Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Filsafat

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Eyik Inyu

cuma pria pekerja kantoran biasa yang kadang-kadang pengen nulis sesuatu.

Masihkah Perlu Kesalahanku Ditimbang…..

OPINI | 11 February 2010 | 21:55 62 2 Nihil

setelah melakukan perbuatan-perbuatan

yang melanggar perintahNYA

seperti biasa, aku tidak langsung sadar

rasa bersalah dan berdosa baru akan muncul dan kelihatan

pada saat aku ‘kan melakukan doa

ada rasa malu untuk memulainya

ada rasa takut untuk masuk ke dalam hadiratNYA

tak pantas ..tak pantas…sungguh ku tak pantas

hatiku menjerit tidak terima

pergumulan dalam hatiku

pertempuran dalam pikiranku

bercampur malu

“diterimakah kehadiranku saat ini olehNYA ?”

saat terjadinya pergumulan hati  dan pikiranku

tak sadar air mataku menitik

tak sadar hatiku menjerit

ampuni aku TUHAN, hanya itu kata bisa terucap ..

dan aku menangis………

lembut dan lembut

DIA merangkulku, membelai rambut dan jiwaku

aku tak sadar

aku hilang arah …..

hingga hatiku berhenti memprotes kesalahanku

ternyata DIA sudah mengampuni aku.

” Masihkan perlu kesalahanku ditimbang,

untuk mengetahui berat dan ringannya…?

Bila hendak berdoa saja aku malu akan perbuatanku,

apalagi nanti,

saat aku menghadap langsung padaNYA….?


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012