesejatian, dan dalam ketulusan. Pelajaran yang mereka dapat dari sejak pagi hingga jelang senja hanya bagaimana menjadi manusia angkuh. Di sana, diyakinkan, bahwa hanya pelajaran itu yang kuasa hilangkan semua jenuh. Uh, kenapa anakku bisa begini rapuh.

Anakku tak perawan lagi. Tetapi keperawanan itu tidak melulu hilang dan lenyap hanya bersama lenguh. Tetapi ia hilang hanya disebabkan seragam putih yang cuma dikenakan sekedar menutup tubuh. Sedangkan pemahaman pada kesucian tidak pernah dipahami secara utuh. Maaf, aku malam ini terpaksa mengeluh.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 12 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 13 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Batas Maksimal Usia Pelamar Kerja Harus …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Pernikahan dan Segala Suka Dukanya …

Sam Edy Yuswanto | 9 jam lalu

Sang Pengawal Lumbung Pangan …

Alfi Rahmadi | 9 jam lalu

Kiprah Anak Band Untuk Sesama …

Agung Han | 9 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: