Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Hasan Hudaibi

Nothing Special, seorang penulis yang selalu berusaha menjadi yang terbaik dan ingin meninggalkan jejak di selengkapnya

Konspirasi

OPINI | 13 March 2010 | 05:15 Dibaca: 131   Komentar: 6   2

Ada satu kekuatan yang tengah menghancurkan umat Islam, sebuah konspirasi untuk meruntuhkan peradaban yang akan memimpin dunia ini, mereka khawatir Islam akan kembali menguasai dunia. maka sebab itu musuh-musuh Islam tidak pernah tidur untuk menghacurkan umat ini dari berbagai sudut.

Mereka membuat isu-isu yang menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan radikalime, kekerasan, dan suka perang sehingga ada beberapa muslim yang ikut terpedaya dengan tipu daya muslihat ini sehingga tidak pede dengan keislamannya.

Sasaran utama mereka adalah para remaja, karena mereka tahu jika remaja Islam ini sudah rusak maka secara otomatis Islam ini tidak akan mempunyai agent-agent of changenya untuk mengembalikan izzah Islam. tidak hanya itu mereka juga meracuni pemikiran-pemikiran sekuler kepada pemuda-pemuda Islam sehingga ajaran-ajaran agama hanya diaanggap permasalahan sepele belaka dan main-main.

Tanpa kita sadari mereka diam-diam telah masuk ke dalam semua aspek kehidupan kita. Mulai dari style, food, fashion, music dan lain sebagainya. anak muda sekarang sudah tidak lagi bangga dengan pakaian taqwa yang menutup seluruh aurat akan tetapi pakaian yang belum sempurna bahkan hanya cocok untuk usia anak-anak adalah trend bagi remaja dewasa ini. Pakaian yang menampakkan seluruh lekuk tubuhnya menjadi pakaian kebesarannya.

Ironis memang, saat umat Islam difitnah dan digrogoti dari dalam dan luar. pemuda-pemuda Islam malah asyik nongkrong di tepi jalan sambil mendedangkan lagu-lagu “cengeng” kesukaan mereka. media massa dan elektronik tak henti-hentinya memburukkan citra Islam sebagai agama yang mengajarkan bunuh diri. orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran yang mulia ini dianggap orang-orang yang terbelakang dan kuno.

Di sisi lain kita patut bersyukur, ternyata masih ada pemuda-pemuda yang bersungguh-sungguh untuk mengamalkan ajaran Islam dan bangga menjadi seorang muslim “I’m Proud to be Muslim !”, mereka adalah pemuda-pemuda yang tangguh yang tidak takut dengan celaan dan hinaan.

Mereka adalah pemuda-pemuda hasil tarbiyah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw semenjak munculnya “Dinul Islam” di muka bumi ini, tarbiyah yang bermula di rumah sahabat Arqam bin Arqam adalah generasi terbaik bahkan mereka adalah orang yang diberi kabar gembira dengan syurga.

Pemuda-pemuda yang akan mengguncangkan peradaban dunia ini dengan prestasi-prestasi yang gemilang, mereka adalah pemuda-pemuda yang istiqamah disaat pemuda-pemuda lain masih terlena dengan kesenangan duniawi sesaat.

Ikut atau tidaknya kita dalam golongan pemuda tangguh tersebut yang akan menjadi batu bata peradaban Islam, tidak menjadi masalah. karena ada atau tidaknya kita. Islam ini akan dimenangkan oleh Allah. tapi apakah kita tidak tergoda dengan Syurga yang dijanjikanNya. apakah kita rela hanya menjadi penonton?

Saudaraku…Jangan pernah enggan untuk ikut berkontribusi dalam peradaban raksasa ini. karena tinta emas sejarah tidak akan pernah mencatat nama pameran-pameran pasif yang hanya menunggu dan berharap.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 4 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 5 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 6 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 11 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 8 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 9 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 9 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 9 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: